Bawa Borussia Dortmund Menang Atas Besiktas, Jude Bellingham Lampaui Rekor Mbappe

Gelandang muda Borussia Dortmund, Jude Bellingham, tampil luar biasa saat tandang ke markas Besiktas, pada matchday pertama Grup C Liga Champions 2021/22, Rabu (15/9/2021) malam WIB.

Pada laga yang digelar di Vodafone Park ini, Borussia Dortmund menang dengan skor 2-1.

Pada laga ini, Jude Bellingham tercatat mencetak satu gol di menit ke-20, serta memberikan assist untuk gol Erling Haaland pada menit ke-45.

Atas gol yang dicetaknya ke gawang Besiktas ini, Jude Bellingham berhasil memecahkan dua rekor di Liga Champions.

Jude Bellingham tercatat menjadi pemain termuda yang mencetak gol di dua pertandingan Liga Champions berturut-turut, melampaui rekor bintang PSG, Kylian Mbappe.

Selain itu, Bellingham kini menjadi pemain termuda Inggris yang mencetak gol tandang di Liga Champions. Rekor yang sebelumnya dipegang oleh pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold (19 tahun dan 10 hari pada Oktober 2017 di laga kontra Maribor).

Terkait performa Jude Bellingham ini, striker Borussia Dortmund Erling Haaland menilai rekannya itu adalah pemain muda yang sangat luar biasa.

“Dia tiga tahun lebih muda dari saya, itu gila!” ujar Erling Haaland, Jumat (17/9/2021).

“Apa yang bisa saya katakan? Dia luar biasa, dia berusia 18 tahun dan bermain sangat baik. Dia fantastis. Bellingham pasti akan menarik minat dari klub raksasa Benua Biru pada musim panas mendatang,” lanjutnya.

AS Roma Belum Terkalahkan Sejak Ditangani Mourinho

Mourinho

AS Roma masih terlalu tangguh untuk CSKA Sofia di laga perdana babak grup ​UEFA Europa Conference League, Jumat (17/9) dini hari WIB tadi. Tak tanggung-tanggung, klub ibu kota Italia itu mengamankan skor telak 5-1 melawan wakil Bulgaria tersebut.

Di pertandingan yang digelar di Stadio Olimpico semalam, Roma bertekad untuk mempertahankan tren kemenangannya bersama Jose Mourinho, yang sebelum ini mampu menyapu bersih lima laga pertamanya di semua kompetisi sebagai pelatih Giallorossi.

Akan tetapi, Roma justru dikejutkan gol cepat Graham Carey pada menit kesepuluh setelah yang bersangkutan menuntaskan assist Yanic Wildschut, selagi Roma baru bisa merespons 15 menit berselang lewat lesakan Lorenzo Pellegrini.

Stephan El Shaarawy kemudian hadir untuk membalikkan keadaan bagi tim tuan rumah setelah ia menuntaskan umpan Eldor Shomurodov di tujuh menit jelang turun minum.

Di pertengahan babak kedua, tepatnya dua menit setelah satu jam, Pellegrini menambah nestapa tim tamu seturut gol keduanya ke gawang Gustavo Busatto. Dan tak lama setelah itu, Sofia kehilangan satu pemain menyusul kartu kuning kedua yang diterima WIldschut.

Unggul jumlah pemain di lapangan berhasil dimanfaatkan Roma, yang lantas mencetak dua gol tambahan melalui Gianluca Mancini dan pemain pengganti Tammy Abraham di delapan menit terakhir.

Roma kini memenangkan enam laga perdananya di musim baru untuk kali ketiga dalam sejarahnya, menyamai catatan yang diukir pada 2013/14 dan 2014/15 silam ketika dilatih Rudi Garcia.

Berkat hasil ini, Roma untuk sementara menempati urutan pertama di tabel klasemen Grup C UEFA Europa Conference League.

Arsenal Diprediksi Baru Bisa Masuk ke Zona Liga Champions Empat Tahun Lagi

Arsenal memasuki musim 2021/22 ini dengan hasil negatif. The Gunners mengalami kekalahan dalam tiga laga awal berturut-turut.

Meski kemudian tim asuhan Mikel Arteta ini perlahan mampu bangkit dan meraih kemenangan di dua laga terakhirnya, sehingga berhasil keluar dari zona degradasi dan kini menempati posisi ke-13 di papan klasemen sementara Liga Inggris 2021/22 dengan mengantongi 6 poin, hasil dari 2 kali menang dan 3 kali kalah.

Pada musim ini, Arsenal telah menghabiskan dana hingga 150 juta poundsterling untuk membeli beberapa pemain baru, seperti Ben White, Aaron Ramsdale, dan hingga Martin Odegaard.

Meski demikian, mantan bek Arsenal, Per Mertesacker, menilai The Gunners belum bisa bersaing di papan atas Premier League, apalagi masuk ke zona Liga Champions, di musim ini.

Menurut Mertesacker, skuad Arsenal belum memadai untuk hal itu. Kemungkinan empat tahun lagi baru The Gunners bisa berbicara banyak di level atas Premier League.

“Mungkin belum (finis empat besar musim ini), itulah yang saya pelajari. Saya melihat lebih jangka panjang, Edu kadang-kadang perlu melihat jangka panjang, kita perlu membangun fondasi untuk tiga atau empat tahun ke depan. Saya di akademi, saya hidup dalam siklus sepuluh tahun,” kata Mertesacker.

“Mikel perlu menyelesaikan masalah di sini dan sekarang, pertandingan berikutnya adalah yang paling penting bagi kami. Saya akan mendukung tim karena mereka membutuhkan kami untuk menciptakan energi positif dan energi di seluruh tempat latihan,” lanjutnya.

Meski demikian, Mertesacker meminta kepada para suporter dan staf untuk tetap bekerja keras mendukung Arsenal, bahkan jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginan.

“Itulah tugas kami sebagai penggemar Arsenal seumur hidup untuk membangun atmosfer itu. Karena apa yang terjadi jika kita turun? Apakah saya memiliki pekerjaan saya tahun depan, apa yang terjadi jika kami tidak mencapai sepak bola Eropa? Apakah itu berpengaruh pada staf dan jumlah di akademi,” ucap Mertesacker.

“Jadi kami mencoba untuk memastikan kami tetap positif dalam lingkungan klub sepak bola Arsenal karena setiap staf dan setiap penggemar memiliki peran besar dalam hal ini.”

Catatan Gol Erling Haaland di Liga Champions Jauh Lampaui Messi dan Ronaldo

Borussia Dortmund menang atas tuan rumah, Besiktas, di Vodafone Park, dengan skor 2-1 pada matchday pertama Grup C Liga Champions 2021/22, Rabu (15/9/2021).

Dua gol bagi Borussia Dortmund dicetak oleh Jude Bellingham (20’) dan Erling Haaland (45+3’).

Sementara itu, satu-satunya gol bagi Besiktas dicetak oleh Francisco Rubio (90+4’).

Bagi Erling Haaland, gol yang ia cetak pada laga ini merupakan golnya yang ke-9 bagi Borussia Dortmund dalam 7 pertandingan di seluruh kompetisi di musim 2021/22 ini.

Sementara itu, gol ini juga menjadi gol ke-21 bagi Erling Haaland di 17 laganya di ajang Liga Champions sejak debutnya bersama RB Salzburg pada 2019 lalu.

Lionel Messi (150 gol) dan Cristiano Ronaldo (177 gol) memang sampai saat ini masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi Liga Champions ini, namun bila dilihat dari periode 17 laga pertama, jumlah gol Erling Haaland jauh melampaui dua bintang sepak bola itu.

Lionel Messi tercatat hanya mencetak 6 gol dari 17 penampilan pertamanya di Liga Champions bersama Barcelona.

Sedangkan Cristiano Ronaldo bahkan belum mencetak gol sama sekali di 17 penampilan pertamanya di Liga Champions bersama Manchester United.

Pada Liga Champions musim 2020/21 lalu, Erling Haaland tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions, dengan 10 gol.

“Tadi itu pertandingan yang berat. Ini adalah kemenangan yang penting. Kami telah berjuang dan pada akhirnya kami menang. Aku senang sekali dengan kemenangan ini. Aku adalah seorang pencetak gol, itulah tugasku. Jadi aku harus mencetak banyak gol,” kata Erling Haaland, seusia laga kontra Besiktas.

Mantan Bek MU Kesal Melihat Ronaldo Ikut Memberikan Instruksi Seperti Pelatih

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku kesal melihat tingkah Cristiano Ronaldo yang ikut memberikan instruksi kepada rekannya-rekannya, layaknya seorang pelatih, saat Manchester United bertanding melawan Young Boys di ajang Liga Champions.

Seperti diketahui, Manchester United kalah dengan skor 1-2 saat tandang ke markas Young Boys, pada matchday pertama Grup F Liga Champions 2021/22, Selasa (14/9/2021) malam WIB.

Satu-satunya gol bagi MU pada laga tersebut dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-13.

Namun kartu merah yang diterima Aaron Wan-Bissaka pada menit ke-35 membuat situasi menjadi berbeda sehingga Young Boys mampu membalikkan keadaan melalui dua golnya.

Pada pertengahan babak kedua, pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer menarik Ronaldo untuk digantikan Jesse Lingard saat skor masih imbang 1-1.

Setelah ditarik keluar, Cristiano Ronaldo tidak duduk melihat rekan-rekannya bertanding dari bangku cadangan, namun ikut berdiri di samping Ole Gunnar Solskjaer dan ikut berteriak-teriak memberikan instruksi.

“Kalau saya jadi manajernya, jujur saja, saya akan memintanya duduk,” kata Rio Ferdinand kepada BT Sports.

Menanggapi pernyataan Rio Ferdinand ini, Peter Crouch, yang juga sesama pengamat menilai apa yang dilakukan Ronaldo masih bisa diterima karena ia bukan pemain biasa.

“Kalau saya juga duduk di bangku cadangan, saya akan memintanya duduk. Tapi ya dia Cristiano, kita akan membiarkannya melakukan itu,” sahut Peter Crouch.

Mendengar jawaban Peter Crouch, Rio Ferdinand menjadi sedikit melunak karena ia juga memahami level Cristiano Ronaldo sebagai pemain sepak bola.

“Saya paham sih. Anda tahu lah, dengan Cristiano, orang-orang berpikir ‘Oh itu sikap yang berani, itu demi fans’. Dia cuma orang yang penuh gairah, dia ingin menang, dia sangat menginginkannya, dan dia tak bisa menahannya,” ucap Rio Ferdinand.

“Kalau itu berarti dia harus ke sana dan berdiri di samping manajer, meneriakkan instruksi dan lain-lainnya, jadi biar saja. Ketika yang melakukannya sosok seberpengaruh itu di pertandingan, bagaimana Anda bisa mendebatnya,” tandasnya.

Bek AC Milan Mengakui Sulit Bermain di Anfield

AC Milan kalah tipis dengan skor 2-3 saat tandang ke markas Liverpool, di Anfield, pada matchday pertama Grup B Liga Champions 2021/22, Kamis (16/9) dinihari WIB.

Tuan rumah unggul terlebih dahulu lewat gol bunuh diri Fikayo Tomori, sebelum kemudian AC Milan berhasil membalik keadaan menjadi 2-1 pada babak pertama lewat gol Ante Rebic dan Brahim Diaz.

Pada babak kedua, dukungan dari suporter yang memerahkan Anfield membuat Liverpool bangkit dan mencetak dua gol lagi melalui Mohamed Salah dan Jordan Henderson.

Dukungan dari suporter fanatik The Reds memang membuat AC Milan kerepotan karena mereka seakan melawan 12 orang di tim Liverpool.
Hal ini diungkapkan oleh bek AC Milan, Davide Calabria.

“Kami di atas angin ketika mampu unggul dari Liverpool pada salah satu stadion terindah di dunia ini,” ungkap Davide Calabria.

“Sungguh tidak mudah memainkan pertandingan di Anfield,” lanjutnya.

Meski timnya kalah namun Davide Calabria mengaku puas dengan permainan tim AC Milan yang mulai tampil kembali di ajang Liga Champions setelah beberapa musim belakangan ini absen.

“Kami puas dengan performa tim, mengingat Milan sudah lama tidak berlaga di Liga Champions,” tutupnya.

Dengan hasil ini, AC Milan untuk sementara berada di posisi paling bawah Grup B Liga Champions dengan 0 poin.

Kalah Atas Young Boys, MU Disarankan Ganti Solskjaer Dengan Antonio Conte

Manchester United kalah dengan skor 1-2 saat tandang ke markas Young Boys, pada matchday pertama Grup F Liga Champions 2021/22, Selasa (14/9/2021) malam WIB.

MU sebenarnya mampu unggul terlabih melalui gol yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-13.

Namun kartu merah yang diterima Aaron Wan-Bissaka pada menit ke-35 membuat situasi menjadi berbeda sehingga Young Boys mampu membalikkan keadaan melalui dua golnya.

Banyak pihak yang kemudian mengkritik kepemimpinan pelatih Ole Gunnar Solskjaer yang dinilai sebagai sosok yang paling bertanggungjawab atas kekalahan Setan Merah.

Beberapa keputuan Solskjaer dalam laga tersebut justru dinilai sebagai penyebab kekalahan MU. Salah satunya adalah keputusan untuk menarik keluar Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes pada pertengahan babak kedua saat skor masih imbang 1-1.

Menurut mantan pemain Chelsea, Jason Cundy, Ole Gunnar Solskjaer tidak tahu apa yang harus dilakukannya pada situasi seperti itu sehingga keputusannya justru memperburuk keadaan.

“Di situ kelihatan sekali ia tak tahu apa-apa. Penampilan itu, bentuk timnya. Ya, mereka memang main 10 pemain tapi yang benar saja. Mereka main lima orang di belakang dan ia (Solskjaer) tak mengubahnya,” kata Jason Cundy.

“Mereka kerepotan di lini tengah. Fred, Paul Pogba, dan Bruno Fernandes yang malang. Saya sangat bersimpati pada ketiganya, mereka tak dapat bantuan, mereka jadi bulan-bulanan operan lawan. Kelima pemain bertahan tidak bergerak sama sekali, jadi mereka (di lini tengah) kalah jumlah. Saat melihat skema itu tak berfungsi, harusnya mereka main empat di belakang dan tengah,” ucapnya.

“United layak mendapatkan hasil itu dan ketidakmampuannya (Solskjaer) amat terlihat secara fatal. Kartu merah mengubah permainan, tapi laga belumlah tuntas. Biasanya Young Boys itu jadi bulan-bulanan di ajang Eropa dan United malah kalah 1-2, itu benar-benar sebuah malapetaka,” tuturnya.

Karena itu, Jason Cundy menyarankan akan manajemen MU segera mencari pengganti Solskjaer. Satu namanya yang menurutnya lebih pantas menangani MU adalah mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

“Itu benar-benar memperlihatkan kemampuan Ole. Saya akan memecatnya. Kita semua tahu apa yang akan terjadi kan? Di luar sana ada Antonio Conte,” ujar Cundy.

“Siapa pelatih yang lebih baik? Musim ini mereka akan menjalani fase grup dan mereka kelak akan berpikir ‘seandainya kita lebih cepat (melakukan pergantian pelatih)’. Ada pola tertentu yang muncul dengan Ole, terutama di Eropa. Musim lalu ia bahkan tak bisa lolos grup,” pungkasnya.

Tanpa Messi, Sergio Busquets Yakin Barcelona Bisa Juara Liga Champions

Kepedihan yang mendalam harus dirasakan oleh Barcelona pada musim ini usai mereka gagal mempertahankan Lionel Messi yang selama ini telah membantu Blaugrana meraih puluhan gelar juara. Barca harus merelakan pemain bintangnya tersebut untuk bergabung dengan PSG.

Namun, Sergio Busquets kapten Barca tetap optimis timnya akan tetap kuat dan bisa juara Liga Champions meski tanpa Lionel Messi.

Blaugrana terpaksa melepas Messi karena mereka tidak bisa menyodorkan kontrak baru karena terbentur aturan finansial La Liga.Kini Barca memulai era baru tanpa Messi.

Sebelumnya Messi disebut akan bertahan di Barcelona, namun pada akhirnya dirinya gagal bertahan di Camp Nou, banyak yang terkejut dengan keputusan tersebut.

Sergio Busquet pun juga mengaku ikut terkejut dengan kepergian Lionel Messi, tapi dirinya menegaskan bahwa saat ini Barca harus bisa beradaptasi dengan kepergian Messi.

“Itu mengejutkan, untuk semua yang diberikan Leo kepada Barca dan secara pribadi kepada saya,” ujar Busquets seperti dilansir Goal.

“Itu adalah akumulasi emosi yang sulit dicerna, tetapi kami harus mencoba mengubah cerita. Kami berada di awal musim dan kami harus terbiasa bermain tanpa Leo,” tegasnya.

Barcelona terakhir kali juara Liga Champions pada musim 2014-15 silam. Kini dengan kepergian Messi, Barca diprediksi akan lebih kesulitan untuk bisa menjadi juara Liga Champions. Namun Sergio Busquets tetap yakin Barca bisa jadi juara UCL meski tanpa kehadiran Messi.

“Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Chelsea memenangkan Liga Champions musim lalu dan bukan favorit,” serunya.

“Yang penting adalah level kolektif dan kami tahu bahwa kami tidak memiliki Leo atau kualitas individunya. Kami di sini, bersemangat dan sadar akan kesulitannya, tetapi kami memiliki banyak ambisi dan kami ingin menang,” tegas Busquets.

Pada musim ini Barcelona tergabung di Grup E Liga Champions 2021/22, mereka akan menghadapi Bayern Munchen, Benfica, dan Dynamo Kiev.

Pencetak Rekor Gol Di Liga Champions, Ada Messi Dan Giroud

Gelaran Liga Champions 2020/2021 telah selesai. Akhirnya Chelsea lah yang memastikan diri sebagai kampiun ajang tersebut usai mengalahkan Manchester City 1-0 pada laga puncak yang digelar di Estadio do Dragao Portugal, Minggu (30/05) dini hari WIB.

Bukan hanya Chelsea yang meraih prestasi pada ajang ini. Di level individu, ada sejumlah pemain yang mencatatkan prestasi pribadi, termasuk pencetak gol terbanyak di ajang ini.

Nama Erling Haaland tercatat namanya sebagai pencetak gol paling banyak pada Liga Champions 2020/2021 ini. Wonderkid Borussia Dortmund tersebut mencetak sepuluh gol pada ajang antarklub paling akbar di Benua Eropa ini.

Namun, bukan hanya Haaland satu-satunya pemain yang mencatatkan rapor apik dalam aspek penyerangan sepanjang gelaran Liga Champions 2020/2021 ini.

Mari kita simak siapa saja pemain tersebut melalui artikel dibawah ini.

Kualitas Peluang Messi Paling Tinggi

Kendati gagal mengantarkan Barcelona lolos ke perempat final, Lionel Messi tetap mencatat rekor pribadi pada ajang ini. Pemain asal Argentina tersebut mencatatkan namanya sebagai pemain dengan kualitas peluang per menit bermain paling tinggi.

Laman Infogol mencatat bahwa dari 571 menit bermain, Messi memiliki nilai expected goals sebesar 5,92. Artinya, dalam tiap menit bermain, Messi memiliki nilai xG paling sebesar 0,01.

Di bawah Messi ada nama Robert Lewandowski dan Olivier Giroud. Dua pemain ini masing-masing memiliki nilai xG per menit bermain sebesar 0,009 dan 0,008.

Giroud Paling Produktif per Menit Bermain

Tak banyak mendapat kesempatan bermain, tak membuat Olivier Giroud gagal bersinar pada ajang ini. Pemain asal Prancis tersebut menjadi sosok pemain paling produktif per menit bermain di Liga Champions 2020/2021.

Dalam ajang ini, Giroud mencetak enam gol. Hebatnya, pemain berusia 34 tahun tersebut melakukannya hanya dari 280 menit bermain. Artinya, rata-rata, Giroud mencetak 0,021 gol tiap menit bermain.

Di bawah Giroud, ada nama Marcus Rashford dan Youssef En-Nesyri. Pemain Manchester United dan Sevilla tersebut sama-sama memiliki produktivitas gol per menit bermain sebesar 0,0139.

Giroud Paling Efektif Manfaatkan Peluang

Tak cuma memiliki produktivitas per menit bermain yang paling bagus, Giroud juga memiliki catatan apik lain pada ajang Liga Champions 2020/2021 musim ini. Pemain bertinggi 192 cm tersebut merupakan pemain paling efektif dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki.

Sepanjang gelaran ini, Giroud mencetak enam gol dari peluang-peluang bernilai xG 2,33 yang ia miliki. Artinya, perbandingan antara gol dan xG yang dimilikinya berkisar di angka 2,575 gol per xG yang dimiliki.

Di bawah Giroud, ada nama En-Nesyri dan Rashford. Mereka berdua memiliki perbandingan gol dan xG sebesar 2,083 dan 1,960.

Messi Paling Banyak Buang Peluang

Messi boleh menjadi sosok penyerang paling ciamik di La Liga. Namun, di ajang Liga Champions, pemain berusia 33 tahun ini seperti kehilangan tajinya.

Messi memang memiliki peluang dengan kualitas tertinggi di ajang ini. Namun, soal menuntaskan peluang, lain urusan. Messi menjadi pemain paling tak efektif dalam menuntaskan peluang di Liga Champions 2020/2021 ini.

Messi hanya mampu mencetak lima gol dari peluang-peluang bernilai xG 5,92. Artinya, rata-rata konversi peluang Messi menjadi gol ‘hanya’ sebesar 0,844.

Sementara, di peringkat kedua, ada nama yang selama ini kerap diperbandingkan dengan Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo. Di ajang ini, secara mengejutkan, pemain Juventus ini hanya memiliki rataan konversi peluang sebesar 0,902.

Real Madrid Tak Akan Terima Bonus Walau Juara Liga Champions

Skuad Real Madrid meskipun nantinya sukses menjadi juara Liga Champions, mereka tetap dipastikan tidak akan menerima bonus.

Kondisi pandemi COVID-19 memang sangat memberikan pengaruh pada berbagai sektor industri di dunia, tak terkecuali industri sepak bola. Tak sedikit klub yang mengalami kerugian karena tak mampu mendatangkan penonton ke stadion.

Padahal sektor penjualan tiket, merupakan salah satu sumber pendapatan klub sepak bola yang paling besar. Beberapa klub besar Eropa pun tak luput dari krisis ekonomi yang menyerang dunia ini, tak terkecuali Real Madrid.

Real Madrid bahkan harus rela tidak membeli pemain baru pada bursa transfer musim panas 2020 dan musim dingin 2021. Ditambah lagi, Los Blancos musim lalu menerapkan pemotongan gaji dan peniadaan bonus saat skuad mereka yang meraih gelar juara Liga Spanyol. Rencana tersebut rupanya akan dilakukan lagi pada musim ini mengingat kondisi keuangan klub yang masih belum stabil.

Dilansir dari Marca, Real Madrid akan kembali meniadakan pemberian bonus kepada seluruh pemain. Padahal, para pemain Real Madrid berkesempatan meraih bonus yang besar pada musim ini.

Striker Real Madrid, Karim Benzema, merayakan gol yang dicetak ke gawang Cadiz dalam laga Liga Spanyol di Stadion Ramon de Carranza, Rabu (21/4/2021).

Hal ini disebabkan, anak-anak asuh Zinedine Zidane itu masih bermain di Liga Champions dan berpeluang menjadi juara Liga Spanyol. Sampai sekarang pun Real Madrid sebenarnya telah menerima pendapatan sebesar 100 juta euro (sekitar Rp1,76 triliun) karena mencapai babak semifinal Liga Champions 2020-2021.

Kalau saja Real Madrid sukses menjuarai Liga Champions, Luka Modric dkk, akan menerima hadiah sebesar 115 juta euro (sekitar Rp2,02 triliun).

Sayangnya, anggaran klub yang berkurang 300 juta euro (setara dengan Rp5,27 triliun) membuat ekonomi Real Madrid semakin tercekik. Sehingga, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memutuskan untuk tidak memberikan bonus kepada para pemainnya jika berhasil menjadi juara Liga Champions.

Real Madrid sebenarnya juga sempat menerapkan pemotongan gaji sebesar 10 persen meskipun tidak semua pemain sepakat. Martin Odegaard, Luka Jovic, dan Luka Modric menjadi pemain-pemain yang saat ini sudah menyepakati pemotongan gaji sebesar 10 persen.

Selain anggaran tim yang berkurang, Real Madrid juga mengalami kerugian sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp702,35 miliar akibat dari tidak bolehnya para suporter untuk membeli tiket dan menonton pertandingan Real Madrid di Liga Champions dengan hadir ke stadion.

Kini Real Madrid berharap kondisi bisa normal lagi dan para penonton bisa kembali ke stadion Santiago Bernabeu yang sudah direnovasi.