Teringat Zidane, Frank Leboeuf Tidak Akan Jagokan Lionel Messi Untuk Dapat Anugerah Ballon d’Or Tahun Ini

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan mengenai siapa yang akan mendapatkan gelar Ballon d’Or tahun ini, salah satunya yang sering diunggulkan adalah mantan pemain bintang Barcelona Lionel Messi.Namun, Frank Leboeuf eks pemain Chelsea tidak setuju dengan hal tersebut. Menurutnya Messi tidak pantas dianugrahi gelar tersebut karena pernah mendapatkan kartu merah belum lama ini.

Baru-baru ini France Football telah merilis 30 nama nominasi peraih gelar Ballon d’Or 2021. Salah satu di antaranya adalah Lionel Messi. Namun, hanya sedikit yang menjagokan Messi untuk memenangkan gelar tahun ini karena dampak dari carut-marutnya prestasi Barcelona selama musim 2021/22.

Beberapa kalangan lebih menjagokan pemain Chelsea, Jorginho, sebagai kandidat terkuat peraih gelar.Jorginho lebih diunggulkan karenaberhasil meraih gelar bergengsi baik di kancah klub maupun internasional. Tidak hanya membantu the Blues juara Liga Champions, ia juga membawa Timnas Italia keluar sebagai pemenang dalam ajang Euro 2020.

Tenryata Leboeuf menolak Messi sebagai calon peraih Ballon d’Or tahun ini bukan karena prestasinya, tetapi karena kartu merah yang diterima sang pemain di ajang Piala Super Spanyol bulan Januari lalu.

Pada masa injury time babak perpanjangan waktu, dan Barcelona kalah dengan skor 2-3 di tangan Athletic Bilbao, dan Messi mendapatkan kartu merah. Momen itu mengingatkan Leboeuf dengan rekan senegaranya, Zinedine Zidane.

“Pada tahun 2000 dan 2006, Zidane gagal memenangkan Ballon d’Or karena mendapatkan kartu merah dalam setiap tahun itu,” ujar Leboeuf kepada Telefoot.

“Messi mendapatkan kartu merah dalam Piala Super Spanyol dan itu bisa dihitung dalam pemungutan suara. Jika kami tidak memberikannya kepada Zidane, maka kami harusnya tidak memberikan Ballon d’Or kepada Messi,” lanjutnya.

Zidane mendapatkan dua kartu merah hanya dalam selang waktu tiga pekan pada saat masih membela Juventus di tahun 2000 lalu. Torehan buruk itu membuat dirinya harus merelakan gelar Ballon d’Or jatuh ke tangan Luis Figo.

Zidane kembali mendapatkan kartu merah karena menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi pada pila dunia 2006. Terlepas dari segala kontroversinya, keputusan wasit sudah bulat. Pada akhirnya, Prancis gagal meraih kemenangan setelah kalah lewat adu penalti.

Akhirnya Zidane gagal menutup karier panjangnya sebagai pemain dengan gelar Ballon d’Or karena aksi tersebut. Gelar individual itu kemudian diberikan kepada bek Italia, Fabio Cannavaro.

Lionel Messi Dan Sergio Ramos Diminta Pochettino Berdaptasi Dengan Kenyataan Di PSG

Pochettino Optimistis Tottenham Jadi Juara Liga Inggris

Pada bursa transfer musim panas 2021/22 ini Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mendapatkan pemain bintang yaitu eks kapten Barcelona, Lionel Messi dan eks kapten Real Madrid, Sergio Ramos secara gratis.Mauricio Pochettino,pelatih PSG meminta Lionel Messi dan Sergio Ramos adaptasi dengan kenyataan di PSG.

Sergio Ramos belum bisa merumput pada musim 2021-2022.Ramos belum pulih 100 persen dari cedera betis.Bersumber dari Transfermarkt, Ramos sudah melewatkan 12 pertandingan PSG di semua kompetisi.Bek tengah berusia 35 tahun ini sudah menepi 72 hari.

Sedangkan Messi baru menyumbangkan satu gol dari lima pertandingan di berbagai ajang.

Terkait kondisi tersebut, Mauricio Pochettino memberikan keterangan.

“Mungkin situasi Sergio Ramos berbeda dengan tahun 2014 atau dengan Messi atau Neymar,” kata Mauricio Pochettino seperti dilansir dari Movistar+.

“Para pemain ini adalah juara yang hebat.Namun, mereka perlu beradaptasi dengan kenyataan.”

“Dalam kepala kita, kita semua memiliki keyakinan bahwa kita yang terbaik.Akan tetapi, mereka harus berada di level itu.”

“Jika mereka mendapatkan label itu kembali, maka tentu saja kami bisa mencapai apa pun.Namun, perjuangan dimulai dengan mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari setiap individu.”ujarnya.

Ramos membawa Real Madrid menjuarai Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub.Ramos bahkan menjadi pahlawan Real Madrid di final Liga Champions berkat gol pada menit ke-90+3 sehingga duel kontra Atletico Madrid dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Sedangkan Messi masih tertinggal jauh produktvitasnya ketimbang ketika berseragam Barcelona.Sepanjang membela Barcelona, Messi sanggup membukukan 672 gol dari 63.507 menit di semua kompetisi.Hal tersebut berarti Messi menciptakan satu gol per 94,5 menit. Sedangkan bersama PSG, Messi baru sanggup mengukir satu gol dari 370 menit merumput.

Kylian Mbappe : Lionel Messi Salah Satu Yang Terbaik, Walaupun Bukan Yang Terbaik

kylian mbappe

Pada bursa transfer kemarin Lionel Messi membuat heboh karena meninggalkan Barcelona dan pindah ke PSG. Kini bersama PSG dirinya menjadi rekan satu tim dari Neymar dan Kylian Mbappe. Menariknya meski sudah bermain bersama, Mbappe masih tak mengakui Lionel Messi sebagai pemain terbaik.

 

Keputusan Messi meninggalkan Barca mengejutkan mengingat dirinya sudah membela Barcelona sejak masih di akademi La Masia. Barcelona tak mampu memberikan kontrak baru kepada Messi karena terbentur dengan kondisi keuangan klub yang amburadul.

Kini usai ditinggalkan Messi, Barcelona juga sedang berada dalam performa buruk. Sedangkan Messi telah dimulai di PSG pada musim ini.

Kepindahan Messi ke PSG jelas membuat para pendukung sangat bahagia dan antusias.Jersey PSG bertuliskan nama Messi dan nomor punggung 30 laku keras di pasaran.

Messi sejauh ini telah bermain sebanyak lima kali untuk PSG di berbagai kompetisi dan baru berhasil mencetak satu gol untuk Les Parisiens.

Gol tersebut tercipta saat PSG melawan Manchester City dalam matchday kedua babak penyisihan Grup A Liga Champions 2021-2022 di Stadion Parc des Princes, Selasa (28/9/2021).

Kylian Mbappe yang bermain bersama Messi di lini depan PSG mengaku sangat menikmati bermain bersama La Pulga dirinya mengaku sangat mudah bermain bersama dengan Messi.

“Sangat mudah bermain dengan Messi, sungguh,” kata Mbappe kepada RMC Sport seperti dikutip BolaSport.com.

“Dia sangat memahami sepak bola, selalu tahu apa yang harus dilakukan.”

“Jika dia harus menggiring bola melewati semua orang dan mencetak gol, dia akan melakukannya. Jika dia harus bermain dengan satu sentuhan, dia akan melakukannya,” lanjut Mbappe

Namun meskipun begitu, Mbappe nampaknya masih belum mengakui Messi sebagai pemain terbaik, dirinya Messi hanya merupakan salah satu dari sekian pemain terbaik yang pernah ada.

“Dia salah satu yang terbaik, walaupun bukan yang terbaik,” ujar Mbappe.

Pelatih PSG Cuek Dengan Rumor Keretakan Neymar Dan Mbappe

Baru-baru ini Mbappe dan Neymar tampil sebagai starter PSG dalam laga menghadapi Montpellier di Parc des Princes, Minggu (26/9/2021) dalam lanjutan Liga Prancis. Tim tuan rumah membuka skor di menit ke-14 melalui Idrissa Gueye.

 

Setelah itu, PSG baru bisa menambah keunggulan di masa injury time babak kedua atau dua menit setelah Mbappe ditarik keluar. Adalah Julian Draxler yang bikin gol setelah menerima umpan Neymar.

Pemandangan menarik terjadi ketika Draxler bikin gol, Mbappe malah tertangkap kamera sedang ngomel-ngomel saat bicara dengan Idrissa Gueye di dekatnya. Ternyata Mbappe kesal karena tidak pernah diberikan umpan oleh Neymar selama di lapangan. Akhirnya isu soal keretakan hubungan Neymar dan Mbappe pun makin kencang berhembus.

Pelatih Paris Saint-Germain Mauricio Pochettino tak mau ambil pusing soal perseteruan Kylian Mbappe dan Neymar. Menurutnya hal itu biasa terjadi.

Apalagi kedatangan Lionel Messi yang memang dekat dengan Neymar sedari di Barcelona, seperti membenarkan isu tersebut. Keinginan Mbappe untuk pergi dari PSG sedikit banyak dipengaruhi ketidakharmonisannya dengan Neymar.

Pochettino pun tak mau memusingkan isu perpecahan tersebut, apalagi PSG akan menghadapi Manchester City di matchday kedua Liga Champions tengah pekan ini. Bagi Pochettino, konflik antara pemain bintang wajar muncul di klub besar.

“Mereka adalah pemain yang fantastis. Hal-hal seperti ini biasa terjadi,” ujar Pochettino seperti dikutip BBC Sport.

“Hal seperti ini selalu terjadi di antara para pemain top. Mereka berdua itu ambisius dan ingin selalu menang serta bisa membantu tim meraih prestasi,” sambungnya.

“Saya sudah bicara langsung kepada mereka berdua. Mereka pun sudah bicara satu sama lain dan ada foto mereka berdua saling bercanda di sesi latihan kok.”

“Selalu saja jika ada insiden kecil pasti dibesar-besarkan, tapi untungnya itu cuma omong kosong saja,” tutup Mauricio Pochettino.

Tanpa Messi, Sergio Busquets Yakin Barcelona Bisa Juara Liga Champions

Kepedihan yang mendalam harus dirasakan oleh Barcelona pada musim ini usai mereka gagal mempertahankan Lionel Messi yang selama ini telah membantu Blaugrana meraih puluhan gelar juara. Barca harus merelakan pemain bintangnya tersebut untuk bergabung dengan PSG.

Namun, Sergio Busquets kapten Barca tetap optimis timnya akan tetap kuat dan bisa juara Liga Champions meski tanpa Lionel Messi.

Blaugrana terpaksa melepas Messi karena mereka tidak bisa menyodorkan kontrak baru karena terbentur aturan finansial La Liga.Kini Barca memulai era baru tanpa Messi.

Sebelumnya Messi disebut akan bertahan di Barcelona, namun pada akhirnya dirinya gagal bertahan di Camp Nou, banyak yang terkejut dengan keputusan tersebut.

Sergio Busquet pun juga mengaku ikut terkejut dengan kepergian Lionel Messi, tapi dirinya menegaskan bahwa saat ini Barca harus bisa beradaptasi dengan kepergian Messi.

“Itu mengejutkan, untuk semua yang diberikan Leo kepada Barca dan secara pribadi kepada saya,” ujar Busquets seperti dilansir Goal.

“Itu adalah akumulasi emosi yang sulit dicerna, tetapi kami harus mencoba mengubah cerita. Kami berada di awal musim dan kami harus terbiasa bermain tanpa Leo,” tegasnya.

Barcelona terakhir kali juara Liga Champions pada musim 2014-15 silam. Kini dengan kepergian Messi, Barca diprediksi akan lebih kesulitan untuk bisa menjadi juara Liga Champions. Namun Sergio Busquets tetap yakin Barca bisa jadi juara UCL meski tanpa kehadiran Messi.

“Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Chelsea memenangkan Liga Champions musim lalu dan bukan favorit,” serunya.

“Yang penting adalah level kolektif dan kami tahu bahwa kami tidak memiliki Leo atau kualitas individunya. Kami di sini, bersemangat dan sadar akan kesulitannya, tetapi kami memiliki banyak ambisi dan kami ingin menang,” tegas Busquets.

Pada musim ini Barcelona tergabung di Grup E Liga Champions 2021/22, mereka akan menghadapi Bayern Munchen, Benfica, dan Dynamo Kiev.

Melepas Messi Adalah Blunder Terbesar Barcelona

Messi

Pada bursa transfer musim ini dibuat heboh dengan perpisahan Lionel Messi dengan Barcelona.Pemain terbaik dunia enam kali tersebut akhirnya meninggalkan Barcelona setelah lebih dari 20 tahun. Di tengah krisis finansial Barca, Messi urung meneken kontrak baru meski sudah menjalin kesepakatan bahkan bersedia gajinya dipotong separuh.

Hal tersebut juga menjadi sorotan dari Karl-Heinz Rummenigge,eks bos Bayern Munich menyoroti. Baginya dengan perginya Messi sama saja menjadi gol bunuh diri untuk Barca dan LaLiga.

Pada musim ini Barcelona tidak bisa berbuat banyak karena kondisi keuangan mereka yang begitu parah membuat mereka tidak dapat memenuhi aturan salary cap LaLiga sehingga konsekuensinya, Messi pun batal bertahan.

Denagn kepergian Messi disertai juga dengan turunnya tagihan gaji pemain, tetapi gengsi Barcelona dan LaLiga pun ikut anjlok. Apalagi, kompetisi sepakbola Spanyol itu sudah lebih dulu ditinggal pemain besar lainnya Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus pada 2018.

“Dalam jangka waktu tiga tahun, LaLiga kehilangan dua megabintangnya. Cristiano pergi ke Juventus, dan sekarang, Messi ke PSG. Keduanya meninggalkan sebuah gap, dalam kaitannya dengan pemasaran yang tidak dapat ditutup,” kata Rummenigge dikutip Mirror.

“Semua orang bebas mengatakan apa yang ingin mereka katakan, tapi saya menganggapnya bahwa hal itu seperti sebuah gol bunuh diri karena mereka (Barca) telah dipaksa melepas Messi karena konsekuensi financial fair play.”

“Saat Anda menumpuk banyak sekali pengeluaran maka wajar jika laporan keuangannya tidak sesuai dengan anggaran, terutama setelah pandemi virus corona berdampak kepada semua orang. Jalan yang sedang mereka hadapi sekarang berat, tapi juga tepat dan penting.”

“Mengurangi pengeluaran tampak sangat penting dengan utang melebihi 1,3 miliar euro. Tidak ada alternatif lain. Dan teman baik saya Joan Laporta juga mengetahui hal itu,” simpul Rummenigge.

Lionel Messi Datang, Kylian Mbappe Harus Siap Jumlah Golnya Di PSG Menurun

Pada bursa transfer musim ini, PSG membuat hebh dengan mendatangkan Lionel Messi secara gratis karena Barcelona tidak bisa memperpanjang kontraknya.Di PSG ada Kylian Mbappe, yang merupakan salah satu striker terbaik di dunia saat ini.

 

Pauleta,eks striker Paris Saint-Germain menilai dengan kehadiran Messi, Mbappe harus siap jika torehan golnya lebih sedikit.

Semenjak didatangkan dari AS Monaco pada 1 Juli 2018, Mbappe langsung menjadi mesin gol untuk PSG.Bersama PSG, Mbappe telah membukukan 135 gol dan 63 assist dalam 175 pertandingan lintas kompetisi.

Di Liga Prancis musim 2021/22 ini, Mbappe telah mencetak tiga gol dan dua assist dalam empat pertandingan awal.

Namun kehadiran Lionel Messi , Mbape akan mempunyai pesaing dalam mencetak gol.

“Dia (Mbappe) harus berdaptasi, tetapi dia akan banyak tumbuh bersama Messi di PSG,” kata Pauleta di laman resmi Ligue 1.

“Jika Mbappe memiliki kecerdasan untuk bergerak dengan baik memanfaatkan ruang yang diciptakan oleh Messi dan Neymar, dia akan menemukan dirinya dalam situasi yang baik berkat kualitas umpan mereka .”

“Oleh karena hal itu, Mbappe akan mampu mencetak banyak gol,” ucap Pauleta.

Pauleta juga mewanti-wanti Mbappe untuk legawa jika torehan golnya lebih sedikit ketimbang Messi dan Neymar.

“Faktanya, Mbappe bisa bermain baik di samping atau di tengah, dia akan menjadi aset tim,” ujar Pauleta.

“Dengan kemampuan yang dimiliki oleh ketiga pemain tersebut, akan ada resiko bahwa salah satu dari ketiganya akan mencetak gol lebih sedikit.”

“Jika itu yang terjadi pada Kylian, dia harus menerimanya,” tutur Pauleta.

Bocoran Cara Hentikan Messi, Saran Pemain Ini Perlu Diperhatikan

Debut di PSG, Lionel Messi Tampil "Sederhana" Halaman all - Kompas.com

Lionel Messi dalam sejarah panjang karier bermainnya, diketahui telah merundung banyak pemain bertahan dengan kemampuannya menggiring bola. Salah satunya adalah gelandang Granada, Maxime Gonalons.

Pemain kelahiran Venissieux, Prancis tersebut sering beroperasi di lini tengah sebagai gelandang bertahan. Posisi bermainnya ini mengakibatkan sering berduel dengan Lionel Messi yang biasanya menjemput bola di garis tengah lapangan jadi tak terhindarkan.

Gonalons boleh dikatakan sebagai sosok yang cukup sering bertemu Messi di lapangan. Ketika Roma menghadapi Barcelona dalam ajang Liga Champions tahun 2018 lalu di Camp Nou, Gonalons sempat unjuk gigi sebagai pengganti pada babak kedua.

Gonalons juga pernah bertemu Messi ketika memperkuat klubnya yang sekarang, Granada, pada musim lalu. Dari hampir semua pertemuannya dengan peraih enam trofi Ballon d’Or tersebut, Gonalons selalu berada di pihak yang kalah.

Dari setiap kegagalannya, Gonalons belajar cara menghentikan atau paling tidak mengganggu permainan Messi. Ia membuka semua pengetahuannya soal itu ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Goal International belum lama ini.

“Dia berasal dari planet lain. Selalu sulit membandingkan dengan pemain lain yang telah menandai masanya tapi dia… pfff, dia tidak berasal dari kategori apapun!” kata Gonalons.

“Dia adalah pemain yang kami semua telah saksikan dari TV, jadi kami telah mengenal dia dengan sangat baik, meskipun hanya sedikit yang bisa menghentikan dia. Apakah kami bisa berbicara soal menghentikan dia? Realitanya sangat kompleks, tapi anda harus mengganggu dia sesering mungkin.”

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk membuat Messi terganggu? Gonalons memberikan penjelasan secara rinci perihal kebiasaan Messi bermain, yang mungkin bisa jadi pelajaran penting buat bek-bek di Ligue 1.

“Ketika dia melakukan operan dan mula bergerak ke belakang, anda harus coba menghalangi dia, melebarkan tangan untuk menghadang pergerakannya, karena itulah kekuatannya.” ujar Gonalons lagi.

“Ketika dia mengoper bola dan maju, dia memiliki perubahan kecepatan dan arah yang impresif. Jadi, untuk menghalanginya, anda harus berdiri di arah yang berlawanan dan jangan sampai melakukan kesalahan.”

“Saat anda melawan dia, anda harus mencegah dia memakai kaki kirinya, sebab dia jarang menggunakan kaki kanannya. Dan di atas semuanya, cobalah untuk tidak menghalangi dia sepenuhnya, agar di a tidak membuat operan pembeda setiap waktu.”

Gonalons menjadikan laga Copa del Rey antara Granada kontra Barcelona tahun lalu sebagai contoh. Pada laga tersebut, Messi benar-benar menunjukkan bahaya yang bisa diwujudkan hanya dari kaki kirinya.

“Kami ungugul 2-0 pada menit ke-88 dan dia menciptakan dua gol untuk mengubah skor jadi 2-2. Jika anda lihat kedua gol itu, semuanya sama. Dia memakai kaki kirinya, masuk ke dalam [kotak penalti] dan memberikan bola kepada rekan setimnya,” pungkas Gonalons.

Sedihnya, Gonalons tidak memiliki kesempatan untuk menghadapi Messi lagi pada musim ini. Penyerang asal Argentina tersebut telah meninggalkan Barcelona untuk memenuhi pinangan PSG.

Barcelona Tidak Bisa Menjadi Terbaik Di Dunia Tanpa Lionel Messi

Tiga Syarat dari Lionel Messi agar Bertahan di Barcelona

Ronald Koeman tidak berusaha membantah. Memang diakuinya Barcelona yang sekarang belum siap menjadi tim terbaik di dunia, apalagi tanpa Lionel Messi.

Musim panas ini menjadi titik perubahan besar di Barcelona. Mereka kehilangan sang superstar, Messi, yang sudah belasan tahun jadi nyawa permainan tim.

Sialnya, Barcelona juga tidak bisa mendatangkan pemain bintang lain sebagai ganti Messi. Mereka sedang kesulitan secara finansial, bahkan sampai harus memotong gaji pemain.

Koeman mengetahui bagaimana fans mengkritik klub habis-habisan karena penjualan Messi. Fans Barca juga semakin marah ketika tahu mereka tidak bisa merekrut pengganti.

Namun tetap saja, Koeman menegaskan bahwa pihak klub sudah bekerja sebaik mungkin. Kondisinya memang sulit bagi Barca.

“Saya memahami apa yang dirasakan mereka yang mencintai klub ini, tetapi situasi ekonominya sulit,” ujar Koeman kepada SPORT.

“Situasi ini membuat frustrasi, tetapi Anda harus realistis. Bicara keuangan, kami tidak bisa bersaing dengan Paris, City, atau United. Itu jelas dan kami harus menerimanya.”

Sejauh ini Koeman berusaha mengatasi kepergian Messi dengan semaksimal mungkin. Dia mengandalkan para pemain-pemain muda yang tampak semakin matang.

“Kami ingin berada di level tertinggi dan kami harus memiliki mentalitas juara. Namun, kami tidak bisa berharap jadi yang terbaik di dunia,” lanjut Koeman.

“Kami telah kehilangan pemain terbaik di dunia dan saya tegaskan bahwa kami harus realistis. Kami tidak bisa memasang target yang biasa, sebab timnya berbeda.”

Singkatnya, Koeman meminta fans Barca lebih bersabar. Mereka tengah membangun sesuatu yang besar dan itu butuh waktu.

“Kami membangun tim dengan masa depan luar biasa, tapi Anda harus bersabar,” tutup Koeman.

Pochettino Beri Kode Messi Debut Akhir Pekan Ini

Liga Prancis: Lionel Messi Berpeluang Lakoni Debut Saat Paris Saint-Germain  Bentrok Brest

Pendukung PSG sangat menantikan momen di mana Lionel Messi menjalani pertandingan debutnya. Tapi harapan itu belum bisa terwujud karena pria asal Argentina itu harus melewatkan masa pra-musim. Messi bergabung dengan Les Parisien dengan status bebas transfer pada awal bulan Agustus. Seperti yang diketahui, Barcelona tidak mampu mengikatnya dengan kontrak baru karena terhalang regulasi salary cap La Liga.

Berhubung kontraknya berakhir di bulan Juli 2021 lalu, Messi pun tidak bisa mengikuti sesi pra-musim bersama Barcelona. Artinya pria berusia 34 tahun itu belum menjalani sesi latihan reguler sejak masa liburnya berakhir. Memaksa Messi bermain secepat mungkin bisa berakibat buruk, seperti performa yang tidak maksimal atau amit-amit mengalami cedera parah. Oleh karena itu, PSG jadi tidak ingin terburu-buru untuk memainkannya.

Messi tidak ikut serta dalam skuat PSG yang bertandang ke markas Brest untuk menjalani partai lanjutan Ligue 1 akhir pekan lalu. Untungnya, Les Parisien mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. PSG memang tidak membawa semua pemain barunya untuk tampil pertandingan itu. Cuma Lionel Messi dan Sergio Ramos saja yang tidak terlibat, sementara rekrutan lain seperti Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Gianluigi Donnaruma ikut serta.

Mauricio Pochettino selaku pelatih memberikan kabar baik seputar Messi saat berbincang dengan ESPN baru-baru ini. Ia mengatakan kalau sang bintang berpeluang menjalani debut untuk pertandingan melawan Reims akhir pekan ini.

“Pekan ini berjalan sangat baik buat Leo, jadi kami berharap, kalau semuanya berjalan dengan baik, dia bisa masuk dan mulai menjadi bagian dari tim,” kata Pochettino.

Messi harus tampil di pertandingan melawan Reims yang diadakan pada hari Senin (30/8/2021) mendatang. SebaKarena, setelah pertandingan itu, PSG akan ‘berlibur’ selama beberapa hari dikarenakan adanya momen jeda internasional. Peraih enam trofi Ballon d’Or itu dipastikan akan memperkuat Timnas Argentina selama jeda internasional berjalan. Argentina akan menjalani tiga pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL melawan Venezuela, Brasil, dan Bolivia.

Setelahnya, Messi akan kembali bergabung dengan skuat PSG untuk menjalani persiapan menghadapi pertandingan berikutnya di Ligue 1. Menurut jadwal, mereka akan bertemu Clermont Foot di Parc des Princes usai jeda internasional rampung.