Penalti Barcelona Di Protes Pelatih Valencia

Pada laga pekan ke-9 La Liga 2021/22, Barcelona berhasil mengalahkan tim tamunya di Valencia dengan skor akhir 3-1 di Camp Nou, Senin (18/10/2021) dini hari WIB. Dalam laga tersebut Barcelona mendapatkan penalti dan mendapatkan protes dari  pelatih Valencia , Jose Bordalas. Dirinya  menuduh Barcelona mendapat bantuan dari wasit berupa hadiah penalti. Tetapi wasit La Liga ,Alfonso Perez Burrull tidak berpikir demikian.

 

Valencia sempat unggul lebih dulu melalui gol Jose Gaya di menit ke-5. Namun, Barcelona mampu menyamakan kedudukan melalui Ansu Fati di menit ke-13.

Barcelona berbalik memimpin melalui penalti Memphis Depay di menit ke-41. Philippe Coutinho akhirnya menambah keunggulan Barcelona lewat golnya pada menit ke-85.

Pelatih Valencia Jose Bordalas menyebut keputusan wasit mempengaruhi hasil pertandingan usai laga berakhir. Dirinya menyoroti penalti yang didapat Barcelona yang menurutnya merupakan hadiah dari wasit Gil Manzano.

“Penalti telah menentukan pada saat itu karena pertandingan sangat ketat dan itu bukan penalti,” kata Bordalas di Marca.

“Saya bisa melihatnya setelah pertandingan. Gaya mengatakan kepada saya bahwa dia telah menyentuh bola dengan jelas dan kami dapat memverifikasinya.

“Itu adalah permainan yang sangat menentukan dan kami sama sekali tidak mengerti mengapa, dengan teknologi dan VAR, penalti diberikan. Kami tidak dapat memahaminya dengan cara apa pun dan kami jelas marah.”

Wasit La Liga Alfonso Perez Burrull tidak sepakat dengan tudingan Bordalas tersebut.Menurutnya Barcelona sangat pantas mendapat penalti.

“Gaya menyentuh bola dalam duel dengan Ansu Fati, tetapi dia menghalangi tembakan pemain Barcelona saat dia menekelnya dari belakang,” jelas Burrull.

“Saya pikir Gil Manzano benar untuk menghadiahkan tendangan penalti.”

Ronald Koeman, pelatih Barca juga sepakat kalau timnya pantas mendapat hadiah penalti dalam pertandingan melawan Valencia.

“Saya melihat [insiden penalti] setelah pertandingan,” ujarnya.

“Anda boleh ragu, tetapi wasit meniup peluit dan VAR tidak mengintervensi, jadi itu penalti.”lanjut Koeman.

Banyak Cedera Saja Belum Pernah Kalah Di La Liga 2021/22, Apa Jadinya Jika Pemain Barcelona Fit Semua?

Barcelona kini tengah didera badai cedera pemain, namun hebatnya hingga kini Barca belum terkalahkan di La Liga 2021/22. Diyakini Barca akan tampil dengan lebih mengerikan, jika seluruh skuadnya fit 100 persen.

 

Hingga kini sudah ada 6 pemain masih absen karena cedera, yakni Sergio Aguero, Martin Braithwaite, Ousmane Dembele, Jordi Alba, Pedri, dan Alejandro Balde.

Pada saat menghadapi Levante, Minggu (26/9), Barcelona juga kehilangan Sergi Roberto karena masalah perut dan Frenkie de Jong yang sedang menjalani skorsing.

Namun dalam laga tersebut Ansu Fati sudah pulih dan bisa bermain. Pewaris nomor 10 dari Lionel Messi itu bahkan sudah mencetak satu gol ke gawang Levante saat menang 3-0. Meski masih ada banyak pemain yang absen, Barcelona tidak lantas terpuruk.

Dari 6 laga La Liga yang sudah dijalani Barca sudah mendapatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Nilai 12 poin yang mereka raih pun hanya tertinggal 5 angka dari Real Madrid di puncak klasemen. Jangan lupa bahwa El Real sudah bermain sekali lebih banyak.

Para pemain muda pun diberi kepercayaan, dan sejauh ini bisa berintegrasi dengan tim. Gavi dan Nico Gonzalez dimainkan sebagai starter, dan berhasil mengesankan Koeman. Yusuf Demir, pemuda 18 tahun yang baru direkrut musim panas lalu pun tetap bertahan di tim utama, alih-alih disekolahkan ke tim reserve.

Alfred Schreuder, asisten Koeman yang memimpin Barcelona di laga melawan Levante pun memberi pendapat soal ini. Ia yakin, jika skuad Barcelona bebas cedera, capaian timnya bisa jauh lebih baik.

“Senang melihat Ansu kembali, tapi jangan lupakan pemain-pemain lain, seperti Gavi dan Nico (Gonzalez) yang tampil bagus dan fans pun senang,” ujar Schreuder, dikutip Marca.

“Saya pikir jika semua pemain fit, kami akan menjadi tim yang fantastis, dengan opsi pemain yang melimpah. Sekarang kami harus memastikan mereka yang bermain saat ini selalu mengerahkan kemampuan terbaik.”

“Pedri akan segera pulih dan kami akan memiliki skuad yang berbahaya jika semua pemain tersedia,” jelas Schreuder.

Main 10 Menit Cukup Untuk Ansu Fati Cetak Gol

Pada pekan ke-7 La Liga 2021/22, dewi keberuntungan akhirnya berpihak kepada Barcelona yang berhasil meraih kemenangan telak atas Levante dengan skor akhir 3-0. Tidak hanya itu dalam laga tersebut Ansu Fati juga kembali tampil dan menyumbangkan gol untuk Barca.

 

Ansu Fati yang merupakan wonderkid Barcaberterima kasih pada tim medis dan fans usai laga lawan Levante.Dalam laga kontra Levante, ia menjalani debutnya usai sebelumnya absen nyaris setahun bagi Barcelona.

Sebelumnya pemain yang masih berusia 18 tahun tersebut mengalami cedera lutut yang parah. Cedera itu ia alami di laga lawan Real Betis pada November 2020 silam.Dirinya menjalani debutnya bagi Barcelona dengan masuk sebagai pemain pengganti di laga lawan Levante itu.

Ansu Fati pada musim lalu masih mengenakan jersey nomor 22. Musim ini, ia mengenakan jersey keramat dengan nomor 10 yang merupakan peninggalan dari Lionel Messi.

“Saya bangga mengenakan nomor 10 setelah Leo. Bahagia dengan klub dan para kapten atas kesempatan ini,” serunya seperti dilansir Eurosport.

Dalam kesempatan yang sama Ansu Fati juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada tim medis yang telah telaten merawatnya sejauh ini, khususnya para dokter. Demikian juga dengan orang-orang terdekatnya.

“Terima kasih kepada para dokter dan semua orang yang telah bersama saya melalui semua ini,”serunya.

Ansu Fati juga berterima kasih pada para fans yang selama ini terus mendukungnya.

“Dan para penggemar yang luar biasa,” sambung Ansu Fati.

Meski hanya bermain selama 10 menit saja, Ansu Fati berhasil mencetak 1 gol untuk Barcelona dalam laga kontra Levante tersebut.

Tanpa Messi, Sergio Busquets Yakin Barcelona Bisa Juara Liga Champions

Kepedihan yang mendalam harus dirasakan oleh Barcelona pada musim ini usai mereka gagal mempertahankan Lionel Messi yang selama ini telah membantu Blaugrana meraih puluhan gelar juara. Barca harus merelakan pemain bintangnya tersebut untuk bergabung dengan PSG.

Namun, Sergio Busquets kapten Barca tetap optimis timnya akan tetap kuat dan bisa juara Liga Champions meski tanpa Lionel Messi.

Blaugrana terpaksa melepas Messi karena mereka tidak bisa menyodorkan kontrak baru karena terbentur aturan finansial La Liga.Kini Barca memulai era baru tanpa Messi.

Sebelumnya Messi disebut akan bertahan di Barcelona, namun pada akhirnya dirinya gagal bertahan di Camp Nou, banyak yang terkejut dengan keputusan tersebut.

Sergio Busquet pun juga mengaku ikut terkejut dengan kepergian Lionel Messi, tapi dirinya menegaskan bahwa saat ini Barca harus bisa beradaptasi dengan kepergian Messi.

“Itu mengejutkan, untuk semua yang diberikan Leo kepada Barca dan secara pribadi kepada saya,” ujar Busquets seperti dilansir Goal.

“Itu adalah akumulasi emosi yang sulit dicerna, tetapi kami harus mencoba mengubah cerita. Kami berada di awal musim dan kami harus terbiasa bermain tanpa Leo,” tegasnya.

Barcelona terakhir kali juara Liga Champions pada musim 2014-15 silam. Kini dengan kepergian Messi, Barca diprediksi akan lebih kesulitan untuk bisa menjadi juara Liga Champions. Namun Sergio Busquets tetap yakin Barca bisa jadi juara UCL meski tanpa kehadiran Messi.

“Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Chelsea memenangkan Liga Champions musim lalu dan bukan favorit,” serunya.

“Yang penting adalah level kolektif dan kami tahu bahwa kami tidak memiliki Leo atau kualitas individunya. Kami di sini, bersemangat dan sadar akan kesulitannya, tetapi kami memiliki banyak ambisi dan kami ingin menang,” tegas Busquets.

Pada musim ini Barcelona tergabung di Grup E Liga Champions 2021/22, mereka akan menghadapi Bayern Munchen, Benfica, dan Dynamo Kiev.

Memphis Depay Dapat Pujian Dari Kapten Barcelona

Memphis Depay bergabung dengan Barcelona bursa transfer pada musim panas ini usai kontraknya di Lyon berakhir.Kehadiran Depay membuat Sergio Busquets, kapten Barcelona sangat terkesan.Menurutnya kehadirannya berhasil memberikan dampak yang besar di klub.

Depay langsung jadi bintang baru di Barcelona dan mampu menggantikan peran Messi dalam urusan mencetak gol.Dalam tiga laga awal Barcelona di La Liga Depay dipercaya tampil penuh oleh Ronald Koeman. Dirinya mampu mencetak dua gol dan mengemas satu assist.

“Dia memulai dengan sangat baik, membantu tim dengan gol, assist, dan kerja keras. Dia telah terhubung dengan sangat baik dengan para penggemar,” kata Busquets.

“Dia sudah mengenal beberapa rekan setimnya dan saya yakin itu membuat segalanya lebih mudah. Dia sangat terbuka. Pemain tipe ini selalu diterima.”

Pada Liga Champions musim ini Barcelona akan memulainya dengan menghadapi Bayern Munchen. Busquets menegaskan bahwa timnya ingin meraih hasil yang bagus di awal kompetisi.

“Kami sangat bersemangat untuk memulai kompetisi,” lanjutnya.

“Kami memiliki grup yang sangat sulit, itu akan menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang baik besok, tetapi kami tahu bahwa di depan kami ada saingan kuat, yang mendominasi di semua aspek permainan.”tutup sang kapten.

Melepas Messi Adalah Blunder Terbesar Barcelona

Messi

Pada bursa transfer musim ini dibuat heboh dengan perpisahan Lionel Messi dengan Barcelona.Pemain terbaik dunia enam kali tersebut akhirnya meninggalkan Barcelona setelah lebih dari 20 tahun. Di tengah krisis finansial Barca, Messi urung meneken kontrak baru meski sudah menjalin kesepakatan bahkan bersedia gajinya dipotong separuh.

Hal tersebut juga menjadi sorotan dari Karl-Heinz Rummenigge,eks bos Bayern Munich menyoroti. Baginya dengan perginya Messi sama saja menjadi gol bunuh diri untuk Barca dan LaLiga.

Pada musim ini Barcelona tidak bisa berbuat banyak karena kondisi keuangan mereka yang begitu parah membuat mereka tidak dapat memenuhi aturan salary cap LaLiga sehingga konsekuensinya, Messi pun batal bertahan.

Denagn kepergian Messi disertai juga dengan turunnya tagihan gaji pemain, tetapi gengsi Barcelona dan LaLiga pun ikut anjlok. Apalagi, kompetisi sepakbola Spanyol itu sudah lebih dulu ditinggal pemain besar lainnya Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus pada 2018.

“Dalam jangka waktu tiga tahun, LaLiga kehilangan dua megabintangnya. Cristiano pergi ke Juventus, dan sekarang, Messi ke PSG. Keduanya meninggalkan sebuah gap, dalam kaitannya dengan pemasaran yang tidak dapat ditutup,” kata Rummenigge dikutip Mirror.

“Semua orang bebas mengatakan apa yang ingin mereka katakan, tapi saya menganggapnya bahwa hal itu seperti sebuah gol bunuh diri karena mereka (Barca) telah dipaksa melepas Messi karena konsekuensi financial fair play.”

“Saat Anda menumpuk banyak sekali pengeluaran maka wajar jika laporan keuangannya tidak sesuai dengan anggaran, terutama setelah pandemi virus corona berdampak kepada semua orang. Jalan yang sedang mereka hadapi sekarang berat, tapi juga tepat dan penting.”

“Mengurangi pengeluaran tampak sangat penting dengan utang melebihi 1,3 miliar euro. Tidak ada alternatif lain. Dan teman baik saya Joan Laporta juga mengetahui hal itu,” simpul Rummenigge.

Tidak Lama Lagi Barcelona Harus Bayar ‘Upeti’ Rp 335 Miliar ke Liverpool

Barcelona dikabarkan harus membayar ‘upeti’ kepada Liverpool terkait pembelian Philippe Coutinho pada 2018 lalu.

Seperti diketahui, El Blaugrana berani menebus Philippe Coutinho yang saat itu menjadi salah satu pemain bintang di Liverpool, dengan harga tinggi.

Namun harga yang telah dikeluarkan Barcelona tidak sebanding dengan performa sang gelandang yang justru memble sejak bergabung bersama Barca.

Kesialan Barcelona saat ini bertambah dengan adanya kesepakatan yang telah ditandatangani, yang menyebutkan bahwa Barcelona masih harus menyerahkan sejumlah uang kepada Liverpool dalam waktu dekat ini terkait Coutinho.

Dalam salah satu klausul yang tercantum di dalam perjanjian kontrak Philippe Coutinho pada 2018 lalu disebutkan bahwa Barcelona harus membayar uang senilai 17 juta pounds atau sekitar Rp 335 Miliar kepada Liverpool.

Uang senilai itu wajib dibayarkan Barcelona kepada Liverpool setelah Coutinho sudah mencapai 100 penampilan bersama Barcelona.

Sementara itu, saat ini Coutinho sudah bertanding sebanyak 90 kali untuk Barcelona. Itu berarti tinggal 10 laga lagi Barcelona harus membayar ‘upeti’ kepada Liverpool.

Sementara itu, Coutinho belum mendapatkan kesempatan bertanding bersama Barcelona di tiga laga awal Blaugrana di La Liga musim 2021/22 ini.

Nama Coutinho bahkan tidak tercantum di skuad Barcelona pada dua laga pertama, melawan Real Sociedad dan Bilbao.

Sedangkan pada laga ketiga melawan Getafe, nama Coutinho hanya menghiasi bangku cadangan, tanpa ada kesempatan untuk bermain.

Belakangan, Barcelona justru ingin melepas Philippe Coutinho secepat mungkin karena beban gajinya yang tinggi.

Bukan Jumlah Gol, Namun Hal Ini Yang Menjadi Target Sergio Aguero Di Barcelona

Sergio Aguero bergabung dengan Barcelona dengan ikatan kontrak dua tahun , hingga kini dirinya masih menunggu debutnya bersama Barcelona di musim ini. Aguero kembali berkarier di Spanyol setelah menghabiskan 10 musim yang sukses di Manchester City.

 

Sejauh ini sudah 260 gol dicetak Aguero untuk membantu Man City dan memenangi total 15 titel domestik, termasuk lima gelar Premier League. Itu berarti jika dirata-rata, Aguero menyumbang 26 gol untuk City per musim.

Menyusul kepergian Lionel Messi, Barcelona pasti berharap lebih kepada Aguero. Aguero sendiri tidak menetapkan target gol karena dirinya lebih fokus meraih gelar juara.

“Kami tidak membutuhkan satu pemain untuk mencetak 30 gol, kami harus membantu satu sama lain,” kata Aguero kepada RAC1, yang dikutip AS.

“Sergi Roberto kini pencetak gol kami, aku memanggil dia seorang pencetak gol dan dia ketawa ngakak.”

“Para pemain lain juga harus mencetak gol-gol kejutan untuk membuat tim lawan lengah. Aku sih tidak menargetkan berapa gol untuk diriku sendiri, apa yang kuinginkan hanyalah titel juara, dan itulah satu-satunya hal yang membuatku tertarik. Anda harus menang, menang, dan menang.”

Aguero akan mudah beradaptasi dengan Sepak Bola Spanyol karena dirinya pernah memperkuat Atletico Madrid pada 2006-2011 dengan torehan 100 gol plus 45 assist dalam 230 penampilan di seluruh ajang meski belum pernah mengangkat trofi juara.

Kini bersama Barcelona, Sergio Aguero memburu gelar pertamanya di Spanyol.

“Aku belum pernah memenangi titel juara di sini. Aku ingin memenangi LaLiga dan Copa del Rey, yang tidak kumiliki.”ujar Aguero.

Bartomeu Dinilai Oleh Bek Barcelona Ini Sebagai Presiden Klub Yang Terburuk!

Josep Maria Bartomeu merupakan mantan presiden Barcelona yang lengser pada tahun lalu usai ia mendapat mosi tidak percaya dari para anggota klub. Situasi tersebut mendapatkan tanggapan dari Gerard Pique, bek Barcelona. Menurutnya Bartomeu merupakan salah satu presiden dengan kepemimpinan terburuk sepanjang sejarah klub.

Usai lengsernya Bartomeu kursi presiden Barcelona digantikan oleh Joan Laporta.Sebelumnya selama menjabat Bartomeu terlibat dalam banyak kontroversi, mulai dari penjualan Neymar, pembelian pemain, hingga tudingan menyerang pemainnya sendiri di media sosial.

Selama 13 tahun memperkuat Barcelona, Pique menilai kepemimpinan Bartomeu merupakan salah satu terburuk yang pernah ia alami.

“Saya tidak bisa mengatakan apakah dia yang terburuk,” ujar Pique kepada acara komedi ‘La Sotana’.

“Dari apa yang saya jalani, dia pasti ada [di atas] sana. Kita semua bersalah, tetapi memang benar bahwa klub belum mencapai tempat yang diinginkan semua orang Catalan,” tambahnya.

Kini Pique menegaskan bahwa dirinya optimis Barcelona berjalan ke arah yang tepat, dimulai dengan kembalinya Laporta dan penunjukan Ronald Koeman sebagai pelatih.

“Sekarang saya berharap dan bersemangat. Lima atau sepuluh tahun ke depan akan menjadi sangat bagus untuk Barcelona,” tutur Pique.

“Joan [Laporta] membutuhkan lebih banyak waktu untuk refleksi dan akhirnya memilih Koeman. Sekarang dia adalah pelatih yang ideal.” tandasnya.

Miralem Pjanic Tidak Dihargai Koeman Lalu Disingkirkan

Bukan ke Juventus, Barcelona Pinjamkan Miralem Pjanic ke Besiktas -  bolaskor.com

Keputusan telah diambil Miralem Pjanic yang memilih untuk melanjutkan kariernya bersama Besiktas setelah tersingkir dari Barcelona. Pjanic merasa dirinya sudah tidak dihargai pelatih Barca Ronald Koeman.

Pjanic direkrut Barcelona pada musim panas 2020. Perekrutannya dari Juventus melalui barter dengan pemain Barcelona, Arthur Melo. Sayangnya, karier Pjanic di Camp Nou tidak berjalan sesuai rencana. Performanya dianggap mengecewakan sehingga jadi salah satu pemain yang dilepas Barcelona pada musim panas ini.

Pjanic awalnya disebut-sebut akan pulang ke Juventus. Namun, gelandang Bosnia-Herzegovina tersebut pada akhirnya berlabuh di Turki dengan status pinjaman.

Pjanic merasa sudah tidak dihargai oleh sang pelatih Ronald Koeman. Karena itu, dia memutuskan untuk meninggalkan Barcelona.

“[Tidak dihargai] pelatih, ya,” kata Pjanic kepada Marca.

“Saya tidak bisa terbiasa dengan situasi yang saya hadapi tahun lalu. Saya tahu saya tidak menginginkannya. Saya seorang pemain. Saya suka bermain sepak bola, inilah yang membuat saya bahagia.

“Saya selalu ingin bermain untuk Barca tetapi saya tidak menyangka situasinya akan menjadi begitu rumit.

“Ada satu titik di mana saya bermain lebih sedikit, segalanya menjadi rumit. Dan ketika saya bermain, sulit secara fisik dan mental untuk menjadi baik, karena itu membunuh kepercayaan diri saya, karena saya tidak memiliki komunikasi dengan [Koeman].

“Itu sangat aneh, karena seorang pelatih adalah orang yang mengatakan siapa yang bermain dan siapa yang tidak, tetapi ada berbagai cara untuk melakukan sesuatu. Saya adalah pemain yang dapat menerima segalanya tetapi saya selalu ingin diberitahu hal-hal secara langsung. Bukan seolah-olah tidak ada yang terjadi dan saya berusia 15 tahun.”

Meski gagal bersinar di Camp Nou, Pjanic menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyesal pindah ke Barcelona.

“Tidak, tidak pernah. Hal-hal terjadi dalam hidup, dan saya selalu berjuang sepanjang karier saya,” lanjutnya.

“Saya ambisius, kompetitif, saya telah mencapai level Barcelona dan Juventus. Saya tahu saya bisa bermain untuk tim-tim itu, saya hanya tidak diberi kesempatan.”