Lionel Messi Datang, Kylian Mbappe Harus Siap Jumlah Golnya Di PSG Menurun

Pada bursa transfer musim ini, PSG membuat hebh dengan mendatangkan Lionel Messi secara gratis karena Barcelona tidak bisa memperpanjang kontraknya.Di PSG ada Kylian Mbappe, yang merupakan salah satu striker terbaik di dunia saat ini.

 

Pauleta,eks striker Paris Saint-Germain menilai dengan kehadiran Messi, Mbappe harus siap jika torehan golnya lebih sedikit.

Semenjak didatangkan dari AS Monaco pada 1 Juli 2018, Mbappe langsung menjadi mesin gol untuk PSG.Bersama PSG, Mbappe telah membukukan 135 gol dan 63 assist dalam 175 pertandingan lintas kompetisi.

Di Liga Prancis musim 2021/22 ini, Mbappe telah mencetak tiga gol dan dua assist dalam empat pertandingan awal.

Namun kehadiran Lionel Messi , Mbape akan mempunyai pesaing dalam mencetak gol.

“Dia (Mbappe) harus berdaptasi, tetapi dia akan banyak tumbuh bersama Messi di PSG,” kata Pauleta di laman resmi Ligue 1.

“Jika Mbappe memiliki kecerdasan untuk bergerak dengan baik memanfaatkan ruang yang diciptakan oleh Messi dan Neymar, dia akan menemukan dirinya dalam situasi yang baik berkat kualitas umpan mereka .”

“Oleh karena hal itu, Mbappe akan mampu mencetak banyak gol,” ucap Pauleta.

Pauleta juga mewanti-wanti Mbappe untuk legawa jika torehan golnya lebih sedikit ketimbang Messi dan Neymar.

“Faktanya, Mbappe bisa bermain baik di samping atau di tengah, dia akan menjadi aset tim,” ujar Pauleta.

“Dengan kemampuan yang dimiliki oleh ketiga pemain tersebut, akan ada resiko bahwa salah satu dari ketiganya akan mencetak gol lebih sedikit.”

“Jika itu yang terjadi pada Kylian, dia harus menerimanya,” tutur Pauleta.

Bocoran Cara Hentikan Messi, Saran Pemain Ini Perlu Diperhatikan

Debut di PSG, Lionel Messi Tampil "Sederhana" Halaman all - Kompas.com

Lionel Messi dalam sejarah panjang karier bermainnya, diketahui telah merundung banyak pemain bertahan dengan kemampuannya menggiring bola. Salah satunya adalah gelandang Granada, Maxime Gonalons.

Pemain kelahiran Venissieux, Prancis tersebut sering beroperasi di lini tengah sebagai gelandang bertahan. Posisi bermainnya ini mengakibatkan sering berduel dengan Lionel Messi yang biasanya menjemput bola di garis tengah lapangan jadi tak terhindarkan.

Gonalons boleh dikatakan sebagai sosok yang cukup sering bertemu Messi di lapangan. Ketika Roma menghadapi Barcelona dalam ajang Liga Champions tahun 2018 lalu di Camp Nou, Gonalons sempat unjuk gigi sebagai pengganti pada babak kedua.

Gonalons juga pernah bertemu Messi ketika memperkuat klubnya yang sekarang, Granada, pada musim lalu. Dari hampir semua pertemuannya dengan peraih enam trofi Ballon d’Or tersebut, Gonalons selalu berada di pihak yang kalah.

Dari setiap kegagalannya, Gonalons belajar cara menghentikan atau paling tidak mengganggu permainan Messi. Ia membuka semua pengetahuannya soal itu ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Goal International belum lama ini.

“Dia berasal dari planet lain. Selalu sulit membandingkan dengan pemain lain yang telah menandai masanya tapi dia… pfff, dia tidak berasal dari kategori apapun!” kata Gonalons.

“Dia adalah pemain yang kami semua telah saksikan dari TV, jadi kami telah mengenal dia dengan sangat baik, meskipun hanya sedikit yang bisa menghentikan dia. Apakah kami bisa berbicara soal menghentikan dia? Realitanya sangat kompleks, tapi anda harus mengganggu dia sesering mungkin.”

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk membuat Messi terganggu? Gonalons memberikan penjelasan secara rinci perihal kebiasaan Messi bermain, yang mungkin bisa jadi pelajaran penting buat bek-bek di Ligue 1.

“Ketika dia melakukan operan dan mula bergerak ke belakang, anda harus coba menghalangi dia, melebarkan tangan untuk menghadang pergerakannya, karena itulah kekuatannya.” ujar Gonalons lagi.

“Ketika dia mengoper bola dan maju, dia memiliki perubahan kecepatan dan arah yang impresif. Jadi, untuk menghalanginya, anda harus berdiri di arah yang berlawanan dan jangan sampai melakukan kesalahan.”

“Saat anda melawan dia, anda harus mencegah dia memakai kaki kirinya, sebab dia jarang menggunakan kaki kanannya. Dan di atas semuanya, cobalah untuk tidak menghalangi dia sepenuhnya, agar di a tidak membuat operan pembeda setiap waktu.”

Gonalons menjadikan laga Copa del Rey antara Granada kontra Barcelona tahun lalu sebagai contoh. Pada laga tersebut, Messi benar-benar menunjukkan bahaya yang bisa diwujudkan hanya dari kaki kirinya.

“Kami ungugul 2-0 pada menit ke-88 dan dia menciptakan dua gol untuk mengubah skor jadi 2-2. Jika anda lihat kedua gol itu, semuanya sama. Dia memakai kaki kirinya, masuk ke dalam [kotak penalti] dan memberikan bola kepada rekan setimnya,” pungkas Gonalons.

Sedihnya, Gonalons tidak memiliki kesempatan untuk menghadapi Messi lagi pada musim ini. Penyerang asal Argentina tersebut telah meninggalkan Barcelona untuk memenuhi pinangan PSG.

Buntut Kerusuhan Nice vs Marseille, Punggung Dimitri Payet Lebam

Ligue 1: Nice vs Marseille cancelled after clash between players and fans

Pekan ke-3 Liga Prancis 2021-2022 mempertemukan OGC Nice dengan Olympique Marseille di Stadion Allianz Riviera, Minggu (22/8/2021) malam waktu setempat. Pertandingan itu berjalan panas. Bukan hanya karena Olympique Marseille sedang tertinggal 0-1 setelah gawangnya dibobol striker Nice, Kasper Dolberg, pada menit ke-49 dan berusaha menyamakan skor, tapi pertandingan itu juga memang bertensi tinggi karena kehadiran suporter di dalam stadion.

Ketegangan pertandingan itu pun akhirnya pecah saat pertandingan memasuki menit ke-75. Pemain Marseille, Dimitri Payet, hendak mengambil tendangan sudut. Tapi, saat sedang berjalan menuju penjuru lapangan, Payet dilempari botol oleh suporter Nice.

Dimitri Payet sempat tersungkur di lapangan akibat lemparan itu. Tidak berselang lama, pemain asal Prancis itu bangkit dan melempar balik botol ke arah suporter. Aksi Payet itu membuat suporter Nice naik pitam dan akhirnya turun ke lapangan untuk mengejar pemain berusia 34 tahun itu. Petugas keamanan bertindak cepat dengan mengamankan Payet dan menahan upaya suporter Nice yang coba masuk ke lapangan.

Tapi, di saat upaya meredam kerusuhan sedang dilakukan ada satu pemain Marseille, yaitu Alvaro Gonzalez, yang membuat situasi semakin keruh. Alvaro Gonzalez menendang bola ke arah bangku penonton dan itu membuat suporter Nice semakin tidak terima dan akhirnya semakin banyak dari mereka yang turun ke lapangan. Alhasil kerusuhan semakin tidak terkendali dan wasit yang bertugas dalam pertandingan itu, Benoit Bastien, memilih menghentikan pertandingan. Duel tersebut resmi disetop pada menit ke-77.

Di sisi lain, kerusuhan juga terjadi di area bangku cadangan. Tapi, bukan melibatkan pemain dengan suporter, melainkan antara pelatih dan pemain. Dilansir dari GFFN, pelatih Marseille, Jorge Sampaoli, terlibat adu mulut dengan bek Nice, Jean-Clair Todibo. Laporan GFFN menyebut Todibo mengatakan sesuatu yang menyinggung sehingga membuat sosok yang pernah melatih Lionel Messi di timnas Argentina dari 2017 sampai 2018 itu mengamuk di lapangan.

Amukan Sampaoli tidak berhenti di situ saja, saat kerusuhan di lapangan sudah bisa dikendalikan dan para pemain masuk ke ruang ganti, juru taktik asal Argentina itu dilaporkan masih mengamuk. Sementara itu, setelah kedua kubu masuk ke ruang ganti masing-masing, staf medis langsung memeriksa kondisi para pemain. Hasilnya, Payet mengalami memar di area punggung.

Bukan hanya Payet, dua pemain Marseille lainnya, Luan Peres dan Matteo Gunedouzi, juga mengalami memar di area leher. Setelah melakukan pemeriksaan kondisi, petugas pertandingan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Pemain Nice merespons panggilan itu dengan kembali ke dalam lapangan, tapi tidak demikian dengan pemain Marseille.

Anak-anak asuh Jorge Sampaoli bertahan di dalam ruang ganti dan menolak bermain. Tidak lama setelahnya, wasit memutuskan untuk menyudahi jalannya pertandingan. Menurut GFFN, Nice diberi kemenangan 3-0 karena aturan badan pengelola sepak bola Prancis, LFP, menyatakan demikian. Tapi, pihak LFP sendiri belum memberikan keputusan terkait pertandingan yang berakhir karena kerusuhan itu. LFP baru akan memanggil kedua klub untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu (25/8/2021).

“Menyusul insiden serius pertemuan OGC Nice – Olympique de Marseille (hari ke-3 Ligue 1 Uber Eats), Komisi Disiplin LFP memanggil kedua klub untuk sesi pada Rabu, 25 Agustus 2021,” bunyi pernyataan LFP.

Pochettino Beri Kode Messi Debut Akhir Pekan Ini

Liga Prancis: Lionel Messi Berpeluang Lakoni Debut Saat Paris Saint-Germain  Bentrok Brest

Pendukung PSG sangat menantikan momen di mana Lionel Messi menjalani pertandingan debutnya. Tapi harapan itu belum bisa terwujud karena pria asal Argentina itu harus melewatkan masa pra-musim. Messi bergabung dengan Les Parisien dengan status bebas transfer pada awal bulan Agustus. Seperti yang diketahui, Barcelona tidak mampu mengikatnya dengan kontrak baru karena terhalang regulasi salary cap La Liga.

Berhubung kontraknya berakhir di bulan Juli 2021 lalu, Messi pun tidak bisa mengikuti sesi pra-musim bersama Barcelona. Artinya pria berusia 34 tahun itu belum menjalani sesi latihan reguler sejak masa liburnya berakhir. Memaksa Messi bermain secepat mungkin bisa berakibat buruk, seperti performa yang tidak maksimal atau amit-amit mengalami cedera parah. Oleh karena itu, PSG jadi tidak ingin terburu-buru untuk memainkannya.

Messi tidak ikut serta dalam skuat PSG yang bertandang ke markas Brest untuk menjalani partai lanjutan Ligue 1 akhir pekan lalu. Untungnya, Les Parisien mampu keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. PSG memang tidak membawa semua pemain barunya untuk tampil pertandingan itu. Cuma Lionel Messi dan Sergio Ramos saja yang tidak terlibat, sementara rekrutan lain seperti Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Gianluigi Donnaruma ikut serta.

Mauricio Pochettino selaku pelatih memberikan kabar baik seputar Messi saat berbincang dengan ESPN baru-baru ini. Ia mengatakan kalau sang bintang berpeluang menjalani debut untuk pertandingan melawan Reims akhir pekan ini.

“Pekan ini berjalan sangat baik buat Leo, jadi kami berharap, kalau semuanya berjalan dengan baik, dia bisa masuk dan mulai menjadi bagian dari tim,” kata Pochettino.

Messi harus tampil di pertandingan melawan Reims yang diadakan pada hari Senin (30/8/2021) mendatang. SebaKarena, setelah pertandingan itu, PSG akan ‘berlibur’ selama beberapa hari dikarenakan adanya momen jeda internasional. Peraih enam trofi Ballon d’Or itu dipastikan akan memperkuat Timnas Argentina selama jeda internasional berjalan. Argentina akan menjalani tiga pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL melawan Venezuela, Brasil, dan Bolivia.

Setelahnya, Messi akan kembali bergabung dengan skuat PSG untuk menjalani persiapan menghadapi pertandingan berikutnya di Ligue 1. Menurut jadwal, mereka akan bertemu Clermont Foot di Parc des Princes usai jeda internasional rampung.

PSG Tanpa Messi Tetap Tak Tergoyahkan di Puncak Klasemen

Lionel Messi Gunakan Kostum Nomor 30 di PSG | Republika Online

Tanpa Lionel Messi sekalipun, PSG tidak akan tergoyahkan di puncak klasemen Liga Prancis, setidaknya selama 40 jam. Lionel Messi belum kelihatan batang hidungnya di lapangan pertandingan sejak bergabung dengan Paris Saint-Germain. Sudah dua partai dijalani PSG tanpa kemunculan Messi sejak superstar Argentina itu diresmikan sebagai anggota baru mereka musim panas ini.

Transfer Messi dipublikasikan pada 10 Agustus lalu. Empat hari kemudian, pasukan Mauricio Pochettino membungkam Strasbourg 4-2 di Parc des Princes. Messi cuma menyaksikan pertandingan dari tribune bersama sobat karibnya, Neymar Jr. Jumat (20/8/2021), pemilik 6 trofi Ballon d’Or itu malah tak ada di Paris saat rekan-rekannya berjibaku di partai pekan ketiga Liga Prancis.

PSG bertamu ke markas Brest, sementara Messi dan Neymar dilaporkan terbang ke Barcelona. Bukan kembali ke klub lama mereka, melainkan mengadakan reuni singkat di kediaman Luis Suarez di Castelldefels. Menurut Mundodeportivo, mantan trisula mematikan di FC Barcelona itu makan bersama di rumah Suarez. Messi dan Neymar mendarat di Barcelona hanya terpaut beberapa menit menggunakan pesawat yang berbeda.

Adapun di Prancis, PSG melalui pertandingan lanjutan di Ligue 1 2021-2022 dengan kemenangan ketiga secara beruntun. Les Parisiens menekuk tuan rumah 4-2 melalui gol-gol kece. Pesta dibuka tembakan voli Ander Herrera (23′) dan menutup babak pertama dengan gol sundulan Kylian Mbappe (36′). Itulah lesakan perdana sang bintang muda timnas Prancis di Ligue 1 musim ini.

Di babak kedua, pemain bertahan Idrissa Gueye menyumbangkan gol ketiga PSG melalui tendangan geledek dari jarak 37 meter di depan gawang (73′). Tembakan lob cantik Angel Di Maria menjadi lesakan penutup di akhir waktu normal (90′). Penampilan PSG toh tidak sempurna-sempurna amat. Brest sempat bikin mereka deg-degan saat memperkecil jarak menjadi 1-2 dan 2-3 melalui gol Franck Honorat dan Steve Mounie.

Di akhir, Paris berhasil sintas dan mengamakan tripoin ketiga musim ini. Sebelumnya, PSG menekuk Strasbourg dengan skor sama dan membuka musim dengan margin 2-1 atas Troyes. Streak tiga kemenangan membuat posisi PSG tidak akan tergoyahkan di puncak klasemen Liga Prancis akhir pekan ini. Setidaknya, singgasana aman selama 40 jam atau sebelum dua pesaing terdekat mereka, Clermont Foot dan Angers, menyusul untuk jalani pekan ketiga.

Sama-sama meraup 6 poin dari dua partai, Clermont (vs Lyon) dan Angers (vs Bordeaux) baru tampil pada Minggu besok, masing-masing pukul 18.00 dan 20.00 WIB. Tapi, Pochettino mengamini kalau performa Paris Saint-Germain masih jauh dari kata sempurna. Terutama di sektor pertahanan, PSG tidak semengerikan itu. Tidak pernah mencatat clean-sheet, mereka kebobolan 5 kali dalam 4 partai awal, salah satu angka terbanyak di start Ligue 1 musim ini.

Karena hal itu, pendukung sepertinya tidak sabar menanti perubahan apa yang diberikan Sergio Ramos buat lini pertahanan. Seperti halnya Leo Messi, Ramos masih menanti momen debut. Mantan kapten Real Madrid itu kudu memastikan kondisi fisiknya bugar seratus persen pascacedera musim lalu.

“Kami menderita gol yang lain, tapi kemenangan dan tiga poin sungguh penting sebelum kompetisi memasuki jeda internasional,” kata Pochettino.

“Penting untuk memiliki 9 poin dan memuncaki klasemen. Hal vital juga untuk membangun kepercayaan diri kami dan mengembangkan cara bermain tim,” katanya.

Fan PSG harus bersabar setidaknya sampai pekan keempat untuk menyaksikan debut Lionel Messi. Mereka akan menghadapi Stade de Reims di markas sang rival, Minggu (29/8/2021). Hal serupa mungkin berlaku untuk Neymar, yang masih belum tampil musim ini.

Pilih No.30 di PSG, Ternyata Punya Makna Mendalam Bagi Lionel Messi

Setelah Lionel Messi resmi bergabung dengan raksasa Prancis, PSG. Pemain asal Argentina tersebut memilih nomor punggung 30 untuk menemaninya mengarungi musim 2021/22.

Aslinya, Messi memang belum mau berpisah dengan Barcelona yang telah diperkuat sejak tahun 2004. Ia bahkan mengaku sudah siap merelakan 50 persen pemasukannya agar bisa kembali mengenakan seragam Blaugrana.

Namun sedihnya, Barcelona harus merelakan Messi pergi ke klub lain. Barcelona tersangkut regulasi salary cap dan kalau sampai nekat memberikan kontrak baru kepada Messi, pemain baru seperti Memphis Depay dan Sergio Aguero terancam tak bisa didaftarkan ke dalam skuat.

Messi pun pada akhirnya memilih pindah ke PSG. Raksasa Prancis tersebut berani membayarnya 35 juta euro per musim dengan kontrak berdurasi dua tahun. Mereka tak perlu mengeluarkan uang sebagai biaya transfer berhubung kontrak Messi dengan Barcelona telah usai sejak Juli lalu.

Para penggemar sepakbola sudah tahu kalau Messi identik dengan No.10 yang dikenakan semasa membela Barcelona dan Timnas Argentina. Namun, nomor punggung tersebut sedang dikenakan oleh Neymar di PSG.

Beberapa laporan menyebutkan kalau pria asal Brasil tersebut sudah siap merelakan nomor punggungnya pindah ke tangan Messi. Namun, Messi menolak dan memilih No.30. Pria berusia 34 tahun itu baru-baru ini menjelaskan alasannya.

“30 adalah nomor punggung pertama saya, dalam beberapa tahun pertama bersama Barcelona. Setelah begitu lama waktu dilalui, dan dengan perubahan besar ini, saya merasa sedang memulai lagi, dan rasanya tepat untuk memulai lagi dengan nomor 30,” katanya kepada beIN Sports.

Messi menghabiskan sebagian besar karirnya di Barcelona. Ia mengaku terkejut dengan sambutan meriah pendukung PSG yang menantikan kedatangannya. Pengalaman semacam ini belum pernah dirasakan oleh Messi.

“Sejujurnya rasanya gila. Dari momen ketika pernyataannya dikeluarkan, orang-orang membanjiri jalanan tanpa tahu saya akan datang ke sini belum ada yang bisa dikonfirmasi,” ucap Messi.

“Ini adalah pengalaman pertama saya ada di luar Barcelona, usai berada di sana sangat lama dan pengalaman semacam ini rasanya gila. Saya menikmati setiap menitnya dan sangat senang sejak awal,” pungkasnya.

Belum diketahui kapan Messi bakalan menjalani debutnya bersama Les Parisien. Menurut beberapa dugaan, ia diyakini akan merumput ketika PSG bertemu Reims di pentas Ligue 1 pada Senin (29/8/2021) mendatang.

Youngster PSG Siap Layani Messi Karena Jadi Idolanya

Messi to PSG: Ex-Barcelona star signs to join Neymar, Mbappé - Sports  Illustrated

Paris Saint-Germain bisa dibilang sedang mendapatkan rezeki nomplok pada bursa transfer musim panas ini. Bagaimana tidak, PSG mendapatkan empat pemain bintang sekaligus secara cuma-cuma. Salah satu yang paling mengejutkan tentunya kedatangan mantan kapten Barcelona, Lionel Messi. Messi didatangkan secara gratis dari Barcelona pada bursa transfer musim panas ini.

Barcelona tidak mampu memberi kontrak baru kepada Messi setelah terbentur kebijakan Liga Spanyol. Alhasil, Barcelona untuk pertama kalinya selama 16 tahun tidak akan diperkuat oleh Messi. PSG, yang sudah sejak lama menginginkan Messi, segera bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan kapten timnas Argentina itu. Tanpa perlu waktu banyak, Les Parisiens sukses merekrut Messi untuk bermain bersama mereka pada musim depan.

Setelah diperkenalkan ke seluruh pendukung PSG, Messi mulai berlatih dengan rekan-rekan setimnya. Dilansir dari Sportbible, Messi ikut berlatih dengan skuad asuhan Mauricio Pochettino pada Kamis (12/8/2021) waktu setempat. Itu merupakan latihan pertama Messi sejak memenangkan Copa America 2021 bersama timnas Argentina. Tidak hanya berlatih, La Pulga juga menyapa sejumlah rekan setimnya dan staf pelatih PSG.

Salah satu yang bertemu dengan Messi adalah youngster PSG, Ismael Gharbi. Gharbi baru saja menjalani debutnya bersama tim senior PSG di pertandingan pramusim jelang Liga Prancis 2021-2022. Pemain berusia 17 tahun itu dipertemukan dengan Messi oleh Pochettino. Gharbi kelihatan semringah dan tanpa ragu berbicara dengan mantan megabintang Barcelona itu.

Bahkan, Gharbi mau untuk melayani segala kebutuhan Messi selama di PSG.

“Kalau Anda membutuhkan sesuatu, kami ada di sini untuk Anda,” kata Gharbi.

Messi yang mendengar omongan itu lalu menjabat tangan Gharbi dan memeluknya.

Tahun Depan Rencana PSG Ingin Gabungkan Messi-Ronaldo

Lionel Messi pips Cristiano Ronaldo to Player of the Decade title -  Football Espana

PSG punya misi yang ambisius tahun 2022 mendatang. Menurut kabar, klub raksasa Prancis itu berniat menduetkan Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo di lini depannya. Per hari Rabu (11/8/2021) kemarin, PSG berhasil mendapatkan tanda tangan Lionel Messi. Mereka tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya transfernya karena Messi sudah berstatus tanpa klub sejak awal bulan Juli lalu.

Kabar kepindahan Messi ke PSG bukan kejutan, karena hanya Les Parisien yang sanggup menampungnya dengan gaji setinggi langit. Yang mengejutkan adalah fakta kalau Messi pergi dari Barcelona setelah 21 tahun membela klub itu. Barcelona dan Messi sejatinya masih ingin melanjutkan kerja sama. Itulah mengapa Messi tidak bergabung dengan klub lain walau sudah memiliki hak untuk itu sejak awal bulan Juli lalu. Sayangnya, regulasi La Liga membuat keduanya harus berpisah.

Singkat kata, Messi sudah menjadi milik PSG. Kalau dilihat dari laporan dari Diario AS, maka bisa disimpulkan kalau pemain asal Argentina itu adalah bagian pertama dari misi ambisius Les Parisiens yang hendak dicapai tahun 2022 nanti.

Ya, Diario AS melaporkan kalau PSG berniat menduetkan Messi dengan Ronaldo di lini depannya. Mereka bahkan sudah siap untuk membiarkan pemain andalannya, Kylian Mbappe, pergi dengan status bebas transfer di tahun yang sama. Mbappe sendiri sering dikaitkan dengan Real Madrid. Salah satu jalan buat pria berusia 22 tahun itu untuk angkat kaki dari Parc des Princes hanyalah dengan menunggu sampai kontraknya berakhir.

Perlu diketahui juga kalau PSG bisa merekrut Ronaldo dengan status bebas transfer tahun depan. Karena kontrak pemenang lima trofi Ballon d’Or itu bersama Juventus akan habis pada bulan Juli 2022. Juventus, melalui petingginya, sudah menegaskan kalau Ronaldo akan bertahan musim ini. Tapi mereka tidak memberikan penjelasan soal kemungkinan perpanjangan kontrak Ronaldo dalam waktu dekat ini.

Ronaldo dan Messi dikenal sebagai pemain yang memiliki CV terdekorasi oleh banyak prestasi membanggakan baik di level klub maupun tim nasional. Keduanya dikenal sebagai rival di La Liga dan tidak sedikit yang ingin melihatnya bermain dalam satu tim.

Dulu Barca Punya MSN Sekarang PSG Punya MMN

Lionel Messi dan Neymar bersatu kembali. Dahulu, mereka membentuk trisula maut MSN bersama Luis Suarez di Barcelona. Sekarang, mereka berdua, ditambah Kylian Mbappe, menjadi trisula baru PSG. Messi baru saja resmi bergabung dengan PSG. Berpisah dengan Barcelona, Messi menyusul Neymar ke PSG. Musim ini, PSG juga sudah mendatangkan Georginio Wijnaldum dari Liverpool, Achraf Hakimi dari Inter Milan, Sergio Ramos dari Real Madrid, dan Gianluigi Donnarumma dari AC Milan.

Tim mereka benar-benar bertabur bintang. Tapi, setelah kedatangan Messi, lini serang PSG benar-benar menjadi sorotan. Karena, PSG sekarang bisa membentuk trisula MMN – Messi, Mbappe, dan Neymar di lini depan. Itu dengan catatan Mbappe tidak pergi.

Barcelona pernah memiliki trisula mematikan pada diri Messi, Suarez, dan Neymar. Publik mengenalnya sebagai trio MSN. Mereka tiga musim bermain bersama. Itu terhitung sejak bergabungnya Suarez dari Liverpool pada 2014 sampai perginya Neymar ke PSG pada 2017. Selama periode itu, trio MSN mencetak total 364 gol dan 173 assist untuk Barcelona. Itu adalah sebuah statistik yang sangat mengagumkan.

Prestasinya pun luar biasa. Trio itu turut mengantarkan Barcelona meraih dua gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, juga masing-masing satu titel Supercopa de Espana, Liga Champions, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dulu, Messi dan Neymar berkolaborasi dengan Suarez. Sekarang, mereka akan berkolaborasi dengan Mbappe. Di usia 22 tahun, penyerang Prancis ini sudah meraih banyak hal. Itu termasuk trofi Piala Dunia (2018), yang Messi maupun Neymar bahkan masih belum pernah meraihnya. Kemampuan Mbappe sebagai seorang penyerang juga tidak perlu diragukan. Kecepatan, skill, teknik, dan insting golnya tergolong di atas rata-rata. Dia merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini.

Mbappe masih punya masa depan yang sangat panjang. Sementara itu, Neymar, dengan kehadiran Messsi, diyakini bisa mengoptimalkan potensinya. Messi sendiri, walau sudah berusia 34 dan mungkin tidak sehebat beberapa tahun lalu, tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di jagat sepak bola.

Punya pemain-pemain seperti ini adalah sebuah kemewahan. Tapi, yang paling penting adalah bagaimana menyatukan mereka menjadi sebuah unit yang solid. Itu adalah tugas berat yang menunggu pelatih PSG, Mauricio Pochettino. Mampukah mantan manajer Tottenham itu melakukannya?

Ingin Selevel Dengan Cristiano Ronaldo, Mbappe Harus Tingkatkan Kemampuan Ini

Kylian Mbappe, tidak perlu diragukan lagi mengenai kemampuan bintang Paris Saint-Germain (PSG) ini. Selama berkostum PSG, Mbappe telah mencatatkan 132 gol dan 61 assist.

Namun, pemain berusia 22 tahun itu masih belum mampu mempersembahkan trofi Liga Champions untuk PSG. Adapun Mbappe dirumorkan akan segera meninggalkan Les Parisiens pada bursa transfer musim panas 2021.

Mbappe masih enggan memperpanjang kontraknya yang akan kedaluwarsa pada 30 Juni 2022. Real Madrid pun menjadi tim yang paling sering dikatikan dengan kepindahan striker asal Prancis itu.

Pasalnya, Real Madrid masih belum menemukan sosok striker pengganti Cristiano Ronaldo yang pindah ke Juventus pada 2018. Kemampuan yang dimiliki oleh Mbappe digadang-gadang bisa seperti Cristiano Ronaldo.

Eks striker AC Milan, Filippo Inzaghi, pun menyoroti kemampuan Mbappe. Menurut Inzaghi, catatan gol Mbappe saat ini tidak menarik seperti yang dimiliki oleh Ronaldo.

“Ronaldo memiliki karier yang hebat di Real Madrid,” kata Inzaghi seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

“Sekarang ada Mbappe di Paris. Untuk saat ini, torehan gol Mbappe tidak menarik seperti Ronaldo.”

“Kemampuan dribbling Mbappe di ruang sempit dan kecepatan yang dimiliki menakjubkan. Sepertinya dia memiliki roda gigi di kakinya.”

“Terlebih lagi, kelihatannya mudah bagi Mbappe untuk membuat perbedaan di lapangan,” tutur Inzaghi melanjutkan.

Inzaghi juga menjelaskan kemampuan yang harus ditingkatkan oleh Mbappe jika ingin selevel dengan Cristiano Ronaldo.

“Saat ini, sundulan dan kemampuan Cristiano Ronaldo untuk terlepas dari penjagaan bek tidak dapat dijangkau,” ucap Inzaghi.

“Cristiano juga sangat akurat menembak bola dengan kaki kanan dan kaki kirinya.”

“Ini adalah sesuatu yang masih perlu ditingkatkan oleh Mbappe,” ujar Inzaghi menambahkan.