Barcelona Harus Bayar 226Miliar Jika Pecat Ronald Koeman

 

Ingin memecat Ronald Koeman, Barcelona diharuskan untuk berpikir ulang dahulu. Bukan soal raihan prestasi yang diukir pada musim 2020/2021, tapi nilai kompensasi yang cukup tinggi.

Barcelona sendiri belum menentukan nasib Ronald Koeman untuk musim 2021/2022 yang akan datang. Koeman masih punya kontrak hingga Juni 2022, tetapi masa depannya diragukan.

Cukup banyak dari para pemain senior Barcelona yang tidak suka kepada Koeman. Situasi ini bahkan terjadi sejak awal musim. Belakangan, direktur Barcelona pun tidak cukup puas dengannya.

Nilai Kompensasi Pemecatan Ronald Koeman

Barcelona pada awal musim 2020/21 lalu ‘membajak’ Ronald Koeman dari posisi timnas Belanda. Dikutip dari SPORT, Barcelona ketika itu harus membayar 5 juta euro untuk bisa menebus kontrak Koeman di timnas Belanda.

Beberapa sumber menyebutkan jika Koeman yang merogoh koceknya sendiri untuk bisa keluar.

Baru satu musim berjalan, Koeman dikabarkan akan dipecat Barcelona. Koeman bakal mendapat kompensasi yang nilainya tidak kecil jika dipecat Barcelona beberapa waktu ke depan.

Koeman akan mendapat 5,8 juta euro sebagai kompensasi. Ditambah lagi Koeman tetap mendapatkan gaji selama satu musim yang mencapai 7,2 juta euro. Jadi, jika ingin memecat Koeman, Barcelona harus siap dana 13 juta euro atau sekitar Rp226 miliar sebagai kompensasi.

Siapa Gantikan Ronald Koeman?

Pertemuan pertama Koeman dan Joan Laporta, presiden Barcelona, belum mencapai kesepakatan apa pun soal musim depan. Sehingga boleh dibilang masa depan Ronald Koeman di Barcelona belum pasti.

Koeman dan Laporta akan kembali bertemu dan mengambil keputusan dalam dua pekan ke depan. Bisa jadi keputusan akan diambil lebih cepat, sebelum Euro 2020 digelar.

Saat ini, Barcelona tengah menimbang beberapa nama sebagai pengganti Koeman. Setelah gagal mendekati Hansi Flick dan Xavi, ada nama Mikel Arteta yang diklaim mungkin jadi pilihan Barcelona musim depan.

Masih Sakit Hati Diusir Dari Barca, Luis Suarez Serang Bartomeu Dan Ronald Koeman

Serangan verbal dilakukan Luis Suarez, sang bomber Atletico Madrid kepada Josep Maria Bartomeu dan juga pelatih Barcelona, Ronald Koeman.

Serangan ini adalah akibat dari pengusiran dirinya yang dilakukan pihak Barcelona pada musim panas 2020 lalu. Pemain asal Uruguay tersebut didepak tak lama setelah adanya pergantian pelatih.

Menganggap Suarez saat itu telah habis. Akan tetapi ternyata pemain berusia 34 tahun itu membuktikan bahwa anggapan itu keliru.

Suarez tampil sangat bagus bersama Atletico. Bahkan ia membantu tim asuhan Diego Simeone tersebut meraih gelar juara La Liga 2020-21 ini.

Serangan untuk Bartomeu

Kini sudah sekitar semusim setelah Luis Suarez pergi dari Barcelona. Meski demikian, Suarez tampaknya masih sakit hati dengan pengusiran yang dilakukan oleh klub Catalan tersebut.

Secara spesifik, ia kemudian menyerang pria yang kini sudah tak lagi jadi presiden Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengusiran dirinya. Ia menuding Bartomeu sebagai sosok pengecut.

“Saya tidak akan pernah melawan Barcelona, mereka telah memberi saya segalanya dan memungkinkan saya untuk menjadi [seorang pemain] elit, tetapi jelas presiden [Josep Maria Bartomeu] mengatakan segalanya di media alih-alih menelepon saya,” serunya pada El Partizado de Cope.

“Saat mereka ingin Leo [Messi] bertahan, mereka memanggil saya untuk menggunakan saya untuk meyakinkan dirinya, [juga] untuk berbicara dengan [Antoine] Griezmann… jadi mengapa mereka tidak menelepon saya ketika mereka ingin saya pergi?” ketus Suarez.

Serangan Pada Koeman

Luis Suarez kemudian juga menyerang pelatih Barcelona saat ini, Ronald Koeman. Selain menudingnya sebagai pengecut, Suarez juga menyebut Koeman sebagai pria yang tak punya kepribadian yang jelas.

“Atau mengapa pelatih tidak datang dan mengatakan kepada saya bahwa ia tidak mengandalkan saya karena ia menginginkan tipe striker lain?” ujarnya.

“Koeman mengatakan kepada saya bahwa saya tidak termasuk dalam rencananya, lalu ia berkata: ‘Jika kita tidak menyelesaikannya besok, Anda kembali ke rencana saya dan saya mengandalkan Anda melawan Villarreal’.”

“Saya kemudian melihat bahwa pria itu tidak memiliki kepribadian. Ia tidak cukup kuat untuk memberi tahu saya bahwa saya tidak dibutuhkan. Keputusan [untuk menjual] datang dari dewan klub,” tandasnya.

Selama di Atletico Madrid, Luis Suarez membuktikan bahwa ia masih gacor dengan mencetak 21 gol dari 32 pertandingan di La Liga. Sementara itu Barcelona cuma finis di posisi ketiga klasemen liga Spanyol.

Perebutan Gelar LaLiga Dipastikan Sengit Sampai Akhir

Dalam lanjutan pertandingan La Liga tadi malam, Barcelona berhasil mengalahkan Getafe. Menurut Ronald Koeman persaingan memperebutkan gelar juara akan berlangsung sengit sampai berakhirnya musim ini.

Barcelona menjamu Getafe di Stadion Camp Nou, Jumat (23/4/2021) dini hari WIB. Blaugrana menang dengan skor menyakinkan 5-2 dalam pertandingan tersebut. Dua gol untuk Barcelona disumbang Lionel Messi. Sementara tiga gol lainnya masing-masing lahir berkat bunuh diri Sofian Chakla, sundulan Ronald Araujo, serta eksekusi penalti Antoine Griezmann.

Getafe sendiri juga berhasil mencetak dua gol ke gawang Blaugrana. Gol tim tamu tercipta berkat bunuh diri Clement Lenglet dan eksekusi penalti yang dilakukan Enes Unal.

Koeman merasa sangat puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Getafe. Blaugrana sudah bermain bagus dalam pertandingan ini menurutnya.

“Saya rasa ini hasil bagus, tim bermain bagus. Terutama pada babak pertama kami fokus dan punya beberapa peluang. Kami bermain kuat. Saya gembira pada menit-menit itu,” kata Koeman seperti dikutip Marca.

“Gol Leo luar biasa, dari umpan Sergio Busquets. Pada babak kedua kami sedikit melambat dan menjadi rumit yang tidak perlu dengan skor 3-2. Kami harus belajar dari itu.”

Kemenangan atas Getafe ini membuat Barcelona kemblai menghuni peringkat ketiga klasemen sementara La Liga Spanyol. Mereka mengumpulkan 68 poin dari 31 pertandingan. Barcelona tertinggal dua poin dari peringkat kedua, Real Madrid. Atletico Madrid masih berkibar di peringkat pertama dengan keunggulan lima poin atas Barcelona.

Tetapi Barcelona masih punya tabungan satu pertandingan ketimbang dua rivalnya Real Madrid dan Atletico Madrid. Koeman menyakini penentuan gelar juara La Liga akan berlangsung hingga pertandingan terakhir.

“Saya tak berpikir kami lebih kuat daripada tiga tim lainnya,” lanjut Koeman.

“Mereka juga menang dan kami menjalani pertandingan yang sulit. Pertarungan akan berlangsung hingga laga terakhir.”