Hasil Pertandingan Argentina vs Chile 1-1, Messi Cetak Gol

Argentina hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Chile dalam duel matchday 1 Grup A Copa America 2021, Selasa (15/6/2021) dini hari WIB. Hasil ini tidak cukup memuaskan bagi La Albiceleste. Argentina unggul terlebih dulu lewat tendangan bebas impresif Lionel Messi di menit ke-33. Chile melawan di awal babak kedua dan berhasil mencuri gol lewat aksi Eduardo Vargas (57′).

Hasil imbang ini jelas kurang memuaskan bagi Argentina. Messi dkk. masih salah satu favorit juara, tapi jelas masih banyak PR yang harus diperbaiki Argentina untuk 4 pertandingan berikutnya.

Babak pertama

Chile memulai pertandingan dengan lebih baik. 10 menit pertama Argentina malah tertekan menghadapi permainan agresif Chile, belum ada gol tercipta. Mulai menit ke-15, Argentina kelihatan menguasai pertandingan. Dua peluang beruntung tercipta, tapi Bravo masih bisa menghentikan percobaan Gonzalez. Menit ke-33, perjuangan Argentina akhirnya berbuah gol. Tendangan bebas Messi menghujam sempurna ke sudut atas, Bravo tidak berkutik. Gol! Argentina 1-0 Chile.

Gol ini memberikan momentum bagi Argentina yang bisa bermain lebih lepas. Lautaro mendapatkan peluang emas di menit ke-38, tapi sepakannya malah melebar. Skor 1-0 pun tidak berubah sampai akhir 45 menit pertama. Turun minum, Argentina dalam keadaan unggul atas Chile.

Babak kedua

Babak kedua berjalan sedikit berbeda, Chile main sangat baik pada 10 menit pertama. Menit ke-53, terjadi insiden di kotak penalti, Vargas diapit dua pemain dan kiper Argentina. Wasit memutuskan melihat VAR dan memberikan penalti untuk Chile. Vidal jadi algojo, sepakannya bisa ditepis, tapi Vargas membuat rebound sempurna. Gol! Argentina 1-1 Chile.

Gol ini mengubah arah pertandingan. Di pertengahan babak kedua, pelatih kedua tim membuat sejumlah pergantian pemain. Argentina mulai tertekan untuk menang. Argentina kembali menguasai bola di 15 menit akhir. Beberapa peluang tercipta, tapi tidak ada yang benar-benar berbahaya. Beberapa kali Messi terpaksa melepas tembakan dari luar kotak penalti.

Ofisial pertandingan memberikan tambahan waktu 7 menit. Argentina masih punya cukup waktu untuk mencetak gol kedua. Argentina terus mencoba, tapi pertahanan Chile masih cukup tangguh. Wasit pun meniup peluit panjang. Skor 1-1 cukup adil bagi kedua tim.

Statistik Argentina vs Chile

Shots on target: 4 – 4
Shots off target: 9 – 2
Possession: 48% – 52%
Corner kicks: 7 – 1
Offsides: 2 – 7
Fouls: 13 – 18
Saves: 2 – 3

Susunan pemain

ARGENTINA (4-3-3):

Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel, Lucas Martinez Quarta, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes (68′ Exequiel Palacios), Giovani Lo Celso (68′ Angel Di Maria); Lionel Messi, Lautaro Martinez (81′ Sergio Aguero), Nicolas Gonzalez (81′ Joaquin Correa).

CHILE (4-3-3):

Claudio Bravo; Mauricio Isla, Gary Medel (84′ Enzo Roco), Guillermo Maripan, Eugenio Mena; Arturo Vidal (85′ Tomas Alarcon Vergara), Erick Pulgar, Charles Aranguiz; Jean Meneses (90′ Pablo Galdames), Carlos Palacios (77′ Ben Brereton), Eduardo Vargas (77′ Cesar Pinares).

Daftar Klausul Pelepasan Pemain Tertinggi di Barcelona

Barcelona memagari pemainnya dengan klausul pelepasan yang tinggi. Walau begitu, Lionel Messi hanya menempati urutan kedua dalam kategori ini. Siapa yang pertama?

25 – Carles Alena: 75 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2022

24 – Sergio Aguero: 100 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

23 – Jean-Clair Todibo: 150 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023 (saat ini dipinjamkan ke Benfica)

22 – Neto: 200 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

21 – Junior Firpo: 200 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

20 – Clement Lenglet: 300 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

19 – Martin Braithwaite: 300 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

18 – Ousmane Dembele: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2022

17 – Philippe Coutinho: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

16 – Pedri: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2022

15 – Frenkie de Jong: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2026

14 – Sergino Dest: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2025

13 – Miralem Pjanic: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

12 – Ansu Fati: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2022

11 – Eric Garcia: 400 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2026

10 – Nico Gonzalez: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

9 – Samuel Umtiti: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

8 – Sergi Roberto: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2022

7 – Sergio Busquets: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2023

6 – Jordi Alba: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

5 – Gerard Pique: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

4 – Marc-Andre ter Stegen: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2025

3 – Francisco Trincao: 500 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2025

2 – Lionel Messi: 700 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2021

1 – Antoine Griezmann: 800 Juta Euro, Kontrak Hingga Juni 2024

Pencetak Rekor Gol Di Liga Champions, Ada Messi Dan Giroud

Gelaran Liga Champions 2020/2021 telah selesai. Akhirnya Chelsea lah yang memastikan diri sebagai kampiun ajang tersebut usai mengalahkan Manchester City 1-0 pada laga puncak yang digelar di Estadio do Dragao Portugal, Minggu (30/05) dini hari WIB.

Bukan hanya Chelsea yang meraih prestasi pada ajang ini. Di level individu, ada sejumlah pemain yang mencatatkan prestasi pribadi, termasuk pencetak gol terbanyak di ajang ini.

Nama Erling Haaland tercatat namanya sebagai pencetak gol paling banyak pada Liga Champions 2020/2021 ini. Wonderkid Borussia Dortmund tersebut mencetak sepuluh gol pada ajang antarklub paling akbar di Benua Eropa ini.

Namun, bukan hanya Haaland satu-satunya pemain yang mencatatkan rapor apik dalam aspek penyerangan sepanjang gelaran Liga Champions 2020/2021 ini.

Mari kita simak siapa saja pemain tersebut melalui artikel dibawah ini.

Kualitas Peluang Messi Paling Tinggi

Kendati gagal mengantarkan Barcelona lolos ke perempat final, Lionel Messi tetap mencatat rekor pribadi pada ajang ini. Pemain asal Argentina tersebut mencatatkan namanya sebagai pemain dengan kualitas peluang per menit bermain paling tinggi.

Laman Infogol mencatat bahwa dari 571 menit bermain, Messi memiliki nilai expected goals sebesar 5,92. Artinya, dalam tiap menit bermain, Messi memiliki nilai xG paling sebesar 0,01.

Di bawah Messi ada nama Robert Lewandowski dan Olivier Giroud. Dua pemain ini masing-masing memiliki nilai xG per menit bermain sebesar 0,009 dan 0,008.

Giroud Paling Produktif per Menit Bermain

Tak banyak mendapat kesempatan bermain, tak membuat Olivier Giroud gagal bersinar pada ajang ini. Pemain asal Prancis tersebut menjadi sosok pemain paling produktif per menit bermain di Liga Champions 2020/2021.

Dalam ajang ini, Giroud mencetak enam gol. Hebatnya, pemain berusia 34 tahun tersebut melakukannya hanya dari 280 menit bermain. Artinya, rata-rata, Giroud mencetak 0,021 gol tiap menit bermain.

Di bawah Giroud, ada nama Marcus Rashford dan Youssef En-Nesyri. Pemain Manchester United dan Sevilla tersebut sama-sama memiliki produktivitas gol per menit bermain sebesar 0,0139.

Giroud Paling Efektif Manfaatkan Peluang

Tak cuma memiliki produktivitas per menit bermain yang paling bagus, Giroud juga memiliki catatan apik lain pada ajang Liga Champions 2020/2021 musim ini. Pemain bertinggi 192 cm tersebut merupakan pemain paling efektif dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki.

Sepanjang gelaran ini, Giroud mencetak enam gol dari peluang-peluang bernilai xG 2,33 yang ia miliki. Artinya, perbandingan antara gol dan xG yang dimilikinya berkisar di angka 2,575 gol per xG yang dimiliki.

Di bawah Giroud, ada nama En-Nesyri dan Rashford. Mereka berdua memiliki perbandingan gol dan xG sebesar 2,083 dan 1,960.

Messi Paling Banyak Buang Peluang

Messi boleh menjadi sosok penyerang paling ciamik di La Liga. Namun, di ajang Liga Champions, pemain berusia 33 tahun ini seperti kehilangan tajinya.

Messi memang memiliki peluang dengan kualitas tertinggi di ajang ini. Namun, soal menuntaskan peluang, lain urusan. Messi menjadi pemain paling tak efektif dalam menuntaskan peluang di Liga Champions 2020/2021 ini.

Messi hanya mampu mencetak lima gol dari peluang-peluang bernilai xG 5,92. Artinya, rata-rata konversi peluang Messi menjadi gol ‘hanya’ sebesar 0,844.

Sementara, di peringkat kedua, ada nama yang selama ini kerap diperbandingkan dengan Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo. Di ajang ini, secara mengejutkan, pemain Juventus ini hanya memiliki rataan konversi peluang sebesar 0,902.

Barcelona SIap Korbankan Messi Demi Datangkan Erling Haaland

Ada kabar baru mengatakan bahwa Barcelona siap mengorbankan kontrak Lionel Messi demi mewujudkan ambisi memboyong bintang Borussia Dortmund, Erling Haaland, pada musim panas 2021.

Joan Laporta, Presiden Barcelona, dikabarkan berkeras ingin merekrut Haaland. Sedangkan saat ini kondisi finansial Barca sedang berdarah-darah, punya utang hingga lebih dari 1 miliar pounds.

 Barca diberitakan telah mengalokasikan 109 juta pounds untuk menggaet Haaland. Striker berusia 20 tahun itu akan dijadikan pemain utama untuk membangun masa depan tim.

Menurut laporan dari The Sun, Sabtu (15/5/2021), saat ini Barca menganggap lebih penting memboyong Haaland, bahkan lebih penting daripada pembicaraan kontrak baru Messi.

Kontrak Messi sendiri di Camp Nou akan habis pada akhir musim ini. Meskipun pembicaraan telah dimulai antara dia dan klub, menyelesaikan masa depannya bukanlah tugas yang paling mendesak.

Joan Laporta punya alasan khusus memprioritaskan Erling Haaland. Laporta menilai pemain asal Norwegia itu bisa menjadi jantung skuad Barcelona suatu saat nanti, menggantikan Lionel Messi.

Haaland Masa Depan, Messi Hampir Jadi Masa Lalu

“Haaland adalah masa depan, Messi hampir menjadi masa lalu,” kata seorang sumber di kubu Barcelona.

Beberapa klub terlihat telah menunda untuk merekrut Haaland musim panas ini. Ada beberapa alasan yang melatarinya, yaitu harga Haaland yang bisa mencapai 150 juta pounds atau fakta dana klub minim karena pandemi.

Laporta menyadari penundaan untuk memboyong Haaland, berarti persaingan akan makin ketat pada tahun depan. Alhasil, dia akan melakukan segalanya untuk membujuk Dortmund agar mau menjual Haaland.

Jadi Messi mungkin harus mengorbankan setengah dari gajinya saat ini jika ingin memperpanjang masa tinggalnya di Barca. Klub mencari cara untuk berhemat dan menghasilkan uang tunai untuk membuat manuver mendatangkan Haaland berhasil.

Perebutan Gelar LaLiga Dipastikan Sengit Sampai Akhir

Dalam lanjutan pertandingan La Liga tadi malam, Barcelona berhasil mengalahkan Getafe. Menurut Ronald Koeman persaingan memperebutkan gelar juara akan berlangsung sengit sampai berakhirnya musim ini.

Barcelona menjamu Getafe di Stadion Camp Nou, Jumat (23/4/2021) dini hari WIB. Blaugrana menang dengan skor menyakinkan 5-2 dalam pertandingan tersebut. Dua gol untuk Barcelona disumbang Lionel Messi. Sementara tiga gol lainnya masing-masing lahir berkat bunuh diri Sofian Chakla, sundulan Ronald Araujo, serta eksekusi penalti Antoine Griezmann.

Getafe sendiri juga berhasil mencetak dua gol ke gawang Blaugrana. Gol tim tamu tercipta berkat bunuh diri Clement Lenglet dan eksekusi penalti yang dilakukan Enes Unal.

Koeman merasa sangat puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Getafe. Blaugrana sudah bermain bagus dalam pertandingan ini menurutnya.

“Saya rasa ini hasil bagus, tim bermain bagus. Terutama pada babak pertama kami fokus dan punya beberapa peluang. Kami bermain kuat. Saya gembira pada menit-menit itu,” kata Koeman seperti dikutip Marca.

“Gol Leo luar biasa, dari umpan Sergio Busquets. Pada babak kedua kami sedikit melambat dan menjadi rumit yang tidak perlu dengan skor 3-2. Kami harus belajar dari itu.”

Kemenangan atas Getafe ini membuat Barcelona kemblai menghuni peringkat ketiga klasemen sementara La Liga Spanyol. Mereka mengumpulkan 68 poin dari 31 pertandingan. Barcelona tertinggal dua poin dari peringkat kedua, Real Madrid. Atletico Madrid masih berkibar di peringkat pertama dengan keunggulan lima poin atas Barcelona.

Tetapi Barcelona masih punya tabungan satu pertandingan ketimbang dua rivalnya Real Madrid dan Atletico Madrid. Koeman menyakini penentuan gelar juara La Liga akan berlangsung hingga pertandingan terakhir.

“Saya tak berpikir kami lebih kuat daripada tiga tim lainnya,” lanjut Koeman.

“Mereka juga menang dan kami menjalani pertandingan yang sulit. Pertarungan akan berlangsung hingga laga terakhir.”

Transfer Lionel Messi Ke Man City Pengaruhi Kesepakatan Dengan Kevin De Bruyne

Lionel Messi masih bisa meninggalkan Barcelona ke Manchester City musim panas ini dan itu mungkin menjelaskan mengapa pembicaraan tentang kesepakatan baru Kevin De Bruyne dengan klub Liga Premier terhenti. Kisah cinta antara Messi dan Barca berubah pahit tahun lalu ketika pemenang Ballon d’Or enam kali itu menyerahkan permintaan transfer yang ditolak raksasa La Liga. Sementara pemain berusia 33 tahun itu akhirnya bertahan di Nou Camp, meski mendapat koneksi tanpa akhir ke Man City, kontraknya masih berakhir pada Juni 2021 di mana superstar Argentina itu akan tersedia secara gratis.

Messi pasti akan menuntut gaji yang luar biasa dan mantan pemain sayap City Trevor Sinclair berspekulasi apakah itu ada hubungannya dengan gagalnya pembicaraan mengenai kontrak baru untuk De Bruyne. Pekan lalu, pemain Belgia, yang bisa dibilang pemain terbaik Liga Premier, menolak tawaran pertama City untuk perpanjangan kontrak, dengan kontraknya saat ini berjalan hingga 2023.

“De Bruyne bahkan belum punya agen, dia bertindak untuk dirinya sendiri, yang menurut saya luar biasa,” kata Sinclair. Dia tahu nilainya, jika Anda tidak mengetahui nilai Anda pada usia 29 tahun, berarti ada yang salah dengan Anda. Dia mungkin tahu berapa angka kasar yang ingin dia hasilkan, dia ingin menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub sepak bola. Tapi yang mungkin dia katakan adalah dia ingin menjadi pemain dengan bayaran tertinggi terlepas dari siapa yang masuk. Itu masalah bagi City jika mereka serius ingin merekrut Messi.

“Gaji De Bruyne bisa naik dalam jumlah yang sangat besar jika dia ingin memiliki gaji yang lebih besar dari Messi.”

Meski demikian, Sinclair masih yakin bisa melihat Messi mengenakan kostum Man City musim depan, dengan harapan superstar Barcelona itu akan membawa tim Pep Guardiola ke level baru. Ketika ditanya apakah menurutnya transfer bisa terjadi, Sinclair menambahkan: Ya, ya. Ada sedikit ketenangan, tapi menurutku dia tidak merasa nyaman pergi selama musim panas. Dia tetap menunduk, bekerja keras, tetapi ketika sampai akhir musim, ada klausul dalam kontraknya di mana jika dia mengaktifkannya pada waktu tertentu dalam setahun, dia akan bebas.

Sumber : talksport.com.