Inilah 5 Transfer Mubazir Barcelona Penyebab Utang 22Trilliun

Kondisi Barcelona yang dibelit utang 22 triliun rupiah lebih, ternyata imbas lima dari 10 transfer termahal mereka yang mubazir terjadi di era Josep Bartomeu.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka mengumumkan kondisi keuangan klub yang sangat buruk. Dilansir dari situs resmi klub, Laporta menyebut raksasa Liga Spanyol itu mengalami kerugian 481 juta euro dan kini utangnya mencapai 1,35 miliar euro.

Jika dikonversikan, angka yang muncul terakhir bakal sebanding dengan 22 triliun rupiah lebih! Laporta menyinggung bahwa rapor merah finansial ini merupakan andil pemerintahan presiden sebelumnya, Josep Bartomeu.

“(Dewan pimpinan Bartomeu) Memang bertanggung jawab untuk tahun finansial 2020-2021,” ucap Laporta dalam laporan tersebut.

Selama memimpin Barca pada 2014-2020, Bartomeu memang dikenal pernah melakukan beberapa langkah kontroversial. Salah satunya mencakup strategi perekrutan pemain di bursa transfer.

Dari daftar 10 pemain termahal dalam sejarah klub, ada lima di antaranya yang terbilang mubazir terjadi di era Bartomeu. Tak main-main karena tiga pembelian termahal Barca masuk kategori transfer bakar-bakar duit.

Menurut data Transfermarkt, urutan pertama dan kedua ditempati oleh Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele.

Barcelona mengakuisisi dua pemain serang tersebut pada musim 2017-2018 dengan nilai transfer 135 juta euro buat masing-masing individu. Coutinho direkrut dari Liverpool dan Dembele dari Borussia Dortmund. Bagaimana hasilnya?

Tiba di bursa transfer tengah musim, Coutinho masih selalu dianggap tak bisa memenuhi ekspektasi. Kiprahnya malah lebih dikenang ketika membantu Bayern Muenchen meraih treble winners saat dipinjamkan musim 2019-2020.

Kini sudah berusia 29 tahun, Coutinho kabarnya sedang gencar diupayakan untuk dijual Barca guna mengurangi krisis dan tanggungan gaji skuad. Setali tiga uang dengan Dembele, yang beritanya lebih banyak dihiasi proses pemulihan cedera, tindakan indisipliner, atau inkonsistensi performa.

Angka 18 gol dalam 81 penampilan selama 4 musim di Liga Spanyol jauh dari kata memuaskan buat ukuran pemuda yang sempat dijuluki Cristiano Ronaldo-nya Prancis. Seperti halnya Coutinho, Dembele kerap dianggap penguras kas klub yang sedang diusahakan untuk dijual.

Di posisi ketiga ada Antoine Griezmann, yang dibeli 120 juta euro dari Atletico Madrid pada 2019. Kontribusi 22 gol dari 72 partai LaLiga tidak cukup membuktikan Griezmann sebagai pemain yang dicintai publik Camp Nou.

Pada setiap bursa transfer, selalu ada pemberitaan mengenai peluangnya pindah.Tak terkecuali musim panas ini, di mana Griezmann sedang gencar diberitakan ingin pulang ke Atletico. Kegagalan Barca melepas tiga pemain mahal ini dipercaya ikut berkontribusi terhadap kegagalan Barcelona mempertahankan Lionel Messi.

Adapun dua rekrutan mahal yang gagal lainnya di era Bartomeu layak disematkan kepada Miralem Pjanic dan Malcom. Pjanic tiba tahun lalu dengan harga 60 juta euro dari Juventus dalam transfer yang melibatkan Arthur Melo ke arah berlawanan.

Toh, posisinya di Barca lebih sering sebagai penghias bangku cadangan.Catatannya hanya 6 kali starter dari 19 penampilan Liga Spanyol musim lalu. Nihil gol. Terakhir adalah Malcom dengan jejak hanya 1 gol dalam 15 partai Liga Spanyol 2018-2019.

Barcelona cuma memilikinya semusim walau harus mengeluarkan ongkos transfer 41 juta euro. Kini dia sudah memasuki musim ketiga membela klub Rusia, Zenit St Petersburg. Jangan lupakan pula nama-nama produk pinggiran lain seperti Aleix Vidal, Arda Turan, atau Andre Gomes.

Memang tidak semua rekrutan mahal era Bartomeu gagal, misalnya Luis Suarez. Akan tetapi, kepindahan striker subur Uruguay itu juga diwarnai konflik antara dirinya dengan sang mantan presiden.

“Saya pikir Barcelona membuat mereka sendiri berada di situasi ini,” kata eks pemain Barca, Ronald de Boer.

“Membeli Griezmann, Coutinho, dan Dembele ratusan juta euro, tak ada pertanggungjawaban kepada klub mereka sendiri,” tuturnya kepada Talksport.

Daftar 10 rekrutan termahal Barcelona

1. Philippe Coutinho (dari Liverpool, 2018): 135.000.000 euro

2. Ousmane Dembele (Dortmund, 2017): 135.000.000

3. Antoine Griezmann (Atletico, 2019): 120.000.000

4. Neymar (Santos, 2013): 88.200.000

5. Frenkie de Jong (Ajax, 2019): 86.000.000

6. Luis Suarez (Liverpool, 2014): 81.720.000

7. Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan, 2009): 69.500.000

8. Miralem Pjanic (Juventus, 2020): 60.000.000

9. Malcom (Bordeaux, 2018): 41.000.000

10. David Villa (Valencia, 2010): 40.000.000

Presiden Barcelona Akui Hubungan Klub Dengan Messi Berakhir Buruk

Joan Laporta Sebut Barcelona dalam Keadaan Gawat, Utang Mencapai Rp 22  Triliun!

Joan Laporta, Presiden Barcelona, mengakui kalau kebersamaan klubnya dengan Lionel Messi berakhir dengan buruk dan sekarang sang megabintang sudah resmi menjadi milik PSG. Messi tidak bisa memperpanjang kontraknya di Barcelona karena ada masalah dengan pihak La Liga. Pemain 34 tahun itu pun akhirnya harus berpisah dengan klub yang ia bela dalam 17 tahun karier profesionalnya.

Pekan lalu, Messi terbang ke Paris untuk meneken kontrak bersama klub kaya raya PSG. La Pulga pun sekarang resmi berstatus sebagai penggawa Les Parisiens. Terlepas dari akhir yang buruk dari hubungan klubnya dengan Messi, Laporta menegaskan kalau melepas Messi merupakan keputusan terbaik demi keberlangsung hidup Barcelona.

“Saya pikir itu adalah hubungan yang sukses yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan pada akhirnya memburuk,” kata Laporta seperti dikutip Marca.

“Presentasinya terasa aneh. Seperti semua penggemar Barcelona, saya lebih suka melihatnya di Barcelona, tapi kami sudah membuat keputusan yang tepat karena Barcelona di atas segalanya,” katanya.

“Saya berharap yang terbaik untuknya, saya suka melihatnya bahagia, dia pantas mendapatkannya. Sekarang mungkin kami akan menjadi rival dan sebagai rival kami harus menghadapinya.” katanya.

Lebih lanjut, Laporta juga menceritakan apa sebenarnya yang terjadi pada saat pihaknya bernegosiasi dengan Messi perihal kontrak baru yang pada akhirnya tidak bisa terwujud.

“Saya sudah melihat beberapa pernyataan dari Messi sangat sesuai dengan apa yang sudah kami jelaskan. Pernyataan dari kedua belah pihak sejalan,” kata Laporta.

“Kalau kami pikir itu bisa dilakukan, itu karena kami hanya tahu angka-angka dari dewan sebelumnya. Kami memberi LaLiga kerugian 89 juta [euro] yang memungkinkan kami melakukan yang terbaik,” katanya.

“Saat kami melihat kalau LaLiga memberi kami harapan, kami optimis, tapi apa yang kami lihat sebagai balasannya adalah kami menyadari kalau itu tidak dapat dilakukan, terlepas dari kenyataan kalau kami sudah bersepakat dengan Messi,” katanya.

Laporta pun sekarang cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk Messi bersama PSG yang menjadi klub barunya.

“Leo juga punya waktu, tapi kami melihat itu tidak bisa terjadi, terlepas dari kenyataan kalau pemain melakukan banyak upaya untuk menyesuaikan kontraknya dengan batas gaji. Saat kami melihat besarnya bencana [keuangan], kami melihat itu tidak bisa dilakukan,” kata Laporta.

“Kedua belah pihak akan menyukai akhir yang berbeda, tapi kami harus menerima kalau ide yang kami miliki di awal tidak dapat dipenuhi. Salah satu kisah terindah dalam sepakbola, yang biasanya tidak berlangsung lama, sudah berakhir,”

“Saya lebih suka mengingat saat-saat yang baik dan bukan yang buruk. Kami senang dengan tim dan Leo terlihat bahagia di Paris.” katanya.

4 Pemain Senior Barcelona Segera Menyusul Messi Terkena Pemotongan Gaji

FC Barcelona: Using data intelligence to rebuild the Blaugrana - SciSports

Usaha Barcelona untuk membuat neraca keuangan klub stabil akan terus memakan ‘korban’. Setelah Lionel Messi, ada empat pemain senior lain yang juga akan dipotong gajinya oleh klub. Joan Laporta segera melakukan audit internal setelah terpilih sebagai presiden Barcelona awal 2021 lalu. Hasilnya pun buruk. Barcelona mengalami krisis keuangan yang cukup pelik dan penghematan harus dilakukan.

Laporta memang mampu mendapatkan suntikan dana segar dari pinjaman bank. Tapi, itu hanya solusi sementara. Laporta sekarang sedang mencoba melakukan efisiensi dari banyak aspek, salah satunya adalah memangkas gaji pemain.

Tugas paling berat Laporta sudah beres. Messi dipastikan bertahan walau belum meneken kontrak secara resmi. Tapi, pemain 33 tahun sudah setuju dengan kontrak berdurasi lima tahun dan -yang terpenting- pemotongan gaji hingga 50 persen. Langkah Laporta tidak berhenti pada Messi. Setelah meyakinkan Messi, Laporta masih punya tugas berat lain. Ada beberapa pemain senior yang gajinya dinilai terlalu besar dan menjadi beban bagi keuangan klub.

Dikutip dari Marca, empat pemain senior itu adalah Gerard Pique, Sergio Busquets, Sergi Roberto dan Jordi Alba. Mereka punya loyalitas yang tinggi pada klub, seperti Messi. Jadi, Laporta cukup percaya diri melangkah.

Negosiasi dengan agen atau perwakilan empat pemain itu belum dimulai. Tapi, Laporta yakin bisa mencapai kesepakatan. Laporta, merujuk pada saran tim finansial, berharap agar mereka bersedia memotong gaji sampai 40 persen.

Selain akan memotong gaji empat pemain senior di atas, Laporta juga akan mendepak beberapa pemain yang tidak masuk rencana klub baik dari sisi teknis maupun finansial. Antoine Griezmann, Miralem Pjanic, dan Philippe Countinho masuk daftar. Tapi, melepas tiga pemain itu tidak akan mudah. Mereka punya beban gaji yang sangat tinggi dan sulit mencari klub yang bersedia menampung mereka pada musim 2021/2022 ini.

Di sisi lain, Laporta juga tidak akan mengucurkan dana tambahan untuk membeli pemain baru. Setelah sukses membawa Memphis Depay dan Sergio Aguero dengan status free transfer, Laporta yakin skuad Barcelona cukup kompetitif.

Gagal Juara, Zinedine Zidane Akui Hatinya Hancur

Juara La Liga musim 2020/2021 gagal diraih Real Madrid usai berjuang hingga laga pekan terakhir. Situasi sulit itu diakui Zinedine Zidane membuat suasana hatinya kini hancur.

Real Madrid dan Atletico Madrid bersaing hingga pekan terakhir untuk menjadi juara La Liga musim ini. Atletico akhirnya keluar sebagai juara usai menang atas Real Valladolid pada Sabtu (23/5/2021) malam WIB.

Pada waktu yang sama, Madrid juga mampu meraih kemenangan 2-1 atas Villarreal di Stadion Alfredo Di Stefano. Akan tetapi, hasil ini tetap gagal membuat Madrid keluar sebagai juara La Liga.

Madrid yang mendapat 84 poin hanya berada di posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal dua poin di belakang Atletico.

Zidane Terpukul

Kemenangan atas Villarreal tidak cukup untuk membuat Real Madrid juara. Zinedine Zidane pun merasa terpukul dengan situasi sulit yang terjadi. Pria asal Spanyol mengaku tidak sedang baik-baik saja secara personal.

“Suasana hati saya hancur,” ucap Zidane dikutip dari Marca.

“Jika Anda bertanya tentang suasana hati kepada saya, maka itulah jawabannya [hancur],” sambungnya.

Kegagalan menjadi juara La Liga jadi catatan minor bagi Madrid di musim 2020/2021. Sebab, Madrid resmi tidak mendapat gelar apa pun musim ini, seperti yang terjadi pada musim 2009/2010 lalu.

Masa Depan Zidane

Di tengah situasi sulit ini, Zinedine Zidane tidak bisa bicara banyak soal masa depannya di Real Madrid. Zidane belum memberi kepastian apakah dia akan mundur seperti kabar yang dihembuskan beberapa media Spanyol.

“Sekarang kami harus tenang dan dalam beberapa hari ke depan kami akan membicarakannya. Tak lama lagi kita akan tahu apa yang terjadi. Bukan hanya soal saja, tapi juga apa yang akan dilakukan klub,” kata Zidane.

Penyebab Barcelona Gagal Juara Karena Tumpul Di Kandang

Barcelona sudah dipastikan gagal menjuarai La Liga 2020/2021. Peluang terakhir Los Blaugrana dipastikan tertutup setelah menelan kekalahan kala menjamu Celta Vigo, Minggu (16/05) lalu di Camp Nou.

Barca unggul lebih dulu melalui Lionel Messi dalam laga yang dihelat di Camp Nou tersebut. Namun, mereka justru harus menelan kekalahan melalui dua gol Santi Mina.

Merupakah hal yang ironis bagi Barcelona akibat dari kekalahan ini. Dikarenakan, skuad besutan Ronald Koeman ini digadang-gadang sebagai kandidat terkuat juara La Liga. Salah satu yang menjagokan Barca menjuarai kompetisi musim ini adalah Infogol.

Laman statistik ini sempat menyebut bahwa Barca akan menyalip Atletico Madrid untuk mengangkat trofi juara La Liga musim ini. Namun, kenyataannya, justru Real Madrid yang saat ini masih berpeluang menikung Atletico.

Muncul sejumlah catatan di balik kegagalan Barca. Apa saja catatan-catatan tersebut? Mari kita simak selengkapnya dari informasi dibawah ini

Miliki Nilai xPTS Tertinggi

Barcelona sempat dijagokan bakal menjuarai La Liga 2020/2021 bukan tanpa alasan. Yang paling mencolok, karena Los Blaugrana memiliki nilai expected points (xPTS) paling tinggi di antara tim-tim peserta La Liga musim ini.

Menurut laman Understat, nilai xPTS Barcelona sendiri 77,80.

Nilai xPTS sendiri merupakan hasil dari simulasi poin yang akan didapatkan sebuah tim dengan memperhitungkan peluang-peluang mereka mencetak gol dan kebobolan.

Namun, dari nilai xPTS sebesar 77,80, Barcelona sejauh ini ‘hanya’ meraih 76 poin. Ini artinya, Barca termasuk tim yang underperform.

Ganas Mencetak Peluang

Salah satu tingginya xPTS Barcelona musim ini tak lepas dari tingginya nilai expected goals (xG) mereka. Understat mencatat bahwa nilai xG mereka mencapai 83,67.

Nilai ini merupakan yang paling tinggi di La Liga musim ini. Tingginya nilai xG Barcelona menunjukkan bahwa mereka merupakan tim yang paling piawai mencetak peluang-peluang berkualitas.

Bukan hanya soal mencetak peluang, Barcelona pun apik dalam menuntaskan peluang yang dimiliki. Sejauh ini, mereka mencetak 84 gol. Lebih tingginya catatan gol mereka dibanding nilai xG menunjukkan bahwa para penggawa Barcelona ciamik dalam memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki.

Lemah Dalam Bertahan

Mengenai kemampuan bertahan, Barcelona tak sebagus ketika menyerang. Urusan membiarkan lawan menciptakan peluang, Barcelona memiliki nilai expected goals against (xGA) sebesar 39,48. Dengan nilai ini, mereka berada di peringkat keenam di antara klub-klub La Liga musim ini.

Sementara itu, gawang Barcelona sejauh ini telah kebobolan 38 gol. Dengan catatan ini, mereka berada di posisi lima di antara klub-klub kontestan La Liga. Selain performa kurang bagus dalam bertahan, sebenarnya pernampilan lini belakang Barcelona juga tak istimewa, apalagi jika dibandingkan Atletico Madrid dan Real Madrid, dua saingan mereka dalam perebutan gelar juara La Liga 2020/2021.

Tak Tajam di Kandang

Muncul satu lagi faktor yang membuat Barcelona gagal musim ini adalah performa kandang mereka. Penampilan mereka, terutama soal mencetak gol di Camp Nou, tak mengkilap.

Urusan menciptakan peluang kala bermain di kandang, Barcelona jagonya. Mereka memiliki nilai xG sebesar 45,25 kala bermain di kandang. Namun, dari nilai xG tersebut, mereka hanya mampu mencetak 44 gol.

Lebih besarnya nilai xG Barcelona dibandingkan produktivitas gol kandang mereka menunjukkan bahwa performa lini penyerangan Barcelona tak terlalu bagus kala bermain di kandang.

Dibawah Standar performa Ketika Dikandang

Penyelesaian akhir yang buruk para penggawa Barcelona ketika bermain di kandang ini berpengaruh terhadap raihan poin mereka.

Secara hitungan matematis, dari peluang yang mereka miliki, Barcelona paling tidak meraih 40,83 angka pada 19 laga kandang mereka. Namun, kenyataannya, mereka hanya mampu meraih 38 poin.

Jika dilihat sekilas, selisih poin antara xPTS dan poin aktual Barcelona kala bermain di kandang hanya tipis, 2,83 poin. Namun, dalam persaingan ketat seperti saat ini, satu poin sangat besar artinya dalam menjaga peluang meraih gelar juara.

Barcelona SIap Korbankan Messi Demi Datangkan Erling Haaland

Ada kabar baru mengatakan bahwa Barcelona siap mengorbankan kontrak Lionel Messi demi mewujudkan ambisi memboyong bintang Borussia Dortmund, Erling Haaland, pada musim panas 2021.

Joan Laporta, Presiden Barcelona, dikabarkan berkeras ingin merekrut Haaland. Sedangkan saat ini kondisi finansial Barca sedang berdarah-darah, punya utang hingga lebih dari 1 miliar pounds.

 Barca diberitakan telah mengalokasikan 109 juta pounds untuk menggaet Haaland. Striker berusia 20 tahun itu akan dijadikan pemain utama untuk membangun masa depan tim.

Menurut laporan dari The Sun, Sabtu (15/5/2021), saat ini Barca menganggap lebih penting memboyong Haaland, bahkan lebih penting daripada pembicaraan kontrak baru Messi.

Kontrak Messi sendiri di Camp Nou akan habis pada akhir musim ini. Meskipun pembicaraan telah dimulai antara dia dan klub, menyelesaikan masa depannya bukanlah tugas yang paling mendesak.

Joan Laporta punya alasan khusus memprioritaskan Erling Haaland. Laporta menilai pemain asal Norwegia itu bisa menjadi jantung skuad Barcelona suatu saat nanti, menggantikan Lionel Messi.

Haaland Masa Depan, Messi Hampir Jadi Masa Lalu

“Haaland adalah masa depan, Messi hampir menjadi masa lalu,” kata seorang sumber di kubu Barcelona.

Beberapa klub terlihat telah menunda untuk merekrut Haaland musim panas ini. Ada beberapa alasan yang melatarinya, yaitu harga Haaland yang bisa mencapai 150 juta pounds atau fakta dana klub minim karena pandemi.

Laporta menyadari penundaan untuk memboyong Haaland, berarti persaingan akan makin ketat pada tahun depan. Alhasil, dia akan melakukan segalanya untuk membujuk Dortmund agar mau menjual Haaland.

Jadi Messi mungkin harus mengorbankan setengah dari gajinya saat ini jika ingin memperpanjang masa tinggalnya di Barca. Klub mencari cara untuk berhemat dan menghasilkan uang tunai untuk membuat manuver mendatangkan Haaland berhasil.

Prediksi Barcelona vs Granada, LaLiga 29 April 2021

Berikut adalah prediksi pertandingan antara Barcelona vs Granada dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol 30 April 2021, pertandingan ini memasuki pekan ke 33 La Liga Spanyol yang di jadwalkan akan di gelar Jumat, 30 April 2021 pada pkl 00:00 Wib di Camp Nou.

Pada pekan ini Barcelona memiliki peluang besar untuk menggeser musuh abadinya Real Madrid dan Atletico Madrid dari posisi puncak dan dua, pasalnya di pertandingan ke 33 kemarin Real Madrid dan Atletico Madrid gagal meraih poin penuh dengan demikian skuat Barcelona berpeluang besar untuk menduduki posisi puncak, skuat Barcelona hanya selisih 2 poin di bawah Atletico dan 1 poin di bawah Real Madrid.

Skuat Barcelona sedang dalam kondisi on fire setelah mengalahkan Villarreal dengan skor 1-2 di pertandingan akhir pekan kemarin, dengan kemenangan tersebut Barcelona telah berhasil meraih tiga kemenangan secara beruntun, dan kali ini menjamu Granada skuat asuhan Ronald Koeman optimis mampu meraih kemenangan ditambah lagi laga ini akan menentukan posisi skuat Barcelona untuk kembali menduduki posisi puncak klasemen La Liga Spanyol.

Sementara Granada tengah terluka karena pada pertandingan terakhirnya skuat Granada di kalahkan Sevilla dengan skor 2-0, sebelumnya skuat Granada berhasil meraih kemenangan 4-1 saat menjamu Eibar setelah jeda international, dan kunjungan kali ini ke Camp Nou jelas akan menjadi laga yang sangat berat bagi skuat Granada.

Dalam lima pertandingan terakhirnya, Barcelona tampil sangat bagus dengan meraih 4 kemenanga dan 1 kali kalah, saat ini Barcelona menduduki peringkat 3 klasemen sementara la Liga Spanyol dengan 71 poin, poin yang sama dengan Real Madrid dan hanya selisih 2 poin dari Atletico, tentu saja skuat Barcelona dipastikan akan memanfaatkan laga ini untuk menggeser posisi sang rival Real madrid dan Atletico.

Sementara Granada sendiri tampil tidak konsisten dalam lima pertandingan terakhirnya dengan hanya meraih 2 kemenangan dan 3 kali kalah, saat ini Granada masih menduduki peringkat 8 klasemen sementara La Liga Spanyol dengan meraih 42 poin dari 32 laga, sepanjang musim ini skuat Granada berhasil meraih 12 kemenangan 6 kali imbang dan 14 kali kalah.

Pada pertemuan pertama kedua tim di La Liga Spanyol Barcelona yang bertandang kemarkas Granada berhasil meraih kemenangan dengan skor 0-4, kali ini skuat Barcelona yang akan menjamu Granada jelas jelas terlihat lebih mudah, di lihat dari lima pertemuan kedua tim memperlihatkan skuat Barcelona mendominasi dengan 4 kali meraih kemenangan dan Granada hanya sekali meraih kemenangan.

Head To Head Barcelona vs Granada :

09/01/2021 Granada 0-4 Barcelona
19/01/2020 Barcelona 1-0 Granada
21/09/2019 Granada 2-0 Barcelona
02/04/2017 Granada 1-4 Barcelona
29/10/2016 Barcelona 1-0 Granada

Lima Pertandingan Terakhir Barcelona :

25/04/2021 Villarreal 1-2 Barcelona
23/04/2021 Barcelona 5-2 Getafe
18/04/2021 Athletic Bilbao 0-4 Barcelona
11/04/2021 Real Madrid 2-1 Barcelona
06/04/2021 Barcelona 1-0 Valladolid

Lima Pertandingan Terakhir Granada :

25/04/2021 Sevilla 2-1 Granada
23/04/2021 Granada 4-1 Eibar
16/04/2021 Manchester United 2-0 Granada
11/04/2021 Valladolid 1-2 Granada
09/04/2021 Granada 0-2 Manchester United

Prediksi Susunan pemain Barcelona vs Granada :

Barcelona (4-3-3):
Neto; Sergi Roberto, Araujo, Lenglet, Junior; Pjanic, Busquets, Pedri; Dembele, Braithwaite, Messi.

Granada (4-2-3-1):
Aaron Escandell; Victor Diaz, Nehuen Perez, German, Carlos Neva; Eteki, Montoro; Soro, Antonio Puertas, Fede Vico; Jorge Molina.

Prediksi Skor

Barcelona 2 – 0 Granada

Real Madrid Tak Akan Terima Bonus Walau Juara Liga Champions

Skuad Real Madrid meskipun nantinya sukses menjadi juara Liga Champions, mereka tetap dipastikan tidak akan menerima bonus.

Kondisi pandemi COVID-19 memang sangat memberikan pengaruh pada berbagai sektor industri di dunia, tak terkecuali industri sepak bola. Tak sedikit klub yang mengalami kerugian karena tak mampu mendatangkan penonton ke stadion.

Padahal sektor penjualan tiket, merupakan salah satu sumber pendapatan klub sepak bola yang paling besar. Beberapa klub besar Eropa pun tak luput dari krisis ekonomi yang menyerang dunia ini, tak terkecuali Real Madrid.

Real Madrid bahkan harus rela tidak membeli pemain baru pada bursa transfer musim panas 2020 dan musim dingin 2021. Ditambah lagi, Los Blancos musim lalu menerapkan pemotongan gaji dan peniadaan bonus saat skuad mereka yang meraih gelar juara Liga Spanyol. Rencana tersebut rupanya akan dilakukan lagi pada musim ini mengingat kondisi keuangan klub yang masih belum stabil.

Dilansir dari Marca, Real Madrid akan kembali meniadakan pemberian bonus kepada seluruh pemain. Padahal, para pemain Real Madrid berkesempatan meraih bonus yang besar pada musim ini.

Striker Real Madrid, Karim Benzema, merayakan gol yang dicetak ke gawang Cadiz dalam laga Liga Spanyol di Stadion Ramon de Carranza, Rabu (21/4/2021).

Hal ini disebabkan, anak-anak asuh Zinedine Zidane itu masih bermain di Liga Champions dan berpeluang menjadi juara Liga Spanyol. Sampai sekarang pun Real Madrid sebenarnya telah menerima pendapatan sebesar 100 juta euro (sekitar Rp1,76 triliun) karena mencapai babak semifinal Liga Champions 2020-2021.

Kalau saja Real Madrid sukses menjuarai Liga Champions, Luka Modric dkk, akan menerima hadiah sebesar 115 juta euro (sekitar Rp2,02 triliun).

Sayangnya, anggaran klub yang berkurang 300 juta euro (setara dengan Rp5,27 triliun) membuat ekonomi Real Madrid semakin tercekik. Sehingga, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memutuskan untuk tidak memberikan bonus kepada para pemainnya jika berhasil menjadi juara Liga Champions.

Real Madrid sebenarnya juga sempat menerapkan pemotongan gaji sebesar 10 persen meskipun tidak semua pemain sepakat. Martin Odegaard, Luka Jovic, dan Luka Modric menjadi pemain-pemain yang saat ini sudah menyepakati pemotongan gaji sebesar 10 persen.

Selain anggaran tim yang berkurang, Real Madrid juga mengalami kerugian sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp702,35 miliar akibat dari tidak bolehnya para suporter untuk membeli tiket dan menonton pertandingan Real Madrid di Liga Champions dengan hadir ke stadion.

Kini Real Madrid berharap kondisi bisa normal lagi dan para penonton bisa kembali ke stadion Santiago Bernabeu yang sudah direnovasi.

Perebutan Gelar LaLiga Dipastikan Sengit Sampai Akhir

Dalam lanjutan pertandingan La Liga tadi malam, Barcelona berhasil mengalahkan Getafe. Menurut Ronald Koeman persaingan memperebutkan gelar juara akan berlangsung sengit sampai berakhirnya musim ini.

Barcelona menjamu Getafe di Stadion Camp Nou, Jumat (23/4/2021) dini hari WIB. Blaugrana menang dengan skor menyakinkan 5-2 dalam pertandingan tersebut. Dua gol untuk Barcelona disumbang Lionel Messi. Sementara tiga gol lainnya masing-masing lahir berkat bunuh diri Sofian Chakla, sundulan Ronald Araujo, serta eksekusi penalti Antoine Griezmann.

Getafe sendiri juga berhasil mencetak dua gol ke gawang Blaugrana. Gol tim tamu tercipta berkat bunuh diri Clement Lenglet dan eksekusi penalti yang dilakukan Enes Unal.

Koeman merasa sangat puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Getafe. Blaugrana sudah bermain bagus dalam pertandingan ini menurutnya.

“Saya rasa ini hasil bagus, tim bermain bagus. Terutama pada babak pertama kami fokus dan punya beberapa peluang. Kami bermain kuat. Saya gembira pada menit-menit itu,” kata Koeman seperti dikutip Marca.

“Gol Leo luar biasa, dari umpan Sergio Busquets. Pada babak kedua kami sedikit melambat dan menjadi rumit yang tidak perlu dengan skor 3-2. Kami harus belajar dari itu.”

Kemenangan atas Getafe ini membuat Barcelona kemblai menghuni peringkat ketiga klasemen sementara La Liga Spanyol. Mereka mengumpulkan 68 poin dari 31 pertandingan. Barcelona tertinggal dua poin dari peringkat kedua, Real Madrid. Atletico Madrid masih berkibar di peringkat pertama dengan keunggulan lima poin atas Barcelona.

Tetapi Barcelona masih punya tabungan satu pertandingan ketimbang dua rivalnya Real Madrid dan Atletico Madrid. Koeman menyakini penentuan gelar juara La Liga akan berlangsung hingga pertandingan terakhir.

“Saya tak berpikir kami lebih kuat daripada tiga tim lainnya,” lanjut Koeman.

“Mereka juga menang dan kami menjalani pertandingan yang sulit. Pertarungan akan berlangsung hingga laga terakhir.”