Bayern Munchen Tidak Akan Pernah Memilih Jose Mourinho Sebagai Pelatih, Karena Ini

Mantan Direktur Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, mengungkapkan bahwa Die Roten tidak akan pernah memilih Jose Mourinho sebagai pelatih meski beberapa kali memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Menurut penjelasan Rummenigge, pihaknya mengerti benar bagaimana karakter Jose Mourinho yang ingin agar klub membelikannya pemain-pemain bintang yang harganya bisa menguras keuangan klub.

Kini, Jose Mourinho tengah menangani AS Roma, setelah dipecat oleh manajemen Tottenham Hotspur di akhir musim lalu.

“Beberapa tahun lalu, Mourinho ingin datang ke Jerman untuk bekerja di Bayern. Namun, kami merasa dia bukanlah sosok yang tepat untuk klub ini,” tegas Karl-Heinz Rummenigge.

“Secara pribadi, dia selalu membuat kesan yang sangat bagus pada saya. Saya harap, dia bisa menemukan kesuksesan di Roma. Sebab, dia perlu menang secara reguler,” lanjutnya.

Rummenigge menambahkan, sosok seperti Jose Mourinho tidak akan pernah bisa cocok dengan filosofi klub Bayern Munchen.

“Filosofi Bayern Munchen selalu sama: meraih kesuksesan, namun dengan buku yang seimbang. Itu adalah bagian dari budaya sepakbola Jerman,” jelas Rummenigge.

Lebih jauh Rummenigge menjelaskan, Bayern Munchen tidak membutuhkan belanja pemain besar-besaran yang bisa jadi menyebabkan keuangan klub akan terganggu di kemudian hari.

Bayern Munchen pun sudah membuktikan bahwa dengan tanpa skuad mahal mereka bisa meraih titel, termasuk juara Liga Champons.

“Kami tidak akan membuat gebrakan besar di bursa transfer, namun kami bisa menjuarai Liga Champions sekalipun tanpa mengeluarkan uang dalam skala besar. Kami sudah membuktikannya,” tandasnya.

AS Roma Belum Terkalahkan Sejak Ditangani Mourinho

Mourinho

AS Roma masih terlalu tangguh untuk CSKA Sofia di laga perdana babak grup ​UEFA Europa Conference League, Jumat (17/9) dini hari WIB tadi. Tak tanggung-tanggung, klub ibu kota Italia itu mengamankan skor telak 5-1 melawan wakil Bulgaria tersebut.

Di pertandingan yang digelar di Stadio Olimpico semalam, Roma bertekad untuk mempertahankan tren kemenangannya bersama Jose Mourinho, yang sebelum ini mampu menyapu bersih lima laga pertamanya di semua kompetisi sebagai pelatih Giallorossi.

Akan tetapi, Roma justru dikejutkan gol cepat Graham Carey pada menit kesepuluh setelah yang bersangkutan menuntaskan assist Yanic Wildschut, selagi Roma baru bisa merespons 15 menit berselang lewat lesakan Lorenzo Pellegrini.

Stephan El Shaarawy kemudian hadir untuk membalikkan keadaan bagi tim tuan rumah setelah ia menuntaskan umpan Eldor Shomurodov di tujuh menit jelang turun minum.

Di pertengahan babak kedua, tepatnya dua menit setelah satu jam, Pellegrini menambah nestapa tim tamu seturut gol keduanya ke gawang Gustavo Busatto. Dan tak lama setelah itu, Sofia kehilangan satu pemain menyusul kartu kuning kedua yang diterima WIldschut.

Unggul jumlah pemain di lapangan berhasil dimanfaatkan Roma, yang lantas mencetak dua gol tambahan melalui Gianluca Mancini dan pemain pengganti Tammy Abraham di delapan menit terakhir.

Roma kini memenangkan enam laga perdananya di musim baru untuk kali ketiga dalam sejarahnya, menyamai catatan yang diukir pada 2013/14 dan 2014/15 silam ketika dilatih Rudi Garcia.

Berkat hasil ini, Roma untuk sementara menempati urutan pertama di tabel klasemen Grup C UEFA Europa Conference League.