Allegri Akui Juventus Tampil Buruk Lawan Zenit St. Petersburg

Allegri

Rentetan kemenangan Juventus berlanjut pada Kamis (21/10/2021) dini hari tadi. Melawan Zenit St. Petersburg dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions, Leonardo Bonucci dkk menang dengan skor tipis 1-0.

Gol semata wayang klub berjuluk Bianconeri tersebut berasal dari sundulan Dejan Kulusevski pada menit ke-86. Peran Mattia De Sciglio selaku pemberi umpan yang tepat juga tak bisa lepas dari gol tersebut.

Dengan demikian, Juventus berhasil menyapu bersih tiga pertandingan di fase grup sejauh ini dengan kemenangan. Mereka pun berhak menduduki peringkat pertama dengan koleksi sempurna, sembilan poin.

Mereka hanya perlu satu kemenangan untuk memastikan tempat di babak 16 besar. Kebetulan, pada laga berikutnya yang digelar di bulan November nanti, mereka akan kembali bertemu Zenit.

Sebelum menghadapi Zenit lagi, Juventus harus melalui beberapa pertandingan di ajang domestik. Salah satunya adalah laga lanjutan Serie A melawan Inter Milan yang digelar akhir pekan ini.

Jelas. kemenangan atas Zenit menjadi modal penting buat Bianconeri untuk menghadapi sang juara bertahan. Kendati demikian, Allegri masih memiliki beberapa catatan penting yang harus diperbaiki anak asuhnya sebelum bertemu Inter.

“Kami mendapatkan hasil yang bagus dengan performa buruk, kombo yang sempurna untuk membakar diri dan bermain dengan baik pada akhir pekan ini,” kata Allegri sembari tersenyum kepada Sky Sport Italia usai laga.

Allegri menjelaskan alasan mengapa dirinya menyebut performa Juventus pada pertandingan kali ini buruk. Ia secara khusus menyoroti lini depan yang dirasanya melakukan banyak kesalahan.

“Tidak mudah karena Zenit bermain bertahan dan kami membuat banyak kesalahan di sepertiga akhir. Kami terlalu sering memperlambat permainan dan membiarkan terlalu banyak tembakan tepat sasaran dengan serangan balik karena kehilangan bola,” ucapnya.

“Kami juga seharusnya bisa mengontrol pertandingan lebih baik setelah unggul 1-0. Ini bukan performa yang bagus, tapi kami mendapatkan hasilnya dan itu membawa kami ke posisi yang sangat kuat.”

“Kami harus membuat permainan melebar hari ini dan bermain di antara lini. Beberapa kali berjalan dengan baik, sementara lainnya tidak,” kata Allegri menutup sederet PR yang harus diperbaiki dalam waktu dekat ini.

Solskjaer Tanggapi Santai Pertanyaan Tak Pasang Van De Beek

De Beek

Manchester United kembali mengundang decak kagum dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol, untuk menang 3-2 atas Atalanta di putaran grup Liga Champions, Kamis (21/10) dini hari WIB.

Sayangnya Donny van de Beek lagi-lagi hanya menghangatkan bangku cadangan tanpa mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi.

Bos Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, sadar betul akan situasi gelandang Belanda itu, dan meski berkata “tidak membutuhkan” Van de Beek, ia tetap memercayainya.

Setan Merah tampak ditakdirkan untuk kalah setelah Mario Pasalic dan Merih Demiral membawa tim tamu unggul 2-0.

Tetapi lewat gol dari Marcus Rashford, Harry Maguire, dan Cristiano Ronaldo, pasukan Solskjaer bisa tidur nyenyak dengan mengoleksi poin penuh.

Di posisi tertinggal, Solskjaer memilih memasukkan Edinson Cavani, Jadon Sancho, dan Nemanja Matic.

Tetapi Van de Beek, lagi-lagi, tidak turun ke lapangan hijau.

“Saat melihat tim kami, Anda tahu kami memiliki pemain yang bagus,” ujar Solskjaer kepada RTL7 pasca-pertandingan.

“Saya harap Donny mendapatkan kesempatannya dan bisa memanfaatkannya. Saat ini saya tidak membutuhkan dia, tetapi saya tahu saya selalu bisa mengandalkannya.”

“Ia masih berusaha keras, tetapi ini berat baginya, saya mengerti itu.”

“Ia kecewa dan frustrasi, tetapi setiap hari ia bekerja keras dengan tersenyum lebar.” pungkasnya.

MU Masukkan 5 Pemain Dalam Daftar Jual

Van

Manchester United dilaporkan bersiap untuk melakukan cuci gudang pada bursa transfer Januari mendatang.

Ada lima pemain yang akan dilepas manajer Ole Gunnar Solskjaer seiring nama-nama ini sudah tak lagi masuk dalam rencananya di paruh kedua musim 2021/22.

The Red Devils, yang mulai dilanda inkonsistensi di musim ini dengan meraih hasil-hasil kurang memuaskan di bawah komando Ole, berharap bisa memangkas skuad mereka yang dinilai kegemukan.

Beberapa pemain terpinggirkan yang punya sikap buruk dan tak memiliki kontribusi nyata akan dibukakan pintu keluar lebar-lebar, demikian klaim The Sun.

Gelandang Belanda Donny van de Beek jadi salah satu yang kemungkinan besar akan angkat kaki dari Old Trafford demi mendapatkan jam terbang yang semestinya.

Demikian juga dengan attacker Jesse Lingard, yang sepanjang musim ini hanya menjadi pilihan kedua Solskjaer.

Selain dua nama di atas, striker Anthony Martial juga berpotensi hengkang. Sementara di sektor lini belakang, seiring duet Harry Maguire dan Raphael Varane telah dipatenkan Ole, sehingga membuka pintu keluar bagi Victor Lindelof.

Satu pemain lagi yang paling ingin disingkirkan Man United adalah bek tak terpakai, Phil Jones, yang dalam beberapa musim terakhir telah terlempar dari tim utama dan lebih banyak main untuk skuad reserve.

Akhir pekan lalu, Man United menyerah 4-2 dari Leicester City, membuat tim pertama kini terlempar ke posisi enam klasemen sementara, terpaut satu poin dari zona empat besar.

Minggu akhir pekan ini, pasukan Ole akan meladeni lawan berat, Liverpool, di Old Trafford dalam lanjutan Liga Primer Inggris.

Teringat Zidane, Frank Leboeuf Tidak Akan Jagokan Lionel Messi Untuk Dapat Anugerah Ballon d’Or Tahun Ini

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan mengenai siapa yang akan mendapatkan gelar Ballon d’Or tahun ini, salah satunya yang sering diunggulkan adalah mantan pemain bintang Barcelona Lionel Messi.Namun, Frank Leboeuf eks pemain Chelsea tidak setuju dengan hal tersebut. Menurutnya Messi tidak pantas dianugrahi gelar tersebut karena pernah mendapatkan kartu merah belum lama ini.

Baru-baru ini France Football telah merilis 30 nama nominasi peraih gelar Ballon d’Or 2021. Salah satu di antaranya adalah Lionel Messi. Namun, hanya sedikit yang menjagokan Messi untuk memenangkan gelar tahun ini karena dampak dari carut-marutnya prestasi Barcelona selama musim 2021/22.

Beberapa kalangan lebih menjagokan pemain Chelsea, Jorginho, sebagai kandidat terkuat peraih gelar.Jorginho lebih diunggulkan karenaberhasil meraih gelar bergengsi baik di kancah klub maupun internasional. Tidak hanya membantu the Blues juara Liga Champions, ia juga membawa Timnas Italia keluar sebagai pemenang dalam ajang Euro 2020.

Tenryata Leboeuf menolak Messi sebagai calon peraih Ballon d’Or tahun ini bukan karena prestasinya, tetapi karena kartu merah yang diterima sang pemain di ajang Piala Super Spanyol bulan Januari lalu.

Pada masa injury time babak perpanjangan waktu, dan Barcelona kalah dengan skor 2-3 di tangan Athletic Bilbao, dan Messi mendapatkan kartu merah. Momen itu mengingatkan Leboeuf dengan rekan senegaranya, Zinedine Zidane.

“Pada tahun 2000 dan 2006, Zidane gagal memenangkan Ballon d’Or karena mendapatkan kartu merah dalam setiap tahun itu,” ujar Leboeuf kepada Telefoot.

“Messi mendapatkan kartu merah dalam Piala Super Spanyol dan itu bisa dihitung dalam pemungutan suara. Jika kami tidak memberikannya kepada Zidane, maka kami harusnya tidak memberikan Ballon d’Or kepada Messi,” lanjutnya.

Zidane mendapatkan dua kartu merah hanya dalam selang waktu tiga pekan pada saat masih membela Juventus di tahun 2000 lalu. Torehan buruk itu membuat dirinya harus merelakan gelar Ballon d’Or jatuh ke tangan Luis Figo.

Zidane kembali mendapatkan kartu merah karena menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi pada pila dunia 2006. Terlepas dari segala kontroversinya, keputusan wasit sudah bulat. Pada akhirnya, Prancis gagal meraih kemenangan setelah kalah lewat adu penalti.

Akhirnya Zidane gagal menutup karier panjangnya sebagai pemain dengan gelar Ballon d’Or karena aksi tersebut. Gelar individual itu kemudian diberikan kepada bek Italia, Fabio Cannavaro.

Penalti Barcelona Di Protes Pelatih Valencia

Pada laga pekan ke-9 La Liga 2021/22, Barcelona berhasil mengalahkan tim tamunya di Valencia dengan skor akhir 3-1 di Camp Nou, Senin (18/10/2021) dini hari WIB. Dalam laga tersebut Barcelona mendapatkan penalti dan mendapatkan protes dari  pelatih Valencia , Jose Bordalas. Dirinya  menuduh Barcelona mendapat bantuan dari wasit berupa hadiah penalti. Tetapi wasit La Liga ,Alfonso Perez Burrull tidak berpikir demikian.

 

Valencia sempat unggul lebih dulu melalui gol Jose Gaya di menit ke-5. Namun, Barcelona mampu menyamakan kedudukan melalui Ansu Fati di menit ke-13.

Barcelona berbalik memimpin melalui penalti Memphis Depay di menit ke-41. Philippe Coutinho akhirnya menambah keunggulan Barcelona lewat golnya pada menit ke-85.

Pelatih Valencia Jose Bordalas menyebut keputusan wasit mempengaruhi hasil pertandingan usai laga berakhir. Dirinya menyoroti penalti yang didapat Barcelona yang menurutnya merupakan hadiah dari wasit Gil Manzano.

“Penalti telah menentukan pada saat itu karena pertandingan sangat ketat dan itu bukan penalti,” kata Bordalas di Marca.

“Saya bisa melihatnya setelah pertandingan. Gaya mengatakan kepada saya bahwa dia telah menyentuh bola dengan jelas dan kami dapat memverifikasinya.

“Itu adalah permainan yang sangat menentukan dan kami sama sekali tidak mengerti mengapa, dengan teknologi dan VAR, penalti diberikan. Kami tidak dapat memahaminya dengan cara apa pun dan kami jelas marah.”

Wasit La Liga Alfonso Perez Burrull tidak sepakat dengan tudingan Bordalas tersebut.Menurutnya Barcelona sangat pantas mendapat penalti.

“Gaya menyentuh bola dalam duel dengan Ansu Fati, tetapi dia menghalangi tembakan pemain Barcelona saat dia menekelnya dari belakang,” jelas Burrull.

“Saya pikir Gil Manzano benar untuk menghadiahkan tendangan penalti.”

Ronald Koeman, pelatih Barca juga sepakat kalau timnya pantas mendapat hadiah penalti dalam pertandingan melawan Valencia.

“Saya melihat [insiden penalti] setelah pertandingan,” ujarnya.

“Anda boleh ragu, tetapi wasit meniup peluit dan VAR tidak mengintervensi, jadi itu penalti.”lanjut Koeman.

Lionel Messi Dan Sergio Ramos Diminta Pochettino Berdaptasi Dengan Kenyataan Di PSG

Pochettino Optimistis Tottenham Jadi Juara Liga Inggris

Pada bursa transfer musim panas 2021/22 ini Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mendapatkan pemain bintang yaitu eks kapten Barcelona, Lionel Messi dan eks kapten Real Madrid, Sergio Ramos secara gratis.Mauricio Pochettino,pelatih PSG meminta Lionel Messi dan Sergio Ramos adaptasi dengan kenyataan di PSG.

Sergio Ramos belum bisa merumput pada musim 2021-2022.Ramos belum pulih 100 persen dari cedera betis.Bersumber dari Transfermarkt, Ramos sudah melewatkan 12 pertandingan PSG di semua kompetisi.Bek tengah berusia 35 tahun ini sudah menepi 72 hari.

Sedangkan Messi baru menyumbangkan satu gol dari lima pertandingan di berbagai ajang.

Terkait kondisi tersebut, Mauricio Pochettino memberikan keterangan.

“Mungkin situasi Sergio Ramos berbeda dengan tahun 2014 atau dengan Messi atau Neymar,” kata Mauricio Pochettino seperti dilansir dari Movistar+.

“Para pemain ini adalah juara yang hebat.Namun, mereka perlu beradaptasi dengan kenyataan.”

“Dalam kepala kita, kita semua memiliki keyakinan bahwa kita yang terbaik.Akan tetapi, mereka harus berada di level itu.”

“Jika mereka mendapatkan label itu kembali, maka tentu saja kami bisa mencapai apa pun.Namun, perjuangan dimulai dengan mengeluarkan kemampuan yang terbaik dari setiap individu.”ujarnya.

Ramos membawa Real Madrid menjuarai Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub.Ramos bahkan menjadi pahlawan Real Madrid di final Liga Champions berkat gol pada menit ke-90+3 sehingga duel kontra Atletico Madrid dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Sedangkan Messi masih tertinggal jauh produktvitasnya ketimbang ketika berseragam Barcelona.Sepanjang membela Barcelona, Messi sanggup membukukan 672 gol dari 63.507 menit di semua kompetisi.Hal tersebut berarti Messi menciptakan satu gol per 94,5 menit. Sedangkan bersama PSG, Messi baru sanggup mengukir satu gol dari 370 menit merumput.

Kylian Mbappe : Lionel Messi Salah Satu Yang Terbaik, Walaupun Bukan Yang Terbaik

kylian mbappe

Pada bursa transfer kemarin Lionel Messi membuat heboh karena meninggalkan Barcelona dan pindah ke PSG. Kini bersama PSG dirinya menjadi rekan satu tim dari Neymar dan Kylian Mbappe. Menariknya meski sudah bermain bersama, Mbappe masih tak mengakui Lionel Messi sebagai pemain terbaik.

 

Keputusan Messi meninggalkan Barca mengejutkan mengingat dirinya sudah membela Barcelona sejak masih di akademi La Masia. Barcelona tak mampu memberikan kontrak baru kepada Messi karena terbentur dengan kondisi keuangan klub yang amburadul.

Kini usai ditinggalkan Messi, Barcelona juga sedang berada dalam performa buruk. Sedangkan Messi telah dimulai di PSG pada musim ini.

Kepindahan Messi ke PSG jelas membuat para pendukung sangat bahagia dan antusias.Jersey PSG bertuliskan nama Messi dan nomor punggung 30 laku keras di pasaran.

Messi sejauh ini telah bermain sebanyak lima kali untuk PSG di berbagai kompetisi dan baru berhasil mencetak satu gol untuk Les Parisiens.

Gol tersebut tercipta saat PSG melawan Manchester City dalam matchday kedua babak penyisihan Grup A Liga Champions 2021-2022 di Stadion Parc des Princes, Selasa (28/9/2021).

Kylian Mbappe yang bermain bersama Messi di lini depan PSG mengaku sangat menikmati bermain bersama La Pulga dirinya mengaku sangat mudah bermain bersama dengan Messi.

“Sangat mudah bermain dengan Messi, sungguh,” kata Mbappe kepada RMC Sport seperti dikutip BolaSport.com.

“Dia sangat memahami sepak bola, selalu tahu apa yang harus dilakukan.”

“Jika dia harus menggiring bola melewati semua orang dan mencetak gol, dia akan melakukannya. Jika dia harus bermain dengan satu sentuhan, dia akan melakukannya,” lanjut Mbappe

Namun meskipun begitu, Mbappe nampaknya masih belum mengakui Messi sebagai pemain terbaik, dirinya Messi hanya merupakan salah satu dari sekian pemain terbaik yang pernah ada.

“Dia salah satu yang terbaik, walaupun bukan yang terbaik,” ujar Mbappe.

Real Madrid Gagal Bawa Pulang 3 Poin Karena Kalah 1-2 Dari Epanyol

Dalam lanjutan Liga Spanyol 2021/22, Real Madrid harus pulang dengan tangan hampa saat bertandang ke markas Espanyol. Los Blancos menyerah 1-2 di Stadion Cornella-El Prat, Minggu (3/10/2021) malam WIB.

 

Madrid tampil dominan dengan melepaskan 13 tembakan (5 on target) dan 65 persen penguasaan bola. Sementara itu, Espanyol mencatatkan 8 attempts (4 on target).

Espanyol unggul di menit ke-17. Raul de Tomas menembak bola sepakan kaki kiri yang meluncur masuk ke sudut kanan bawah gawang Madrid, memaksimalkan umpan Adrian Emberba.

Mengejar ketinggalan, Madrid melancarkan serangan lebih banyak.Namun mereka kesulitan untuk menembus rapatnya barisan pertahanan Espanyol.Tidak ada gol tambahan tercipta hingga turun minum. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Espanyol 1-0 atas Madrid

Pada babak kedua Madrid berusaha melakukan serangan, tim tamu justur kebobolan di menit ke-60. Aleix Vidal mencatatkan namanya di papan skor. Gelandang Espanyol itu membobol gawang Madrid lewat sepakan bola di sisi kanan kotak penalti.

Madrid memperkecil ketertinggalan pada menit ke-71. Benzema mendapat umpan dari Luka Jovic, sebelum menembak bola di tengah kotak penalti yang meluncur masuk ke gawang Espanyol.

Madrid berusaha mencetak gol kedua di sisa waktu yang ada, tapi upaya mereka gagal membuahkan hasil. Pertandingan tuntas dengan skor 2-1 untuk kemenangan Espanyol.

Meski kalah, hasil tersebut tidak mengubah posisi Madrid di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dengan 17 poin. Espanyol naik ke urutan 12 dengan 9 poin.

Susunan Pemain

Espanyol: Diego Lopez; Oscar Gil (Didac Vila 81′), Sergi Gomez, Leandro Cabrera, Adria Pedrosa; Keidi Bare, Sergi Darder (David Lopez 82′); Aleix Vidal (Nico Ribuado 64′), Oscar Melendo (Manu Morlanes 58′), Adrian Embarba (Lei Wu 65′); Raul de Tomas.

Real Madrid: Thibaut Courtois; David Alaba, Nacho Fernandez, Eder Militao, Lucas Vazquez; Eduardo Camavinga (Rodrygo 46′), Toni Kroos (Casemiro 62′), Luka Modric (Luka Jovic 62′), Federico Valverde; Vinicius Junior (Eden Hazard 72′), Karim Benzema.

Zaniolo Tak Dipanggil Timnas Italia, Mourinho Bersuara

Zaniolo

Jose Mourinho memberi respon penting atas kekesalan gelandang AS Roma, Nicolo Zaniolo, yang tidak dipanggil timnas Italia. Mourinho berpesan agar Zaniolo mempertahankan performanya saat ini dan panggilan akan datang.

Zaniolo tidak masuk dalam skuad timnas Italia yang menjadi juara Euro 2020. Pemain 22 tahun itu memang harus absen karena belum sembuh dari cedera. Zaniolo tidak memainkan satu laga pun sepanjang musim lalu di Serie A.

Kini, Zaniolo mendapatkan performa yang cukup bagus di awal musim 2021/2022. Tapi, Roberto Mancini tidak melirik Zaniolo untuk bergabung dengan timnas yang akan tampil di UEFA Nations League.

Nicolo Zaniolo menunjukkan reaksi yang kesal saat ditarik keluar pada duel Roma melawan Empoli. Zaniolo disebut kesal bukan karena tidak bermain penuh, tapi karena tidak dipanggil ke timnas Italia oleh Mancini.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa ini adalah bagaimana Anda harus bereaksi terhadap momen sedih. Dia berharap berada di skuad Italia, saya menghormati keputusan Roberto Mancini dan Zaniolo juga menghormati itu,” kata Mourinho pada DAZN.

“Dia telah bermain dengan baik dan jika dia terus bermain seperti ini, dia akan dipanggil. Dia dalam kondisi yang baik, juga mencoba bertahan bahkan ketika dia lelah. Saya sangat menyukai penampilan Zaniolo,” sambung Mourinho.

Roma akan rehat karena dalam dua pekan ke depan ada agenda internasional. Sejauh ini, Mourinho cukup puas dengan apa yang diraih anak asuhnya. Mourinho merasa Roma berada pada jalur yang sudah benar.

“Kami bermain bagus, solid, dan kompak. Kami mengendalikan tim yang memainkan sepak bola bagus dan 15 poin dari tujuh putaran adalah penghitungan yang bagus,” kata Mourinho.

“Saya sangat menyukai situasi ini dan saya senang memberikan waktu bermain untuk Ebrima Darboe, Riccardo Calafiori, dan Nicola Zalewski,” kata pelatih asal Portugal.

Raul de Tomas Menjadi Man Of The Match Dalam Laga Espanyol vs Real Madrid

Espanyol keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 atas Real Madrid dalam duel pekan ke-8 Liga Spanyol atau La Liga 2021/22, Minggu (3/10/2021).

 

Dalam laga yang dilangsungan di RCDE Stadium tersebut, Raul de Tomas layak dinobatkan sebagai pemain terbaik alias man of the match.Laga tersebut berlangsung dengan cukup sengit. Madrid mendominasi, tapi Espanyol bisa memanfaatkan kelemahan tim tamu dengan tepat.

Espanyol unggul dua gol terlebih dahulu lewat Raul de Tomas (17′) dan Aleix Vidal (60′). Madrid melawan, tapi hanya bisa membalas satu gol melalui Karim Benzema (71′).

Meskipun kalah , hasil tersebut tidak mengubah posisi Madrid di puncak klasemen sementara, tapi tentu jadi pukulan bagi Carlo Ancelotti dan skuadnya.

Sepanjang laga tersebut Raul de Tomas hanya mencetak satu gol, tapi kontribusi ini krusial bagi hasil akhir. Dia mencetak gol di babak pertama untuk menghentikan ritme Madrid.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengisi pos striker Espanyol dengan sangat baik. De Tomas aktif terlibat membentuk garis pertahanan pertama untuk mencegah serangan cepat Madrid.

De Tomas membuat total 3 tembakan, 44 sentuhan, 79% umpan sukses, 1 umpan kunci, 2 dribel sukses, dan menang 2 duel udara. Whoscored memberikan rating 7,6 untuk aksinya.