Cristiano Ronaldo Resmi Pulang Kembali Bersama Manchester United

Cristiano Ronaldo: Juventus boss says he decided to use Portuguese star  from the bench on Sunday | Football News | Sky Sports

Manchester United, klub raksasa Premier League telah resmi membawa pulang Cristiano Ronaldo ke Old Trafford.

Man United telah mengumumkan transfer Ronaldo dari Juventus pada Jumat (27/08/2021) malam WIB. Setan Merah mengabarkan mereka telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk transfer CR7.

Sayangnya tanpa menyebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan Man United untuk memulangkan Ronaldo dari Juventus. Menurut gosip yang beredar Bianconeri meminta bayaran sekitar 25 juta euro plus add-ons.

Man United sendiri dikabarkan memberikan tawaran kontrak dua tahun. Walau durasinya singkat, CR7 tetap saja menjadi pemain dengan gaji terbesar di Premier League.

Pengumuman resmi telah dibuat pihak Manchester United melalui laman resminya. Mereka menyebut sudah meraih kesepakatan dengan Juventus walaupun Cristiano Ronaldo belum sepenuhnya resmi merapat ke MU. Ia masih harus menjalani tes medis.

“Manchester United dengan senang hati mengonfirmasi bahwa klub telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk transfer Cristiano Ronaldo, dengan tunduk pada kesepakatan persyaratan pribadi, visa, dan medis.”

“Semua orang di klub tak sabar untuk menyambut kembali Cristiano ke Manchester.”

Cristiano Ronaldo pertama kali gabung Manchester United pada tahun 2003 silam. Saat itu ia direkrut dari Sporting Lisbon. Ronaldo tumbuh menjadi pemain kelas dunia di bawah bimbingan Sir Alex Ferguson. Di MU ia berhasil mengoleksi sembilan gelar juara.

Tiga di antaranya adalah gelar Premier League. Ia juga sekali memenangkan trofi Liga Champions. Cristiano Ronaldo cabut dari Manchester United pada tahun 2009. Ia kemudian memilih pindah ke Real Madrid.

Ronaldo Akan Bertahan di Juventus, Belum Ada Niat Pindah

Cristiano Ronaldo ruled out for Juventus' trip to Bergamo to face Atalanta  - Black & White & Read All Over

Cristiano Ronaldo, superstar asal Portugal dikabarkan sudah menegaskan niatannya kepada Juventus kalau ia ingin bertahan dan memperpanjang kontraknya. Masa depan Ronaldo sebelumnya sempat simpang siur. Hal itu tidak lepas dari kontraknya yang tersisa satu tahun.

Lalu, sikapnya menunjukkan ia seperti tidak ingin lagi berada di Juventus. Ronaldo lalu dikaitkan dengan klub seperti Real Madrid dan Manchester United. Ia juga disebut diminati oleh PSG. Tapi Ronaldo sendiri tidak memberikan isyarat apapun.

Sekarang ada kabar terbaru soal Cristiano Ronaldo. Pemain berusia 36 tahun itu dikabarkan sudah menghubungi pihak Juventus. Ia mengatakan pada manajemen klub kalau ia akan bertahan musim depan. Kabar itu dilansir oleh Gazzetta dello Sport.

Laporan itu juga menyebut Ronaldo pasti akan balik ke Continassa pada 25 Juli mendatang. Setelah itu ia akan ikut program latihan pra musim Juventus.

Laporan itu juga mengatakan kalau Cristiano Ronaldo juga siap memperpanjang kontraknya di Juventus. Ia ingin bertahan selama satu musim lagi. Kaarnya Ronaldo sudah meminta agennya, Jorge Mendes, untuk mengurus masalah kontrak itu. Walau begitu saat ini kedua kubu masih belum mengadakan pertemuan untuk mambahas masalah itu.

Ada kemungkinan Jorge Mendes akan mulai membahas masalah perpanjangan kontrak Cristiano Ronaldo itu dengan Presiden Juventus Andrea Agnelli, segera setelah ia selesai dari liburannya.

Cristiano Ronaldo Curhat Panjang di Instagram, Kode Akan Hengkang?

Mega Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, kemungkinan telah memberikan kode bahwa ia akan meninggalkan Turin lewat sebuah tulisan panjang yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, Selasa (25/5/2021).

Spekulasi mengenai masa depan Ronaldo mencuat setelah kegagalan Juventus menjuarai Serie A musm 2020-21 kemarin. Apalagi Bianconeri sempat terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Kini setelah Juventus dipastikan lolos, rumor kepergian Ronaldo dari Allianz Stadium rupanya belum surut karena bintang asal Portugal itu tak dimainkan sama sekali di laga terakhir kontra Bologna.

Tulisan Cristiano Ronaldo

Dalam tulisan ini, Ronaldo mengakui bahwa musim ini menjadi musim yang frustrasi bagi Juventus. Meski demikian, CR7 menyatakan bahwa dirinya sukses mencapai target yang ia tetapkan.

“Kehidupan dan karier pemain top mana pun terbuat dari pasang surut. Tahun demi tahun, kami menghadapi tim-tim yang fantastis, dengan pemain-pemain luar biasa dan gol-gol yang ambisius, jadi kami harus selalu memberikan yang terbaik untuk menjaga diri kami pada tingkat yang terbaik,”

“Tahun ini kami tidak bisa memenangkan Serie A, selamat kepada Inter atas gelar yang memang pantas didapatkan. Namun, saya harus menghargai semua yang kami capai musim ini di Juventus, baik secara kolektif maupun individu. Piala Super Italia, Piala Italia, dan trofi Pencetak Gol Terbanyak Serie A membuat saya bahagia, terutama karena kesulitan yang mereka bawa, di negara di mana tidak ada yang mudah untuk dimenangkan,”

“Dengan pencapaian ini, saya mencapai tujuan yang telah saya tentukan sendiri sejak hari pertama saya tiba di Italia: untuk memenangkan Kejuaraan, Piala dan Piala Super, dan juga menjadi Pemain Terbaik dan Pencetak Gol Terbanyak di negara sepak bola yang hebat ini dipenuhi dengan pemain hebat, klub raksasa, dan budaya sepak bola sendiri,”

Target Cristiano Ronaldo Sudah Tercapai

Sekali lagi, Ronaldo menggarisbawahi bahwa semua target pribadi yang telah ia canangkan sejak jauh-jauh hari kini telah tercapai. Lantas, langkah apa yang bakal diambil Ronaldo selanjutnya?

“Saya sudah mengatakan bahwa saya tidak mengejar rekor, catatan mengejar saya. Bagi mereka yang tidak mengerti apa yang saya maksud dengan ini, ini sangat sederhana: sepak bola adalah permainan kolektif, tetapi melalui penanganan individu kami membantu tim kami mencapai tujuan mereka. Itu selalu mencari lebih banyak dan lebih banyak di lapangan, bekerja lebih dan lebih di luar lapangan, bahwa catatan akhirnya muncul dan gelar kolektif menjadi tak terelakkan, beberapa menjadi konsekuensi alami dari yang lain,”

“Jadi, saya sangat bangga dengan fakta yang telah direplikasi secara luas dalam beberapa hari ini: Juara di Inggris, Spanyol dan Italia; Pemenang piala di Inggris, Spanyol dan Italia; Pemenang Piala Super di Inggris, Spanyol dan Italia; Pemain Terbaik di Inggris, Spanyol dan Italia; Pencetak Gol Terbaik di Inggris, Spanyol dan Italia; Lebih dari 100 gol untuk klub di Inggris, Spanyol dan Italia. Tidak ada yang sebanding dengan perasaan mengetahui bahwa saya telah meninggalkan jejak saya di negara-negara tempat saya bermain, dan bahwa saya memberikan kegembiraan kepada para penggemar klub yang saya wakili. Inilah tujuan saya bekerja, inilah yang menggerakkan saya dan inilah yang akan selalu saya kejar hingga hari terakhir,”

“Terima kasih kepada semua orang yang telah mengambil bagian dalam perjalanan ini! Kita berdiri bersama!”

Walaupun Scudetto, Conte Masih Ingin Gagalkan Juventus Raih Tiket Liga Champions

Setelah sukses menumbangkan kekuasaan Juventus selama sembilan musim terakhir ini dengan meraih Scudetto di pekan ke-34, pelatih Inter MilanAntonio Conte, dikabarkan masih memiliki satu misi lagi terhadap Juventus.

Seperti diketahui, Antonio Conte merupakan pelatih yang memulai era kejayaan Juventus di Serie A selama satu dekade belakangan ini.

Dan di musim ini, Antonio Conte juga yang menggagalkan Juventus untuk meraih Scudetto sepuluh kali berturut-turut.

Belum puas dengan menumbangkan Juventus, Antonio Conte juga masih memiliki satu misi terhadap Juventus di musim ini, yakni menggagalkan Si Nyonya Tua untuk finish di empat besar klasemen Serie A 2020/21.

Saat ini, Juventus berada di posisi ke-5 klasemen sementara Serie A 2020/21, dengan 69 poin dari 35 laga. Terpaut 1 poin dari Napoli yang berada di posisi ke-4.

Bianconeri tinggal menyisakan tiga lagi, yakni melawan Sassuolo (13/5), Inter Milan (15/5), dan Bologna (23/5).

Menurut jurnalis ternama Italia, Matteo Marani, Antonio Conte masih memiliki motivasi untuk lebih menenggelamkan mantan klubnya di musim ini.

“Inter Milan tidak akan memberi apapun kepada Juventus, Conte tidak ingin mereka memiliki apapun,” kata Matteo Marani.

“Ini bukan sekedar permainan tarik ulur dan jelas alasannya (Conte) berbeda,” jelas Marani.

“Tapi jika Conte bisa berkontribusi untuk Juventus gagal finis di puncak, maka saya pikir dia akan melakukan hal yang sama untuk mencegah mereka finis empat besar,” tandasnya.