Donnarumma Bersiap Tes Medis Untuk PSG Setelah Raih Kemenangan

Hari-hari sibuk sedang dihadapi Gianluigi Donnarumma. Setelah membantu Timnas Italia meraih kemenangan pada laga perdana Euro 2020, ia dijadwalkan akan menjalani tes medis untuk merampungkan kepindahannya ke PSG.

Donnarumma mengawal garis gawang sejak menit awal ketika Timnas Italia bertemu Timnas Turki dalam laga perdana Euro 2020 di Stadio Olimpico, Sabtu (12/6/2021). Ia bisa mengawal gawangnya dengan baik dan mencatatkan clean-sheet.

Italia mampu keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0 berkat hal itu juga. Ketiga golnya tercipta pada babak kedua lewat aksi bunuh diri Merih Demiral dan dua lainnya dikantongi oleh Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne.

Tiga poin yang sangat berharga. Kans Italia melaju ke babak 16 besar pun kian besar. Mereka sedang menduduki peringkat pertama dalam klasemen Grup A dan bisa lolos kalau mampu mengalahkan Swiss pada matchday berikutnya.

Donnarumma harus menyelesaikan proses kepindahannya ke PSG setelah pertandingan itu. SportItalia dan Sky Sport Italia melaporkan kalau agen sang pemain, Mino Raiola, telah mencapai kesepakatan dengan klub raksasa asal Prancis itu.

Donnarumma akan secepatnya menjalani tes medis. Menurut pemberitaan, tes medis bakalan dilangsungkan pada Sabtu atau hari Minggu waktu setempat. Donnarumma pun tak perlu meninggalkan kamp latihan Italia untuk melakukannya.

Sebelum ini, Donnarumma sempat dikaitkan dengan dua klub papan atas Eropa lainnya seperti Juventus dan Barcelona. Tapi sayangnya, mereka memilih mundur karena belum berminat menggeser kiper utamanya ke bangku cadangan.

Seperti yang diketahui, PSG tidak perlu merogoh kocek hanya untuk membawa Donnarumma ke Parc des Princes di musim panas ini. Mereka mendapatkannya secara gratis karena kontrak Donnarumma bersama AC Milan berakhir pada akhir bulan Juni.

Sebenarnya perwakilan Donnarumma dan AC Milan sudah bertatap muka untuk mendiskusikan kontrak baru. Namun, kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan perihal gaji yang bakalan didapatkan oleh sang pemain.

Donnarumma dikabarkan menuntut gaji sebesar 10 juta euro per musim, sementara Milan hanya mau membayarnya seharga delapan juta euro saja. Karena sama-sama ngotot, kesepakatan pun tak bisa diwujudkan.

Pada akhirnya, pria berumur 22 tahun tersebut harus minggat dari San Siro. Meninggalkan klub yang membesarkan nama dan memberinya kesempatan tampil di level profesional ketika masih berusia 16 tahun.

Bukan Timnas Prancis, Zidane Akan Latih Tim Ini

Masa depan Zinedine Zidane kembali menimbulkan rumor baru yang terus berkembang. Rumor terbaru tersebut mengatakan Zidane tidak mengarah ke Timnas Prancis.

Seperti yang sudah diketahui, Zidane saat ini berstatus tanpa klub. Manajer asal Prancis itu telah mundur dari jabatannya sebagai manajer Real Madrid.

Zidane sendiri digosipkan sudah punya target ke mana ia ingin berlabuh di musim depan. Ia kabarnya mengincar kursi pelatih Timnas Prancis.

Dilansir Le10Sports, Zidane berpotensi tidak melatih Timnas Prancis. Karena ia dilaporkan masuk dalam radar PSG.

Menurut laporan tersebut, PSG saat ini tengah mencari pelatih baru. Pelatih mereka, Mauricio Pochettino dilaporkan ingin hengkang di musim panas ini. Ia dikabarkan ingin kembali ke Inggris untuk menangani Spurs.

Itulah mengapa PSG butuh manajer berpengalaman dan Zidane dinilai bakal jadi opsi yang dipertimbangkan oleh PSG.

Laporan itu mengklaim bahwa pihak PSG sudah menghubungi Zidane. Mereka sudah mengutarakan keinginan mereka untuk mempekerjakan sang manajer. Mereka juga sudah memberikan tawaran proposal mereka untuk sang manajer.

Zidane sendiri belum memberikan jawaban untuk tawaran PSG itu namun ia dikabarkan mempertimbangkan tawaran itu. Zidane juga dirumorkan berpotensi pindah ke Inggris.

Tottenham juga dilaporkan tertarik mempekerjakannya di musim panas nanti.

Lllle Juara Ligue 1, Bagaimana Nasib Uang Segepok PSG?

Ligue 1 akhirnya memiliki juara baru. Lille menundukkan Angers dengan skor 2-1 dan sekaligus mengunci gelar juara, senin (24/5/2021) dini hari WIB.

Keberhasilan Lille ini sendiri menjadi sebuah warna tersendiri dan membuktikan bahwa musim 2020/21 benar-benar penuh kejutan.

Lille memimpin dengan 83 poin, unggul tipis dari PSG yang mengekor dengan 82 poin. Jika ditinjau secara angka, kekuatan Lille musim ini berpusat pada lini belakang mereka yang hanya mendapatkan 23 kebobolan.

Catatan ini jadi yang terbaik di antara lima liga top Eropa musim 2020/21. Ini bukti bahwa pertahanan adalah kunci jadi juara.

Lille juara, patahkan dominasi

Warna berbeda diberikan Lille atas keberhasilan mereka pada persaingan di Liga Prancis. Selama bertahun-tahun PSG mendominasi, kini Prancis menemukan juara baru.

Dalam 9 tahun terakhir, 7 gelar diraih PSG, termasuk tiga tahun terakhir secara beruntun. Kini generasi emas Lille berhasil jadi juara untuk menghentikan dominasi itu.

Lille terakhir juara pada musim 2010/11 silam, saat itu mereka masih punya Eden Hazard. Kini, Lille kembali juara dengan generasi baru.

Musim ini bisa dibilang sebagai musim yang sangat mengecewakan bagi PSG. Standar mereka merosot dari finalis Liga Champions dan juara bertahan musim lalu.

Saat ini PSG hanya mampu menjadi runner-up Ligue 1 dan hanya melangkah sampai semifinal Liga Champions. Dua kegagalan ini jadi pukulan telak.

Namun begitu, PSG masih beruntung bisa menjuarai Coupe de France dan Tropee des Champions. Dua trofi ini jadi torehan perdana Mauricio Pochettino sebagai pelatih.

Bagaimanapun, musim ini membuktikan bahwa uang tidak selalu mengantar PSG jadi juara. Punya Neymar dan Mbappe saja tidak cukup.