Mirip Eriksen, 4 Pemain Ini Pernah Pingsan di Lapangan

Momen mengkhawatirkan terjadi pada pertandingan pertama Grup B Euro 2020 antara Denmark versus Finlandia di Parksen Stadium, Sabtu (12/6/2021) malam WIB. Pemain Denmark, Christian Eriksen, tiba-tiba kolaps di tengah pertandingan. Eriksen jatuh pingsan dengan posisi tertelungkup di pinggir sisi kiri lapangan saat pertandingan sudah berjalan 43 menit dan skor masih sama 0-0.

Melihat kondisi Eriksen yang semaput, pemain Denmark langsung menghampiri dan memberikan pertolongan pertama. Kapten Timnas Denmark, Simon Kjaer, menjadi orang yang paling intens memberikan bantuan. Kjaer membuka mulut Christian Eriksen agar tidak tertelan lidahnya sendiri serta melakukan CPR (resusitasi jantung dan paru). Kjaer juga meminta rekan setimnya untuk membentuk pagar, demi menutup Eriksen dari sorot kamera, karena sedang mendapat perawatan medis.

Setelah cukup lama mendapat penanganan medis di lapangan, Christian Eriksen akhirnya sadarkan diri. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu pun kemudian di bawa ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif. Sekarang, kondisi Christian Eriksen dikabarkan semakin membaik. Dia pun sudah melakukan komunikasi dengan rekan setimnya di Timnas Denmark.

Akibat insiden itu, pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit. Saat kembali dilanjutkan, Timnas Denmark takluk 0-1 dari Finlandia. Gol tunggal kemenangan Finlandia dicetak Joel Pohjanpalo pada menit ke-60. Selain Christian Eriksen, sejumlah pesepak bola juga pernah pingsan saat sedang bertanding.

Siapa saja mereka?

Diego Lopez

Mantan kiper Real Madrid itu pingsan saat masih berseragam Espanyol. Saat itu, Espanyol menghadapi Levante dalam lanjutan La Liga pada 4 Maret 2018. Diego Lopez tidak sadarkan diri setelah berbenturan dengan striker Levante, Armando Sadiku pada menit ke-39.

Sempat mendapatkan perawatan medis selama lima menit, Lopez akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Beruntung, kondisi Diego Lopez semakin membaik dan bisa kembali bertanding beberapa pekan kemudian.

Hilton Moreira

Pemain asal Brasil itu pernah nyaris meregang nyawa saat masih berseragam Persipura Jayapura. Kejadian itu terjadi saat Persipura bersua PSM Makassar di Stadion Mandala, Jayapura pada 4 Juni 2018. Saat itu, Hilton Moreira mengalami benturan dengan kiper PSM, Rivky Mokodompit pada menit-menit akhir babak pertama. Duel itu membuat Hilton tidak sadarkan diri karena mengalami lidah tertelan (tongue swallowing).

Melihat kejadian itu, Rivky Mokodompit langsung berteriak meminta pertolongan. Bek PSM, Abdul Rahman Sulaeman, berada di dekat lokasi dan mengambil inisiatif untuk membuka mulut Hilton dan menarik lidahnya keluar. Nyawa Hilton berhasil diselamatkan dan sang pemain pun masih bisa melanjutkan pertandingan.

Daley Blid

Mantan pemain Manchester United, Daley Blind, kolaps saat bertanding pada pertandingan pramusim antara Ajax Amsterdam vs Herta Berlin di Stadion Johan Cruijff Arena, 26 Agustus 2020. Daley Blind dimainkan sejak menit awal oleh pelatih Ajax, Erik ten Hag. Setelah tampil cukup intens, Blind tumbang pada menit ke-79.

Dia kolaps di atas lapangan dan kondisi itu sempat membuat rekan-tekannya khawatir. Ten Haag kemudian menarik keluar sang pemain. Belakangan diketahui kalau Daley Blind mengalami masalah pada jantungnya.

“Dia langsung digantikan dan sekarang kondisinya baik-baik saja, dia merasa cukup baik. Kami akan melakukan pemantauan lebih lanjut,” kata Ten Hag saat itu.

Cheick Tiote

Cheick Tiote, Pemain asal Pantai Gading, mengembuskan napas terakhir pada sesi latihan klubnya, Beijing Enterprises pada 5 Juni 2017. Tiote menutup usia pada umur 30 tahun. Tiote mendadak kolaps di lapangan saat berlatih dengan rekan-rekan setimnya pada Senin (5/6/2016) sore waktu setempat. Walau sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa mantan pemain Newcastle United itu akhirnya tidak tertolong.

“Dalam sesi latihan rutin pada pukul enam sore, pemain Pantai Gading, Cheick Tiote, tiba-tiba pingsan dan klub langsung membawanya ke rumah sakit,” tulis pernyataan resmi Beijing Enterprises.

“Sayangnya, usaha untuk menyelamatkan dia gagal. Kami sudah menginformasikan keluarganya. Beijing Enterprises mengekspresikan kesedihan dan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya Tiote yang begitu cepat,” lanjut pernyataan itu.

Pelajaran Empati Dari Laga Denmark vs Finlandia

Wasit Anthony Taylor bereaksi dengan begitu cepat. Disaat belum sempat semua orang sadar atas apa yang terjadi, wasit asal Inggris tersebut langsung membunyikan peluit dan memanggil tenaga medis ke lapangan.

Sang wasit melihat gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps di atas lapangan dan memutuskan menghentikan permainan secepatnya.

Bersamaan dengan itu, kapten Denmark, Simon Kjaer berlari cepat, mendekat dan melakukan pertolongan pertama pada Christian Eriksen yang tiba-tiba kolaps. Kjaer memposisikan tubuh Eriksen dengan tepat dan memastikan sang gelandang tidak melipat lidahnya.

Tak berselang lama, tim medis pun tiba. Dengan sigap dan tepat, tim medis melakukan pertolongan yang dibutuhkan. Semua yang terbaik dilakukan untuk memastikan Eriksen tetap sadar.

Itulah sedikit gambaran ketegangan yang terjadi ketika pertandingan Denmark vs Finlandia memasuki menit ke-43. Ketegangan dan ketakutan tampak dari seluruh pemain dan juga suporter yang ada di Parken Stadium, Kopenhagen.

Di tengah ketegangan itu, para pemain Denmark dan Finlandia memberikan pelajaran yang sangat berharga. Berempati.

Ketika tim medis sibuk melakukan pertolongan pertama pada Eriksen, para pemain Denmark langsung berkumpul di sekitar tim medis. Mereka berbaris untuk menutupi aktivitas tim medis. Ada yang menatap ke dalam, ada yang memilih tak melihatnya namun tetap berdoa. Terlihat dari wajah mereka.

Sebuah contoh bagus dari para pemain Denmark. Seakan meminta fans dan semua yang melihat insiden itu untuk berempati dan saling menguatkan. Ikut merasakan apa sedang mereka rasakan, apa yang keluarga pemain rasakan.

Tak hanya pemain Denmark saja. Pemain Finlandia pun terlihat begitu terkejut dengan insiden tersebut. Begitu tim medis datang dan memberikan perawatan, para pemain Finlandia langsung menuju ke sekitar bangku cadangan tim mereka. Pandangan mereka tampak tertuju di kejauhan. Tempat Eriksen mendapatkan perawatan. Beragam reaksi ditunjukkan. Tapi doa terbaik tentu mereka panjatkan.

Ketika para pemain Finlandia berada di pinggir lapangan memberikan doa terbaik untuk Eriksen, dan pemain Denmark berkumpul untuk terus memberikan energi dan kekuatan pada Eriksen. Di kejauhan tampak kapten Denmark, Simon Kjaer dan kiper Kasper Schmeichel menenangkan seorang wanita yang diperkirakan adalah istri Eriksen. Siapa yang kuasa melihat pemandangan itu. Tapi sebagai kapten tim, Kjaer menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Foto Piala Eropa: Momen Mengharukan Simon Kjaer Menenangkan Istri Christian  Eriksen Setelah Suaminya Sempat Kolaps di Laga Euro 2020 - Piala Eropa  Bola.com

Ketika semua yang ada di lapangan bersatu, memanjatkan doa terbaik untuk Eriksen, dan tim medis melakukan tugasnya. Suporter yang ada di tribune melakukan tugas mereka. Memberikan dukungan. Wajah-wajah sedih banyak terlihat di wajah suporter. Namun setelah itu, ketika Eriksen sudah dibawa masuk ke ruang ganti pemain, kedua suporter bersatu dan meneriakkan nama Christian Eriksen bersautan.

Siapa yang tak merinding mendengar itu. Suporter Finlandia meneriakkan “Christian” dan disahut suporter Denmark dengan “Eriksen” berulang kali.

Betapa sepak bola bisa begitu indah dengan pelajaran akan kehidupan. Bukan hanya soal rivalitas, tapi sisi manusiawinya juga tiada batas. Bagaimana cara pemain memberi respon ketika tim medis melakukan tugasnya, fans memberikan doa dan dukungan, serta broadcaster (pemegang hak siar) melakukan covering ketika insiden terjadi dan tak mencari celah untuk menyiarkan insiden itu berlebih, patut menjadi pelajaran bagi kita.

Prediksi Turki vs Italia, Euro 2020 12 Juni 2021

Euro 2020 yang telah dinantikan akhirnya tiba dengan laga pembuka pertandingan dari Grup A, Sabtu (12/6/2021). Pertandingan Timnas Turki kontra Timnas Italia di Stadio Olimpico, Roma, akan dijadikan penanda dimulainya kompetisi Piala Eropa. Berikut prediksi pertandingannya.

Timnas Turki masih belum terkalahkan dalam enam laga terakhirnya. Berupa menang empat kali dan dua kali imbang. Di uji coba terakhir sebelum Euro ini, pasukan Senol Gunes mengalahkan Moldova 2-0 lewat gol-gol Cengiz Undez dan kapten Burak Yilmaz.

Namun, tetap saja Italia masih jauh lebih meyakinkan. Pasukan Roberto Mancini telah menjalani dua uji coba sebelum Euro, dan selalu menang besar. Gli Azzurri membantai San Marino 7-0 dan menghajar Republik Ceko empat gol tanpa balas.

Di skuad timnas Turki memiliki beberapa pemain top, termasuk Merih Demiral dan Hakan Calhanoglu yang bermain di Italia untuk Juventus dan AC Milan.

Mereka tentu sudah tidak asing jika berhadapan dengan Gianluigi Donnarumma, Giorgio Chiellini, Nicolo Barella, Lorenzo Insigne, hingga Ciro Immobile dari kubu Italia.

Turki adalah tim yang kuat, tapi mereka inferior di hadapan Azzurri. Itu harus diakui.

Selain telah melalui 27 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan, Italia juga belum pernah kalah melawan Turki. Di atas kertas, Italia layak difavoritkan untuk meraih kemenangan di laga pembuka ini.

Perkiraan Susunan Pemain

Turki (4-5-1): Cakir; Meras, Soyuncu, Demiral, Celik; Karaman, Calhanoglu, Yokuslu, Tufan, Yazici; Yilmaz.

Pelatih: Senol Gunes.

Info skuad: Tidak ada pemain absen.

Italia (4-3-3): Donnarumma; Spinazzola, Chiellini, Bonucci, Florenzi; Barella, Jorginho, Locatelli; Insigne, Immobile, Berardi.

Pelatih: Roberto Mancini.

Info skuad: Verratti (meragukan).

Head-to-Head dan Performa

Head-to-Head

  • Pertemuan: 10
  • Turki menang: 0
  • Gol Turki: 5
  • Imbang: 3
  • Italia menang: 7
  • Gol Italia: 18.

5 Pertemuan Terakhir

  • 16-11-2006 Italia 1-1 Turki (Friendly)
  • 21-11-2002 Italia 1-1 Turki (Friendly)
  • 11-06-2000 Turki 1-2 Italia (Euro)
  • 21-12-1994 Italia 3-1 Turki (Friendly)
  • 03-03-2984 Turki 1-2 Italia (Friendly).

5 Pertandingan Terakhir Turki (M-S-M-S-M)

  • 28-03-21 Norwegia 0-3 Turki (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 31-03-21 Turki 3-3 Latvia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 28-05-21 Turki 2-1 Azerbaijan (Friendly)
  • 01-06-21 Turki 0-0 Guinea (Friendly)
  • 04-06-21 Turki 2-0 Moldova (Friendly).

5 Pertandingan Terakhir Italia (M-M-M-M-M)

  • 26-03-21 Italia 2-0 Irlandia Utara (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 29-03-21 Bulgaria 0-2 Italia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 01-04-21 Lithuania 0-2 Italia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 29-05-21 Italia 7-0 San Marino (Friendly)
  • 05-06-21 Italia 4-0 Republik Ceko (Friendly).

Statistik dan Prediksi Skor

Turki tak terkalahkan dalam 6 laga terakhirnya (M4 S2 K0).

Turki cuma kalah 1 kali dalam 13 laga terakhirnya (M5 S7 K1).

Italia tak terkalahkan dalam 27 laga terakhirnya (M22 S5 K0).

Italia selalu menang dengan margin minimal 2 gol dalam 8 laga terakhirnya.

Italia selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam 8 laga terakhirnya.

Italia selalu kebobolan 1 gol di tiap laga dalam 5 laga terakhirnya melawan Turki.

Italia belum pernah kalah melawan Turki, menang 7 kali dalam 10 pertemuan sejauh ini (M7 S3 K0).

Prediksi skor akhir:

Turki  1 – 2  Italia.

Super Computer Prediksi Euro 2020, Prancis vs Jerman di Final

Prediksi Euro 2020 versi Super Computer. Langkah timnas Portugal di Euro 2020 diprediksi akan terhenti di babak 16 Besar. Sedangkan, dua tim yang melaju ke final adalah Jerman melawan Prancis.

Euro 2020 akan dimulai akhir pekan ini, tepatnya hari Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB. Duel Italia melawan Turki bakal jadi pembuka turnamen antarnegara paling akbar di Eropa ini.

Portugal, dengan status juara bertahan dan punya Cristiano Ronaldo, menjadi unggulan di Euro 2020. Namun, Super Computer memprediksi langkah tim racikan Fernando Santos akan gugur di babak 16 Besar.

Sementara itu, Belgia -yang kini berada di puncak ranking FIFA- diprediksi hanya bisa melangkah hingga semifinal saja. Hal yang sama juga terjadi pada timnas Inggris yang diprediksi bakal kembali gagal juara.

Grup A

Italia akan lolos dari fase grup dengan status juara grup. Sementara, posisi kedua akan ditempati Turki dan Swiss akan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup A

  1. Italia (lolos)
  2. Turki (lolos)
  3. Swiss (lolos)
  4. Wales

Grup B

Belgia diprediksi bisa lolos dengan mudah di fase grup. Belgia akan ditemani oleh Denmark sebagai runner-up dan Rusia yang menjadi peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup B

  1. Belgia (lolos)
  2. Denmark (lolos)
  3. Rusia (lolos)
  4. Finlandia

Grup C

Tidak ada kejutan di Grup C. Belanda akan melaju dengan status juara grup. Lalu, ada Ukraina dan Austria yang juga lolos sebagai runner-up dan peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup C

  1. Belanda (lolos)
  2. Ukraina (lolos)
  3. Austria (lolos)
  4. Makedonia Utara

Grup D

Skotlandia diprediksi tidak akan lolos dari fase grup. Dua tim yang akan menjadi wakil Grup D pada babak 16 Besar adalah Inggris dan Kroasia.

Prediksi Klasemen Grup D

  1. Inggris (lolos)
  2. Kroasia (lolos)
  3. Republik Ceko
  4. Skotlandia

Grup E

Spanyol dan Polandia diprediksi akan lolos ke babak 16 Besar dari Grup E. Sementara, Swedia, walau berada di posisi ketiga, akan gagal menjadi peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup E

  1. Spanyol (lolos)
  2. Polandia (lolos)
  3. Swedia
  4. Slovakia

Grup F

Baik Prancis, Portugal, maupun Jerman diprediksi akan tetap lolos dari fase grup Euro 2020. Sedangkan, Hungaria akan jadi ‘pupuk bawang’ di Grup F.

Prediksi Klasemen Grup F

  1. Prancis (lolos)
  2. Portugal (lolos)
  3. Jerman (lolos)
  4. Hungaria

Babak 16 Besar

Tim-tim besar diprediksi masih akan melaju mulus pada babak 16 Besar. Satu-satunya tim besar yang diprediksi gugur adalah Belanda. Pasukan Frank de Boer diprediksi kalah adu penalti dari Jerman. Portugal juga diprediksi akan kalah dari Inggris.

Prediksi hasil perempat final Euro 2020:

  • Belgia 2-0 Swiss
  • Italia 2-1 Ukraina
  • Prancis 3-0 Austria
  • Kroasia 2-1 Polandia [extra time]
  • Spanyol 3-1 Rusia
  • Inggris 2-1 Portugal (extra time)
  • Belanda 1-1 Jerman (adu penalti)
  • Turki 2-1 Denmark

Perempat Final

Pada fase ini, persaingan akan sangat sengit. Dua laga diprediksi berlangsung hingga babak tambahan waktu yakni Belgia vs Italia dan Jerman vs Turki. Sementara, Inggris akan lolos ke semifinal dengan mengalahkan Spanyol.

Berikut prediksi hasil perempat final Euro 2020:

  • Belgia 2-1 Italia (extra time)
  • Prancis 3-1 Kroasia
  • Spanyol 1-2 Inggris
  • Jerman 3-1 Turki (extra time)

Semifinal

Belgia akan berjumpa Prancis di semifinal. Prancis diprediksi akan menang dengan skor tipis, 2-1. Sementara, laga Jerman melawan Inggris akan berakhir dengan babak adu penalti. Jerman akan melaju ke final.

Berikut prediksi hasil babak semifinal Euro 2020:

  • Belgia 1-2 Prancis
  • Jerman 2-2 Inggris (adu penalti)

Final Euro 2020

Dua negara yang diprediksi akan melaju ke final Euro 2020 adalah Jerman dan Prancis. Laga diprediksi berjalan sangat sengit hingga babak tambahan waktu. Prancis diprediksi akan menang dengan skor ketat, 3-2.

Berikut prediksi hasil final Euro 2020

  • Prancis 3-2 Jerman (extra time)

Ini hanyalah prediksi. Bisa dijadikan acuan, tapi belum tentu akurat 100 persen!

Euro 2020 Grup A: Ganasnya Timnas Italia Calon Juara Euro 2020

Tidak seperti Belgia, Inggris, atau Prancis, juara dunia empat kali Timnas Italia mungkin bukan favorit utama pada Euro 2020. Hanya saja, mereka sedang dalam 26 pertandingan tidak terkalahkan, sejak 2018 silam, rekor terpanjang kedua dalam sejarah tim, hanya tertinggal 30 pertandingan dari 1935 sampai 1939 di bawah Vittorio Pozzo.

Dalam tiga tahun, Azzurri sudah berubah dari gagal lolos ke Piala Dunia menjadi perjalanan sempurna untuk Piala Eropa 2020. Ini adalah transformasi yang datang lebih cepat dari yang diharapkan di bawah pelatih Roberto Mancini, yang sudah menemukan perpaduan yang tepat dari pemain muda dan veteran untuk menciptakan optimisme di sekitar tim yang telah kehilangan semua kepercayaan diri mereka.

Mereka harus berada di puncak grup. Satu-satunya gelar Kejuaraan Eropa Italia datang pada tahun 1968. Dan Mancini yakin Italia dapat mengincar gelar itu, yang akan memberikan kelegaan bagi salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi virus corona.

“Kami ingin memberikan alasan bagi seluruh bangsa untuk merayakannya,” kata Mancini.

“Terutama mengingat apa yang sudah kami lalui selama satu setengah tahun terakhir.”

Kalau Italia memenangkan Grup A Euro 2020, mereka akan menghadapi runner-up dari Grup C, berisi Belanda, Ukraina, Austria, dan Makedonia Utara. Sementara penyerang tengah bergantian Ciro Immobile dan Andrea Belotti seharusnya menjaga skor, kekuatan Italia adalah kelompok besar sayap dan gelandang mereka yang kecil namun sangat efektif.

Ciro Immobile membukukan 20 gol di Serie A 2020/2021 setelah memenangkan Sepatu Emas Eropa pada 2019/2020 sebagai pencetak gol terbanyak di semua klub sepak bola Eropa dengan 36 gol. Walaupun utamanya adalah seorang striker, Immobile dapat ditempatkan di mana saja di lini depan, dan dikenal karena pekerjaannya yang tidak menguasai bola untuk masuk ke posisi mencetak gol yang berbahaya, serta kemampuan penyelesaiannya di depan gawang.

Pemain sayap kiri Lorenzo Insigne dianggap sebagai pemain paling berbakat Italia dan kurangnya penggunaan selama kampanye kualifikasi yang gagal untuk Piala Dunia 2018, terutama saat dia dicadangkan selama kekalahan play-off dari Swedia – membuat penggemar kesal tanpa akhir.

Di sayap lain, ada Federico Chiesa, putra mantan striker Italia Enrico Chiesa, sementara Federico Bernardeschi tetap menjadi opsi kuat lainnya di lini serang.

Di lini tengah ada Nicolo Barella, Jorginho, Manuel Locatelli, Lorenzo Pellegrini dan Matteo Pessina, ditambah Marco Verratti dan Stefano Sensi, cedera memungkinkan. Menariknya, mayoritas gelandang memiliki tinggi badan kurang dari 175cm.

Daftar Pemain

Kiper: Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Alex Meret (Napoli), Salvatore Sirigu (Torino)

Bek: Francesco Acerbi (Lazio), Alessandro Bastoni (Inter Milan), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Giovanni Di Lorenzo (Napoli), Emerson (Chelsea), Alessandro Florenzi (Paris Saint-Germain), Leonardo Spinazzola (Roma), Rafael Toloi (Atalanta)

Gelandang: Nicolo Barella (Inter Milan), Bryan Cristante (Roma), Jorginho (Chelsea), Manuel Locatelli (Sassuolo), Lorenzo Pellegrini (Roma), Stefano Sensi (Inter Milan), Marco Verratti (Paris Saint-Germain)

Penyerang: Andrea Belotti (Torino), Domenico Berardi (Sassuolo), Federico Bernardeschi (Juventus), Federico Chiesa (Juventus), Ciro Immobile (Lazio), Lorenzo Insigne (Napoli), Giacomo Raspadori (Sassuolo)

Euro 2020 Grup B: Kopenhagen, Venue Dengan Beragam Sejarah Viking

Season's best: making the most of summer in Copenhagen - Lonely Planet

Denmark, merupakan salah satu di antara negara yang dapat kehormatan jadi penyelenggara Euro 2020, tepatnya di Kota Kopenhagen. Stadion yang akan digunakan adalah Parken Stadium yang terletak di Copenhagen, Denmark.

Stadion Parken akan menggelar empat laga di Euro 2020, tiga di fase grup dan satu partai 16 besar. Stadion ini yang terletak di negara Eropa Utara juga merupakan markas dari klub Superliga Denmark, F.C. Copenhagen dan tim nasional sepak bola Denmark. Stadion ini nantinya akan menjadi venue terkecil Euro 2020 dengan kapasitas yang hanya 38 ribu penonton.

Walaupun stadion ini hanya diperbolehkan menampung 38.000 penonton dalam satu pertandingan sepakbola, akan tetapi stadion ini mampu menampung sekitar 50.000-55.000 penonton jika menggelar suatu konser.

Para pencinta sepak bola akan kita ajak sekalian meluangkan waktu untuk menjelajahi Kota Kopenhagen, Denmark. Selain menyaksikan pertandingan-pertandingan menarik pada ajang Euro 2020 nanti.

Denmark dari awal sejarahnya akan selalu terjalin dengan Viking – prajurit berambut merah dengan helm bertanduk yang memegang kapak saat mereka menjarah jalan mereka melintasi darat dan laut, membangun kerajaan besar.

Tentu saja banyak ciri-ciri Viking yang dilebih-lebihkan. Viking tidak pernah memakai helm bertanduk dan sebagian besar, mereka sebenarnya adalah kelompok yang cukup beradab. Tetapi mitos-mitos itu telah membuat keajaiban bagi pariwisata Viking di Denmark, dan sebenarnya ada banyak pemandangan menarik untuk dilihat di dan sekitar Kopenhagen.

Disini anda akan menemukan banyak bukti pemerintahan legendaris Viking yang mudah dijangkau dari ibu kota, termasuk kastil, gundukan kuburan, batu rune, kapal, dan harta karun. Jadi tak ada salahnya meluangkan waktu untuk mengenal Kopenhagen di sela-sela perhelatan Euro 2020.

5 Destinasi Top di Kopenhagen

Saat menjelajahi Kopenhagen tentu ada beberapa destinasi menarik yang bisa Anda kunjungi. Berikut ini beberapa di antaranya seperti dikutip visitcopenhagen.

1. Kebun Binatang Kopenhagen 

Zoo - info page — Copenhagen Welcome.com

Di Kebun Binatang Kopenhagen, Anda dapat bertemu lebih dari 4.000 hewan menarik dan melakukan perjalanan antarbenua hanya dalam satu hari.

Kenali panda raksasa ikonik sambil makan di Rumah Panda yang canggih. Rasakan pertemuan dekat yang tak terlupakan dengan beruang kutub dan lihat dunia dari sudut pandang jerapah. Temukan banyak fakta tentang hewan dan nikmati hidangan dari berbagai pilihan kedai makanan di sana.

2. Galeri Nasional Denmark 

Statens Museum for Kunst - Karres en Brands

SMK – galeri nasional Denmark (Statens Museum for Kunst) adalah museum seni terbesar di negara ini, menampilkan koleksi seni Denmark dan internasional yang luar biasa dari tujuh abad terakhir. Selain menjadi museum seni, SMK juga merupakan titik informasi wisata resmi dengan staf multibahasa dan ramah yang siap membantu Anda memaksimalkan masa inap Anda di Kopenhagen.

3. Istana Amalienborg

Amalienborg Palace - Palaces and Gardens - Kongelige Slotte

Istana Amalienborg adalah tempat wajib bagi siapa saja yang menyukai sejarah kerajaan dan kehidupan keluarga kerajaan Denmark yang masih tinggal di dalam istana.

Rasakan sejarah kerajaan di museum dan nikmati kehadiran salah satu monarki tertua di dunia dari alun-alun istana yang indah tempat Anda dapat menyaksikan pergantian penjaga.

Amalienborg terkenal dengan Royal Guard-nya, yang disebut Den Kongelige Livgarde. Setiap hari Anda dapat mengalami pergantian penjaga, saat mereka berbaris dari barak mereka di 100 Gothersgade by Rosenborg Castle melalui jalan-jalan Kopenhagen dan berakhir di Amalienborg. Pergantian penjaga dilakukan pada pukul 12.00 siang.

4. Museum Nasional 

Explore Danish Lifestyle Through Personal Tour at National Museum

Jelajahi masa lalu dalam sejarah Denmark dengan pameran dari Zaman Batu, Zaman Viking, Abad Pertengahan, Renaisans, dan Sejarah Denmark Modern di dalam istana tahun 1700-an ini.

Museum Nasional terletak di Istana Pangeran, dibangun pada tahun 1743-44. Tidak lagi digunakan oleh keluarga kerajaan, tetapi Aula Besar masih tampak cukup elegan untuk menampung para pangeran dan putri.

Galeri terdiri dari koridor lebar yang menghubungkan kamar dan tempat tidur, dan menampilkan banyak ruang untuk kerajinan tangan yang sangat indah. Plesteran di langit-langit, panel, dan lantai parket kayu ek semuanya dianggap asli. Perabotan dan kompornya berasal dari awal abad ke-18.

5. Bakken 

172 Bakken Photos - Free & Royalty-Free Stock Photos from Dreamstime

Hanya 10 menit berkendara ke utara Kopenhagen, Anda dapat menemukan taman hiburan tertua di dunia.

Terletak di hutan Taman Rusa, Bakken adalah taman hiburan unik, yang menawarkan tempat bersejarah dan nostalgia yang dikombinasikan dengan hiburan modern dan menyenangkan serta wahana yang mendebarkan.

Taman ini menawarkan perpaduan sempurna hiburan anak-anak. Anda akan menemukan berbagai macam restoran, kedai es krim, toko makanan cepat saji dan pub serta bar dengan hiburan dan musik live. Bakken bukan hanya taman hiburan anak-anak kecil tapi juga tempat bersantai bagi seluruh keluarga.

Biaya Akomodasi

Biaya penginapan di Kopenhagen, Denmak, termasuk cukup tinggi. Sulit menemukan hotel bintang dua dengan tarif d bawah Rp1 juta.

Rata-rata hotel berbintang dua tarifnya di atas Rp1,2 juta semalam. Tarif tentu saja dipengaruhi berbagai faktor, seperti lokasi, fasilitas, hingga kemudahan akses.

Namun, jangan khawatir. Jika Anda jeli, bisa saja menemukan hostel yang tarifnya sekitar Rp400 ribu hingga Rp900 ribu. Tentu saja fasilitasnya lebih terbatas dibandingkan dengan hotel.

Transportasi Publik

Transportasi umum Kopenhagen dapat diandalkan. Metro, s-train, dan bus (termasuk bus air) semuanya dapat diakses dengan tiket yang sama. Yang perlu Anda ketahui adalah berapa banyak zona yang akan Anda lewati dalam perjalanan Anda.

Euro 2020: Daftar Skuad Timnas Kroasia, Luka Modric Tak Tergantikan

Timnas Kroasia melalui pelatih Zlatko Dalic telah merilis daftar pemain untuk tampil di Euro 2020 (Euro 2021). Pelatih Zlatko Dalic bakal bertumpu pada pemain senior Luka Modric untuk meraih prestasi.

Kroasia nantinya tergabung di Grup D pada Euro 2020. Finalis Piala Dunia 2018 itu berada di grup yang sama dengan Inggris, Skotlandia, dan Rep. Ceko.

Sebelum dimulainya turnamen Euro 2020, Kroasia akan menjalani dua laga uji coba. Kroasia akan bertemu Armenia dan Belgia pada laga uji coba. Setelah itu, mereka akan berjumpa Inggris pada duel pertama di Grup D.

Solid di Lini Tengah

Untuk lini tengah, Zlatko Dalic memiliki amunisi yang mumpuni. Luka Modric bermain sangat menawan di Real Madrid. Pengalaman dan kualitas pemain 35 tahun bakal sangat menentukan kiprah Kroasia di Euro 2021.

Selain Modric, tentunya lini tengah Krosia juga dihuni banyak pemain top lain. Ada nama Marcelo Brozovic yang meraih scudetto bersama Inter Milan. Lalu, ada Mateo Kovacic yang performanya membaik bersama Chelsea.

Selain itu, masa ada nama Mario Pasalic yang menikmati periode apik bersama Atalanta. Lalu, ada gelandang muda Josip Brekalo yang mencetak tujuh gol bersama Wolfsburg di pentas Bundesliga.

Untuk lini depan, Kroasia juga cukup bagus. Ada Ante Rebic, Ivan Perisic, dan Andrej Kramaric bisa jadi andalan. Selain itu, masih ada nama Mislav Orsic, Ante Budimir dan Nikolas Vlasic yang bisa menjadi sumber gol.

Skuad Timnas Kroasia di Euro 2020

Kiper: Dominik Livakovic (Dinamo Zagreb), Lovre Kalinic (Hajduk Split), Simon Sluga (Luton Town)

Bek: Sime Vrsaljko (Atletico Madrid), Domagoj Vida (Besiktas), Josip Juranovic (Legia Warsawa), Dejan Lovren (Zenit St Petersburg), Duje Caleta-Car (Marseille), Borna Barisic (Rangers), Mile Skoric (Osijek), Josko Gvardiol (Dinamo Zagreb), Domagoj Bradaric (Lille).

Gelandang: Luka Modric (Real Madrid), Marcelo Brozovic (Inter Milan), Milan Badelj (Genoa), Mateo Kovacic (Chelsea), Nikola Vlasic (CSKA Moscow), Mario Pasalic (Atalanta), Luka Ivanusec (Dinamo Zagreb).

Penyerang: Bruno Petkovic (Dinamo Zagreb), Ivan Perisic (Inter Milan), Andrej Kramaric (Hoffenheim), Josip Brekalo (Vfl Wolfsburg), Ante Rebic (AC Milan), Mislav Orsic (Dinamo Zagreb), Ante Budimir (Osasuna)