Ingin Selevel Dengan Cristiano Ronaldo, Mbappe Harus Tingkatkan Kemampuan Ini

Kylian Mbappe, tidak perlu diragukan lagi mengenai kemampuan bintang Paris Saint-Germain (PSG) ini. Selama berkostum PSG, Mbappe telah mencatatkan 132 gol dan 61 assist.

Namun, pemain berusia 22 tahun itu masih belum mampu mempersembahkan trofi Liga Champions untuk PSG. Adapun Mbappe dirumorkan akan segera meninggalkan Les Parisiens pada bursa transfer musim panas 2021.

Mbappe masih enggan memperpanjang kontraknya yang akan kedaluwarsa pada 30 Juni 2022. Real Madrid pun menjadi tim yang paling sering dikatikan dengan kepindahan striker asal Prancis itu.

Pasalnya, Real Madrid masih belum menemukan sosok striker pengganti Cristiano Ronaldo yang pindah ke Juventus pada 2018. Kemampuan yang dimiliki oleh Mbappe digadang-gadang bisa seperti Cristiano Ronaldo.

Eks striker AC Milan, Filippo Inzaghi, pun menyoroti kemampuan Mbappe. Menurut Inzaghi, catatan gol Mbappe saat ini tidak menarik seperti yang dimiliki oleh Ronaldo.

“Ronaldo memiliki karier yang hebat di Real Madrid,” kata Inzaghi seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

“Sekarang ada Mbappe di Paris. Untuk saat ini, torehan gol Mbappe tidak menarik seperti Ronaldo.”

“Kemampuan dribbling Mbappe di ruang sempit dan kecepatan yang dimiliki menakjubkan. Sepertinya dia memiliki roda gigi di kakinya.”

“Terlebih lagi, kelihatannya mudah bagi Mbappe untuk membuat perbedaan di lapangan,” tutur Inzaghi melanjutkan.

Inzaghi juga menjelaskan kemampuan yang harus ditingkatkan oleh Mbappe jika ingin selevel dengan Cristiano Ronaldo.

“Saat ini, sundulan dan kemampuan Cristiano Ronaldo untuk terlepas dari penjagaan bek tidak dapat dijangkau,” ucap Inzaghi.

“Cristiano juga sangat akurat menembak bola dengan kaki kanan dan kaki kirinya.”

“Ini adalah sesuatu yang masih perlu ditingkatkan oleh Mbappe,” ujar Inzaghi menambahkan.

Menjadi Pelatih Real Madrid Adalah Opsi Satu-satunya Conte

Keputusan Antonio Conte akan melatih klub mana pada musim 2021/2022 nanti masih belum terjawab. Namun, setelah resmi berpisah dengan Inter Milan, nama Conte santer dikaitkan dengan Real Madrid.

Conte mengakhiri penantian yang cukup panjang dari Inter Milan untuk meraih scudetto Serie A. Mereka menjadi ‘raja’ Serie A musim 2020/2021, sekaligus mengakhiri dominasi Juventus selama sembilan musim.

Hanya saja, cerita indah itu harus berakhir dengan pilu. Krisis keuangan membuat Inter tidak lagi punya visi yang sama dengan Conte. Sang pelatih pun memilih mundur dari posisi yang diemban sejak 2019 lalu.

Conte ke Real Madrid Saja

Nama Conte telah dikaitkan dengan banyak klub usai meninggalkan Inter Milan. PSG yang disebut tidak puas dengan Mauricio Pochettino tertarik padanya. Lalu, ada Real Madrid yang belum punya pelatih usai ditinggal Zinedine Zidane.

“Bagi saya, satu-satunya pilihan untuk Conte adalah melatih Real Madrid,” kata mantan bomber timnas Italia, Antonio Cassano, kepada Bobo TV, seperti dikutip dari Marca.

“Waktunya di Inter sangat positif, dengan tahun pertama yang bagus dan memenangkan Scudetto di tahun kedua, bermain sesuai keinginannya.”

“Saya tidak berpikir dia bisa pergi ke PSG karena mereka tidak memiliki pemain yang tepat untuk permainannya atau berbagi mentalitas sepak bola; Zidane sempurna untuk PSG,” kata Cassano.

Peluang Conte ke Real Madrid

Peluang Conte pindah ke Real Madrid diyakini sangat terbuka. Sebab, Madrid belum memiliki pelatif kepala usai Zidane mundur dan Massimiliano Allegri yang dibidik sebagai pengganti memilih menerima pinangan Juventus.

Joachim Loew, yang akan purna tugas dari timnas Jerman usai Euro 2020 nanti, menyatakan tidak pernah melakukan kontak dengan Madrid. Loew tidak akan melatih klub mana pun awal musim ini.

Kini, selain Conte, tersisa dua nama yang jadi kandidat pelatih Real Madrid. Raul Gonzalez jadi salah satu calon unggulan. Lalu, jika dipecat PSG, Pochettino juga masuk daftar calon pelatih Real Madrid.

Gagal Juara, Zinedine Zidane Akui Hatinya Hancur

Juara La Liga musim 2020/2021 gagal diraih Real Madrid usai berjuang hingga laga pekan terakhir. Situasi sulit itu diakui Zinedine Zidane membuat suasana hatinya kini hancur.

Real Madrid dan Atletico Madrid bersaing hingga pekan terakhir untuk menjadi juara La Liga musim ini. Atletico akhirnya keluar sebagai juara usai menang atas Real Valladolid pada Sabtu (23/5/2021) malam WIB.

Pada waktu yang sama, Madrid juga mampu meraih kemenangan 2-1 atas Villarreal di Stadion Alfredo Di Stefano. Akan tetapi, hasil ini tetap gagal membuat Madrid keluar sebagai juara La Liga.

Madrid yang mendapat 84 poin hanya berada di posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal dua poin di belakang Atletico.

Zidane Terpukul

Kemenangan atas Villarreal tidak cukup untuk membuat Real Madrid juara. Zinedine Zidane pun merasa terpukul dengan situasi sulit yang terjadi. Pria asal Spanyol mengaku tidak sedang baik-baik saja secara personal.

“Suasana hati saya hancur,” ucap Zidane dikutip dari Marca.

“Jika Anda bertanya tentang suasana hati kepada saya, maka itulah jawabannya [hancur],” sambungnya.

Kegagalan menjadi juara La Liga jadi catatan minor bagi Madrid di musim 2020/2021. Sebab, Madrid resmi tidak mendapat gelar apa pun musim ini, seperti yang terjadi pada musim 2009/2010 lalu.

Masa Depan Zidane

Di tengah situasi sulit ini, Zinedine Zidane tidak bisa bicara banyak soal masa depannya di Real Madrid. Zidane belum memberi kepastian apakah dia akan mundur seperti kabar yang dihembuskan beberapa media Spanyol.

“Sekarang kami harus tenang dan dalam beberapa hari ke depan kami akan membicarakannya. Tak lama lagi kita akan tahu apa yang terjadi. Bukan hanya soal saja, tapi juga apa yang akan dilakukan klub,” kata Zidane.

Real Madrid Tak Akan Terima Bonus Walau Juara Liga Champions

Skuad Real Madrid meskipun nantinya sukses menjadi juara Liga Champions, mereka tetap dipastikan tidak akan menerima bonus.

Kondisi pandemi COVID-19 memang sangat memberikan pengaruh pada berbagai sektor industri di dunia, tak terkecuali industri sepak bola. Tak sedikit klub yang mengalami kerugian karena tak mampu mendatangkan penonton ke stadion.

Padahal sektor penjualan tiket, merupakan salah satu sumber pendapatan klub sepak bola yang paling besar. Beberapa klub besar Eropa pun tak luput dari krisis ekonomi yang menyerang dunia ini, tak terkecuali Real Madrid.

Real Madrid bahkan harus rela tidak membeli pemain baru pada bursa transfer musim panas 2020 dan musim dingin 2021. Ditambah lagi, Los Blancos musim lalu menerapkan pemotongan gaji dan peniadaan bonus saat skuad mereka yang meraih gelar juara Liga Spanyol. Rencana tersebut rupanya akan dilakukan lagi pada musim ini mengingat kondisi keuangan klub yang masih belum stabil.

Dilansir dari Marca, Real Madrid akan kembali meniadakan pemberian bonus kepada seluruh pemain. Padahal, para pemain Real Madrid berkesempatan meraih bonus yang besar pada musim ini.

Striker Real Madrid, Karim Benzema, merayakan gol yang dicetak ke gawang Cadiz dalam laga Liga Spanyol di Stadion Ramon de Carranza, Rabu (21/4/2021).

Hal ini disebabkan, anak-anak asuh Zinedine Zidane itu masih bermain di Liga Champions dan berpeluang menjadi juara Liga Spanyol. Sampai sekarang pun Real Madrid sebenarnya telah menerima pendapatan sebesar 100 juta euro (sekitar Rp1,76 triliun) karena mencapai babak semifinal Liga Champions 2020-2021.

Kalau saja Real Madrid sukses menjuarai Liga Champions, Luka Modric dkk, akan menerima hadiah sebesar 115 juta euro (sekitar Rp2,02 triliun).

Sayangnya, anggaran klub yang berkurang 300 juta euro (setara dengan Rp5,27 triliun) membuat ekonomi Real Madrid semakin tercekik. Sehingga, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memutuskan untuk tidak memberikan bonus kepada para pemainnya jika berhasil menjadi juara Liga Champions.

Real Madrid sebenarnya juga sempat menerapkan pemotongan gaji sebesar 10 persen meskipun tidak semua pemain sepakat. Martin Odegaard, Luka Jovic, dan Luka Modric menjadi pemain-pemain yang saat ini sudah menyepakati pemotongan gaji sebesar 10 persen.

Selain anggaran tim yang berkurang, Real Madrid juga mengalami kerugian sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp702,35 miliar akibat dari tidak bolehnya para suporter untuk membeli tiket dan menonton pertandingan Real Madrid di Liga Champions dengan hadir ke stadion.

Kini Real Madrid berharap kondisi bisa normal lagi dan para penonton bisa kembali ke stadion Santiago Bernabeu yang sudah direnovasi.

Inilah Dulu Kisah PSG Kalahkan Real Madrid Dalam Perburuan Kylian Mbappe

Luis Ferrer telah menghabiskan lebih dari 10 tahun sebagai bagian dari tim perekrutan Paris Saint-Germain, bekerja tanpa lelah bersama nama-nama beken seperti Antero Henrique dan Leonardo untuk mendatangkan talenta-talenta terbaik dan mengubah klub menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa.

Kemudian ia meninggalkan klub untuk menekuni bisnis pribadinya, LF360, sesaat sebelum memainkan perannya dalam perekrutan Kylian Mbappe. Transfer yang terlihat mustahil setelah PSG mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan Neymar dari Barcelona dengan rekor dunia.

Ferrer dan PSG sukses mewujudkannya, Ferrer menjadi teman baik dengan keluarga Mbappe dalam proses perekrutannya. Sang pakar perekrutan mengungkapkan bagaimana ia dan timnya berhasil meyakinkan Mbappe untuk menolak Real Madrid demi PSG.

Bagaimana PSG memenangkan perburuan transfer Mbappe
“Perekrutan nomor satu adalah Kylian Mbappe, karena itu bukan hanya tentang uang,” kata Ferrer. “Benar-benar berbeda, butuh waktu berbulan-bulan. Ia baru saja menjalani musim yang luar biasa bersama [AS] Monaco dan semua orang tahu ia adalah permata, namun kami tahu ia juga menjadi prioritas Madrid.”

“Madrid ada di sana dan tidak ada cara untuk menghentikan mereka [melakukan transfer]. Yang harus mereka lakukan hanyalah menekan tombol [transfer secara mulus]. Kami, di sisi lain, baru saja menuntaskan transfer terbesar di dunia, Neymar dan tidak bisa membeli Mbappe karena Financial Fair Play.”

“Kami harus memikirkan ide-ide cemerlang untuk bisa mewujudkannya. Semua orang berkolaborasi untuk mewujudkannya. Saya juga harus menegaskan bahwa itu [transfernya] tidak ditangani oleh agen. Jadi ada perwakilan, tidak mungkin tidak.”

“Tahun pertama tidak ada kesepakatan transfer, melainkan pinjaman, meski ada klausul bahwa pembelian adalah kewajiban – kecuali jika ada penurunan performa.”

Luis Ferrer Kylian Mbappé PSG

“Ya, itulah mengapa kami tahu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” jawab Ferrer ketika ditanya apakah memang benar impian Mbappe adalah bermain untuk Real Madrid.

“Ide saya adalah memberi tahu Mbappe untuk bergabung dengan PSG terlebih dahulu, bahwa akan ada Piala Dunia yang datang, dan [PSG] menawarkannya jaminan bermain sebagai starter yang mungkin tidak bisa dijanjikan Madrid kepadanya, meski saya bukan berarti berbicara atas nama mereka.”

“Tapi kami membuat janji itu karena kami percaya pada bakatnya. Itu sesuatu yang sangat langka, saya hanya pernah berjanji sekali kepada pesepakbola bahwa mereka pasti akan bermain. Biasanya pelatih yang melakukan itu, namun karena [bekas pelatih PSG] Unai [Emery] terlibat dalam pembicaraan transfer…”

“Ada banyak detail, kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk membicarakannya, namun yang saya katakan ini belum banyak dibicarakan di mana pun.”

Kylian Mbappe PSG 2020-21

Apa yang akan terjadi pada musim panas?
Neymar telah mengindikasikan bahwa ia akan menandatangani perpanjangan kontrak dengan PSG, tetapi masa depan Mbappe menemui titik terang.

Seperti yang dilaporkan Goal, sang pemenang Piala Dunia sudah berburu rumah di Madrid kendati belum mengambil keputusan mengenai masa depannya.

“Saat ini, keluarga Mbappe akan bernegosiasi dengan klub,” imbuh Ferrer. “[Saya] tidak lagi berada di PSG, saya tidak bisa menjamin apa pun karena saya tidak memiliki semua informasi. Apa pun bisa terjadi antara sekarang dan Juni.”

“Memang benar bahwa klub-klub terkuat di Eropa menyukainya dan hasil di lapangan juga memengaruhi itu, itulah mengapa ia menunda [perpanjangan kontrak]. Kedua belah pihak sedang merenung.”

Apa yang harus dilakukan PSG selanjutnya?
Jika Mbappe tidak memperpanjang kontraknya, maka PSG harus melakukan keputusan besar: apakah mereka akan mempertahankannya dan menikmati satu tahun terakhir lalu kehilangannya dengan status bebas transfer? Atau mereka akan menjualnya demi keuntungan sekarang?

“Itu pertanyaan yang sangat bagus – dan yang berbahaya!” lanjut Ferrer. “Benar bahwa PSG berada dalam situasi ini, namun jika saya mengatakan apa yang akan saya lakukan, itu akan berbahaya bagi saya!”

Kylian Mbappe Lagi Cari Rumah Di Spanyol, Kode Berlabuh Ke Madrid?

Kylian Mbappe: Future Ballon d'Or Winner - The Story So Far

Kylian Mbappe, striker PSG, merupakan buruan teratas Real Madrid pada bursa transfer musim panas kali ini. Kabarnya, Mbappe sudah mulai mencari rumah baru di ibu kota Spanyol, Madrid.

Mbappe telah menjadi salah satu pemain terlaris di sepak bola Eropa saat ini. Tidak ada klub yang menolak mendapatkan jasa Mbappe, bahkan semua klub top berlomba-lomba merekrutnya. Ini dikarenakan Mbappe dianggap sebagai bakat terbaik sepak bola untuk masa depan. Dia diyakini bisa melanjutkan warisan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Karena itu, Mbappe diniilai harus bergabung dengan klub yang lebih besar untuk membantunya mewujudkan ambisi.

Dalam beberapa tahun terakhir Madrid telah mengincar Mbappe, tapi transfer ini sulit karena harga yang dipasang PSG begitu tinggi. Namun, sekarang situasinya lebih menguntungkan. Mbappe mulai mendekati akhir masa kontraknya. Begitu Juni 2021 nanti, dia akan memasuki satu tahun terakhir masa kontrak, yang membuatnya bisa didapatkan dengan harga relatif lebih murah.

Kini, menurut laporan Goal, Mbappe telah mengirim perwakilannya untuk mencari rumah baru di Madrid. Ini bisa jadi merupakan langkah awal Mbappe hengkang ke Madrid.

Menunggu waktu
Namun, Madrid masih belum benar-benar bisa mendapatkan Mbappe. Kabarnya striker Prancis ini tidak buru-buru memutuskan masa depannya. Mbappe ingin menuntaskan musim ni terlebih dahulu. PSG masih berjuang di Ligue 1 dan mereka berhasil melangkah ke semifinal Liga Champions.

Bagaimanapun, Mbappe sudah punya segalanya untuk bergabung dengan Madrid. Dia mahir berbahasa Spanyol dan sudah lama mengagumi Los Blancos

Nasib Mbappe juga tergantung pada bagaimana kerberhasilan PSG di Ligue 1 dan Liga Champions musim ini.

Kemarahan Zidane Atas Diizinkannya Pertandingan Real Madrid di Osasuna

Zinedine Zidane mengecam keputusan untuk mengizinkan pertandingan Real Madrid di Osasuna dilanjutkan. Spanyol telah dilanda Badai Filomena, dengan sebagian besar negara itu diselimuti salju. Pertandingan Atletico Madrid melawan Athletic Club ditunda sebelumnya pada hari Sabtu. Madrid terpaksa melakukan perjalanan ke Pamplona menjelang pertandingan, meskipun pesawat mereka terjebak di landasan selama lebih dari tiga jam karena mereka menunggu izin lepas landas.

Pamplona dilanda salju keras pada hari Sabtu dan lapangan di El Sadar sangat sulit bagi kedua belah pihak untuk tampil. Maka, tidak mengherankan bahwa pertandingan itu berakhir imbang tanpa gol. Setelah pertandingan, Zidane membuat sosok yang frustasi dalam konferensi persnya dan jelas tidak senang dengan kejadian beberapa hari ini. “Kami melakukan apa yang kami bisa lakukan di lapangan tapi itu bukan pertandingan sepak bola,” kata Zidane. Kondisinya sangat sulit. Dengan Madrid juga dilanda salju, skuad Real tidak memiliki kesempatan untuk pulang pada hari Sabtu dan akan tetap di hotel mereka di Pamplona. Mungkin butuh waktu sebelum mereka dapat melakukan perjalanan, yang membuat Zidane kecewa. “Semua yang terjadi dua hari ini menjadi sangat rumit,” katanya. “Kami tidak tahu kapan kami bisa kembali.”

Ditekan lebih jauh tentang perasaannya tentang permainan, Zidane tegas dalam pemikirannya. “Ya, yang jelas pertandingan melawan Osasuna seharusnya ditunda,” kata Zidane. Itu jelas. Kondisi untuk bermain sepak bola tidak terpenuhi, yang pada akhirnya adalah apa yang diinginkan semua orang. Sebanyak kami sebagai lawan kami. Zidane diminta untuk mengomentari FA Spanyol, yang mendorong sebanyak mungkin pertandingan berlangsung akhir pekan ini.

“Saya tidak akan membahas hal-hal ini,” katanya. “Kami telah melakukan apa yang mereka katakan kepada kami, kami telah bermain dan hanya itu. “Kami harus berpikir tentang pemulihan bahkan jika kami tidak tahu apakah kami akan pergi ke Madrid besok, apakah kami akan kembali pada hari Senin. Dan pada hari Rabu kami memiliki pertandingan lain. “Real memiliki perubahan haluan yang cepat saat mereka melakukan perjalanan ke Alcoyano untuk menghadapi tim kecil di Copa Del Rey pada hari Rabu.

Sumber : goal.com.