Ronald Koeman Sudah Tentukan Siapa Saja Yang Dilepas Dari 32 Pemain Barcelona

Daftar dan Nomor Punggung Pemain Barcelona Musim 2020-2021

Sebelum penutupan pendaftaran pemain di akhir Agustus 2021 ini,  Barcelona sudah harus menyelesaikan masalah perampingan skuad. Total pemain yang dimiliki Ronald Koeman sekitar 32 pemain.

Jumlah ini tergolong sangat banyak untuk satu tim, sangat tidak ideal. Hanya ada 11 posisi di lapangan, pastinya bakal ada lebih banyak pemain yang dirugikan karena posisi tersebut.

Barcelona tidak mampu bersaing di bursa transfer dikarenakan masalah finansial mereka. Bahkan Barca hampir gagarl mendaftarkan pemain baru karena melebihi salary cap.

Masalah lain, Joan Laporta mengalami kesulitan melepas pemain-pemain yang tidak masuk rencana Koeman. Itulah sebabnya sekarang ada terlalu banyak pemain dalam skuad.

Koeman secara langsung menegaskan bahwa saat ini skuad Barca mustahil dikelola dengan baik. Ada 32 pemain, terlalu banyak dan jauh di atas jumlah ideal. Dia berharap klub membantunya.

“Mustahil memiliki 32 pemain dalam skuad. Saya sudah melakukan kursus kepelatihan, tapi tidak dengan 32 pemain,” ujar Koeman di Marca.

“Klub sudah tahu siapa yang saya inginkan dan pemain-pemain mana yang ingin terus saya ajak bekerja sama, tetapi saya juga menaruh respek untuk setiap pemain yang terikat kontrak.”

“Setiap pemain tahu siapa saja bagian dari skuad dan siapa yang akan sulit bermain,” imbuhnya.

“Mereka [Getafe] telah menunjukkan performa sangat positif dalam dua pertandingan pertama. Lawan Sevilla kemarin, mereka layak mendapatkan lebih baik,”lanjut Koeman.

“Mereka adalah tim kompetitif dengan senjata tangguh. Mereka akan bermain sangat fokus dan karena itu kami harus bermain fendan agresif,” tandasnya.

Barcelona Tidak Bisa Menjadi Terbaik Di Dunia Tanpa Lionel Messi

Tiga Syarat dari Lionel Messi agar Bertahan di Barcelona

Ronald Koeman tidak berusaha membantah. Memang diakuinya Barcelona yang sekarang belum siap menjadi tim terbaik di dunia, apalagi tanpa Lionel Messi.

Musim panas ini menjadi titik perubahan besar di Barcelona. Mereka kehilangan sang superstar, Messi, yang sudah belasan tahun jadi nyawa permainan tim.

Sialnya, Barcelona juga tidak bisa mendatangkan pemain bintang lain sebagai ganti Messi. Mereka sedang kesulitan secara finansial, bahkan sampai harus memotong gaji pemain.

Koeman mengetahui bagaimana fans mengkritik klub habis-habisan karena penjualan Messi. Fans Barca juga semakin marah ketika tahu mereka tidak bisa merekrut pengganti.

Namun tetap saja, Koeman menegaskan bahwa pihak klub sudah bekerja sebaik mungkin. Kondisinya memang sulit bagi Barca.

“Saya memahami apa yang dirasakan mereka yang mencintai klub ini, tetapi situasi ekonominya sulit,” ujar Koeman kepada SPORT.

“Situasi ini membuat frustrasi, tetapi Anda harus realistis. Bicara keuangan, kami tidak bisa bersaing dengan Paris, City, atau United. Itu jelas dan kami harus menerimanya.”

Sejauh ini Koeman berusaha mengatasi kepergian Messi dengan semaksimal mungkin. Dia mengandalkan para pemain-pemain muda yang tampak semakin matang.

“Kami ingin berada di level tertinggi dan kami harus memiliki mentalitas juara. Namun, kami tidak bisa berharap jadi yang terbaik di dunia,” lanjut Koeman.

“Kami telah kehilangan pemain terbaik di dunia dan saya tegaskan bahwa kami harus realistis. Kami tidak bisa memasang target yang biasa, sebab timnya berbeda.”

Singkatnya, Koeman meminta fans Barca lebih bersabar. Mereka tengah membangun sesuatu yang besar dan itu butuh waktu.

“Kami membangun tim dengan masa depan luar biasa, tapi Anda harus bersabar,” tutup Koeman.

Barcelona Harus Bayar 226Miliar Jika Pecat Ronald Koeman

 

Ingin memecat Ronald Koeman, Barcelona diharuskan untuk berpikir ulang dahulu. Bukan soal raihan prestasi yang diukir pada musim 2020/2021, tapi nilai kompensasi yang cukup tinggi.

Barcelona sendiri belum menentukan nasib Ronald Koeman untuk musim 2021/2022 yang akan datang. Koeman masih punya kontrak hingga Juni 2022, tetapi masa depannya diragukan.

Cukup banyak dari para pemain senior Barcelona yang tidak suka kepada Koeman. Situasi ini bahkan terjadi sejak awal musim. Belakangan, direktur Barcelona pun tidak cukup puas dengannya.

Nilai Kompensasi Pemecatan Ronald Koeman

Barcelona pada awal musim 2020/21 lalu ‘membajak’ Ronald Koeman dari posisi timnas Belanda. Dikutip dari SPORT, Barcelona ketika itu harus membayar 5 juta euro untuk bisa menebus kontrak Koeman di timnas Belanda.

Beberapa sumber menyebutkan jika Koeman yang merogoh koceknya sendiri untuk bisa keluar.

Baru satu musim berjalan, Koeman dikabarkan akan dipecat Barcelona. Koeman bakal mendapat kompensasi yang nilainya tidak kecil jika dipecat Barcelona beberapa waktu ke depan.

Koeman akan mendapat 5,8 juta euro sebagai kompensasi. Ditambah lagi Koeman tetap mendapatkan gaji selama satu musim yang mencapai 7,2 juta euro. Jadi, jika ingin memecat Koeman, Barcelona harus siap dana 13 juta euro atau sekitar Rp226 miliar sebagai kompensasi.

Siapa Gantikan Ronald Koeman?

Pertemuan pertama Koeman dan Joan Laporta, presiden Barcelona, belum mencapai kesepakatan apa pun soal musim depan. Sehingga boleh dibilang masa depan Ronald Koeman di Barcelona belum pasti.

Koeman dan Laporta akan kembali bertemu dan mengambil keputusan dalam dua pekan ke depan. Bisa jadi keputusan akan diambil lebih cepat, sebelum Euro 2020 digelar.

Saat ini, Barcelona tengah menimbang beberapa nama sebagai pengganti Koeman. Setelah gagal mendekati Hansi Flick dan Xavi, ada nama Mikel Arteta yang diklaim mungkin jadi pilihan Barcelona musim depan.

Masih Sakit Hati Diusir Dari Barca, Luis Suarez Serang Bartomeu Dan Ronald Koeman

Serangan verbal dilakukan Luis Suarez, sang bomber Atletico Madrid kepada Josep Maria Bartomeu dan juga pelatih Barcelona, Ronald Koeman.

Serangan ini adalah akibat dari pengusiran dirinya yang dilakukan pihak Barcelona pada musim panas 2020 lalu. Pemain asal Uruguay tersebut didepak tak lama setelah adanya pergantian pelatih.

Menganggap Suarez saat itu telah habis. Akan tetapi ternyata pemain berusia 34 tahun itu membuktikan bahwa anggapan itu keliru.

Suarez tampil sangat bagus bersama Atletico. Bahkan ia membantu tim asuhan Diego Simeone tersebut meraih gelar juara La Liga 2020-21 ini.

Serangan untuk Bartomeu

Kini sudah sekitar semusim setelah Luis Suarez pergi dari Barcelona. Meski demikian, Suarez tampaknya masih sakit hati dengan pengusiran yang dilakukan oleh klub Catalan tersebut.

Secara spesifik, ia kemudian menyerang pria yang kini sudah tak lagi jadi presiden Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengusiran dirinya. Ia menuding Bartomeu sebagai sosok pengecut.

“Saya tidak akan pernah melawan Barcelona, mereka telah memberi saya segalanya dan memungkinkan saya untuk menjadi [seorang pemain] elit, tetapi jelas presiden [Josep Maria Bartomeu] mengatakan segalanya di media alih-alih menelepon saya,” serunya pada El Partizado de Cope.

“Saat mereka ingin Leo [Messi] bertahan, mereka memanggil saya untuk menggunakan saya untuk meyakinkan dirinya, [juga] untuk berbicara dengan [Antoine] Griezmann… jadi mengapa mereka tidak menelepon saya ketika mereka ingin saya pergi?” ketus Suarez.

Serangan Pada Koeman

Luis Suarez kemudian juga menyerang pelatih Barcelona saat ini, Ronald Koeman. Selain menudingnya sebagai pengecut, Suarez juga menyebut Koeman sebagai pria yang tak punya kepribadian yang jelas.

“Atau mengapa pelatih tidak datang dan mengatakan kepada saya bahwa ia tidak mengandalkan saya karena ia menginginkan tipe striker lain?” ujarnya.

“Koeman mengatakan kepada saya bahwa saya tidak termasuk dalam rencananya, lalu ia berkata: ‘Jika kita tidak menyelesaikannya besok, Anda kembali ke rencana saya dan saya mengandalkan Anda melawan Villarreal’.”

“Saya kemudian melihat bahwa pria itu tidak memiliki kepribadian. Ia tidak cukup kuat untuk memberi tahu saya bahwa saya tidak dibutuhkan. Keputusan [untuk menjual] datang dari dewan klub,” tandasnya.

Selama di Atletico Madrid, Luis Suarez membuktikan bahwa ia masih gacor dengan mencetak 21 gol dari 32 pertandingan di La Liga. Sementara itu Barcelona cuma finis di posisi ketiga klasemen liga Spanyol.

Perebutan Gelar LaLiga Dipastikan Sengit Sampai Akhir

Dalam lanjutan pertandingan La Liga tadi malam, Barcelona berhasil mengalahkan Getafe. Menurut Ronald Koeman persaingan memperebutkan gelar juara akan berlangsung sengit sampai berakhirnya musim ini.

Barcelona menjamu Getafe di Stadion Camp Nou, Jumat (23/4/2021) dini hari WIB. Blaugrana menang dengan skor menyakinkan 5-2 dalam pertandingan tersebut. Dua gol untuk Barcelona disumbang Lionel Messi. Sementara tiga gol lainnya masing-masing lahir berkat bunuh diri Sofian Chakla, sundulan Ronald Araujo, serta eksekusi penalti Antoine Griezmann.

Getafe sendiri juga berhasil mencetak dua gol ke gawang Blaugrana. Gol tim tamu tercipta berkat bunuh diri Clement Lenglet dan eksekusi penalti yang dilakukan Enes Unal.

Koeman merasa sangat puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Getafe. Blaugrana sudah bermain bagus dalam pertandingan ini menurutnya.

“Saya rasa ini hasil bagus, tim bermain bagus. Terutama pada babak pertama kami fokus dan punya beberapa peluang. Kami bermain kuat. Saya gembira pada menit-menit itu,” kata Koeman seperti dikutip Marca.

“Gol Leo luar biasa, dari umpan Sergio Busquets. Pada babak kedua kami sedikit melambat dan menjadi rumit yang tidak perlu dengan skor 3-2. Kami harus belajar dari itu.”

Kemenangan atas Getafe ini membuat Barcelona kemblai menghuni peringkat ketiga klasemen sementara La Liga Spanyol. Mereka mengumpulkan 68 poin dari 31 pertandingan. Barcelona tertinggal dua poin dari peringkat kedua, Real Madrid. Atletico Madrid masih berkibar di peringkat pertama dengan keunggulan lima poin atas Barcelona.

Tetapi Barcelona masih punya tabungan satu pertandingan ketimbang dua rivalnya Real Madrid dan Atletico Madrid. Koeman menyakini penentuan gelar juara La Liga akan berlangsung hingga pertandingan terakhir.

“Saya tak berpikir kami lebih kuat daripada tiga tim lainnya,” lanjut Koeman.

“Mereka juga menang dan kami menjalani pertandingan yang sulit. Pertarungan akan berlangsung hingga laga terakhir.”