Kemenangan Italia Bermula Dari Ditariknya Baju Bukayo Saka Oleh Chiellini

Bek Top!' - Jose Mourinho Puji Aksi Giorgio Chiellini Tarik Baju Bukayo  Saka | Goal.com

Final Euro 2020 kemarin menyisakan sejumlah cerita menarik. Salah satunya adalah momen Giorgio Chiellini menjatuhkan Buyako Saka di akhir waktu normal. Saat itu Saka kelihatan berhasil melewati Chiellini di sisi kiri pertahanan Italia. Tapi, Chiellini tidak membiarkannya lewat begitu saja. Dia kalah berlari, tapi tangannya masih bisa menarik kerah jersey Saka dan menjatuhkan winger muda Inggris itu. Jelas pelanggaran, Chiellini menerima kartu kuning.

Sekilas pelanggaran ini kelihatan ceroboh, terlebih karena Chiellini memang kalah langkah. Tapi, malah momen inilah yang jadi awal Italia jadi juara. Momen pelanggaran Chiellini terhadap Saka itu juga diperhatikan oleh Jose Mourinho. Menurut Mou, saat Chiellini menarik jatuh Saka, saat itulah terbukti betapa tangguhnya kualitas pertahanan Italia.

“Apa yang dilakukan Chiellini terhadap Saka membuktikan segalanya,” kata Mourinho.

“Dia membuat satu-satunya kesalahan dalam pertandingan, dia kalah dalam putar balik, Saka siap berlari, tapi Chiellini berkata: ‘Anda tidak boleh berlari, tetap bersama saya, jersey ini milik saya dan Anda tidak bisa berlari’.”

“Dia tahu betul apa yang dia lakukan. Ini adalah permainan bek level top dan permain yang sangat cerdas,” katanya.

Mourinho sudah pernah memuji kualitas Chiellini dan Bonucci sebagai pasangan bek tengah luar biasa. Dua pemain ini mungkin tidak lagi muda, tapi saat dibutuhkan tim, mereka tahu caranya menjaga pertahanan.

“Saya pernah melawan Juventus saat masih melatih Manchester United beberapa tahun lalu. Setelah pertandingan di Old Trafford, saya berkata: ‘Dua pemain ini seharusnya pergi ke University of Sports dan memberi kuliah soal bagaimana cara jadi bek tengah,” kata Mourinho.

“Sekarang, beberapa tahun setelahnya, mereka berdua masih bisa melakukan itu. Mungkin Chiellini tidak bisa terus-menerus melakukannya, terkadang dia butuh istirahat. Tapi, dia siap saat dibutuhkan di level tertinggi,” katanya.

Italia Didukung Seluruh Negara Eropa Kalahkan Inggris Karena Brexit

Italia tidak harus berkecil hati walau mereka akan memainkan partai final Euro 2020 di Wembley, London yang notabene merupakan kandang sang lawan, Inggris. Pasalnya, Italia bisa jadi mendapat dukungan dari seluruh Eropa untuk bisa mempermalukan Inggris di London dalam partai final yang akan diadakan pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB itu.

Banyak faktor yang membuat Italia banjir dukungan pada partai final kali ini, mulai dari persoalan Brexit sampai keputusan UEFA memilih London sebagai venue. Dukungan untuk Italia dari seluruh benua biru tercermin dari pernyataan Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen. Bisa jadi ini adalah dampak dari keputusan Inggris yang memilih keluar dari Uni Eropa.

“Hatinya bersama Squadra Azzurra, jadi dia akan mendukung Italia pada Minggu,” kata juru bicara Eric Mamer seperti dikutip Football Italia.

Hal yang sama juga dilakukan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel yang berasal dari Belgia. Juru bicara Michel, Barend Leyts memastikan kalau Michel akan mendukung Italia di final Euro 2020.

Sementara itu, faktor lainnya yang membuat Italia banyak mendapat dukungan adalah keputusan UEFA untuk mengadakan partai final di London. Keputusan ini sangat dipertanyakan mengingat kasus angka penularan Covid-19 di Inggris masih cukup tinggi. Risiko yang bisa disebabkan pertandingan ini pun cukup besar.

Bahkan, sejumlah pihak di Uni Eropa sempat mendesak UEFA untuk memindah venue final Euro 2020 dari London ke Munchen atau Roma, di mana situasinya lebih bisa dikontrol.

Final Ideal Euro 2020: Menunggu Laga Italia vs Inggris

Prediksi Italia vs Inggris: Menanti Aksi Kane - INDOSPORT

Euro 2020 semakin mendekati akhir. Tengah pekan depan dua pertandingan semifinal akan dimainkan, lalu partai final akan diadakan pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Saat ini ada empat tim yang bersaing merebut dua slot. Ada Italia vs Spanyol dan Inggris vs Denmark, dua pertandingan yang diyakini akan berlangsung seru.

Sejauh ini Euro 2020 berjalan penuh kejutan, sulit menebak hasil akhir, bahkan ada tim-tim top yang tersingkir mengejutkan. Tapi, perlahan-lahan prediksi final mulai terbentuk. Duel Italia vs Inggris diyakini akan jadi final ideal untuk Euro 2020 kali ini. Mengapa begitu?

Inggris awalnya bukan favorit juara, tapi perlahan-lahan turnamen membentuk menguntungkan mereka. Rute Inggris sejak fase grup dan fase gugur terbilang mudah, kecuali saat lawan Jerman di babak 16 besar. Permainan pasukan Southgate sempat diragukan di fase grup, terlebih mereka hanya bisa mencetak 2 gol. Tapi, Inggris mulai main apik di fase gugur, mengalahkan Jerman 2-0 dan menghajar Ukraina 4-0.

Berikutnya, Kamis (8/7) mendatang Inggris akan menghadapi Denmark di babak semifinal. Pertandingan bakal alot, tapi Inggris diyakini bisa menang dan ke final. Italia sempat disebut sebagai favorit, tapi masih banyak keraguan. Tapi, begitu turnamen dimulai, mereka yang meragukan Italia mulai paham mengapa tim ini istimewa.

Roberto Mancini sudah memberikan sentuhan ajaibnya untuk tim Italia yang sekarang. Mereka menyuguhkan salah satu permainan terbaik di Euro 2020. Italia punya pertahanan solid, tapi permainan mereka tidak lagi membosankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang Italia kelihatan berbahaya di lini serang, setiap pemain bisa mencetak gol. Di semifinal nanti (7/7) Italia akan menghadapi Spanyol, ujian besar sebelum melangkah ke final.

Nah melihat perjalanan kedua tim itu di turnamen ini, rasanya wajar mengharapkan duel Italia vs Inggris di babak final nanti. Pertandingan ini akan mempertemukan dua tim top yang tumbuh sepanjang turnamen. Posisi kedua tim pun kurang lebih sama. Soal kesolidan tim, Inggris tidak bisa dipandang remeh. Faktanya Inggris adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan di Euro sejauh ini. Duel semifinal pekan depan juga akan sangat menentukan. Kedua tim membutuhkan momentum untuk mencapai partai final di level terbaiknya.

Pemain Terbaik Fase Grup Euro 2020 Didominasi Belanda

Turnamen Euro 2020 sudah melewati setengah perjalanan. Turnamen sepak bola antarnegara paling akbar di Benua Eropa tersebut sudah menuntaskan fase grup.

Dari enam grup, ada 16 tim yang lolos ke fase 16 Besar. Ada 12 tim yang mendapat tiket ke Babak 16 Besar dengan status sebagai juara dan runner-up grup. Sementara, empat tim lain lolos ke Babak 16 Besar dengan status sebagai peringkat ketiga terbaik.

Tak hanya memastikan lolosnya 16 tim ke fase berikutnya, fase grup Euro 2020 ini juga menjadi ajang bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dari seluruh pemain yang sempat bermain di fase grup ini, dilansir dari laman statistik Whoscored yang memilih sejumlah pemain yang menunjukkan permainan terbaik mereka. Siapa saja para pemain terbaik yang mengisi tim terbaik fase grup Euro 2020 pilihan Whoscored? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Kiper: Lukas Hradecky

Sebagai penjaga gawang dari tim terbaik fase grup Euro 2020, Whoscored memilih Lukas Hradecky. Mereka memberi nilai 7,5 untuk kiper asal Finlandia tersebut atas penampilannya di fase grup.

Hradecky sendiri sempat tampil sebanyak 270 menit di fase grup. Dalam 270 menit penampilannya tersebut, kiper berusia 31 tahun ini sempat membuat 14 kali penyelamatan.

Bek Kanan: Vladimir Coufal

Untuk posisi bek kanan di tim terbaik fase grup Euro 2020 versi mereka, Whoscored memilih sosok Vladimir Coufal. Penggawa Timnas Republik Ceko tersebut mendapat nilai 7,1 dari laman statistik ini.

Sepanjang fase grup, Coufal sempat bermain sebanyak 270 menit. Pemain berusia 28 tahun tersebut mencetak satu assist, empat umpan kunci, sembilan tackle, dan tiga intersep.

Bek Tengah: Mathijs de Ligt

De Ligt terpilih untuk mengisi posisi bek tengah tim terbaik fase grup Euro 2020 versi Whoscored. Pemain asal Belanda tersebut mendapat nilai 7,5 dari laman statistik tersebut untuk penampilannya sepanjang fase grup.

Sepanjang fase grup, De Ligt sempat tampil sebanyak 180 menit. De Ligt sempat melepas lima tackle dan sembilan sapuan. Ia pun sukses memenangi tiga dari empat duel udara yang dilakukannya.

Bek Tengah: Daley Blind

Sebagai partner De Ligt di lini pertahanan tim terbaik fase grup Euro 2020 versi mereka, Whoscored memilih sosok Daley Blind. Pemain Timnas Belanda ini mendapat poin 7,2 dari Whoscored untuk penampilannya di fase grup.

Blind sempat tampil 218 menit sepanjang fase grup. Pemain berusia 31 tahun ini sempat mencatatkan lima tackle, tiga intersep, dan satu sapuan di fase grup tersebut.

Bek Kiri: Joakim Maehle

Di sektor bek kiri tim terbaik fase grup Euro 2020, Whoscored memilih Joakim Maehle. Pemain asal Denmark ini mendapat nilai 7,3 dari Whoscored untuk penampilannya sepanjang fase grup.

Maehle sendiri sempat bermain 270 menit sepanjang fase grup lalu. Pemain berusia 24 tahun tersebut mencetak satu gol satu umpan kunci, satu umpan silang, dan 2 intersep.

Gelandang Kiri: Ivan Perisic

Ivan Perisic terpilih sebagai gelandang kiri di tim terbaik fase grup Euro 2020 versi Whoscored. Penggawa Timnas Kroasia tersebut mendapat nilai 7,4 dari laman statistik tersebut untuk penampilannya sepanjang fase grup.

Selama fase grup, Perisic sempat bermain selama 261 menit. Pemain berusia 32 tahun tersebut mencatatkan dua gol, satu assist, dua tackle, dan empat umpan kunci.

Gelandang Tengah: Kevin de Bruyne

Whoscored memilih De Bruyne untuk menempati satu posisi kunci di lini tengah tim terbaik fase grup Euro 2020. Penggawa Timnas Belgia ini bahkan mendapat nilai 8,8 dari laman statistik ini untuk penampilan apiknya pada fase grup.

Sepanjang fase grup, De Bruyne sempat tampil sebanyak 135 menit. Selama itu, pemain berusia 29 tahun tersebut mencetak satu gol, dua assist, dan tiga tackle.

Gelandang Tengah: Frenkie de Jong

Frenkie de Jong terpilih mengisi satu tempat di lini tengah tim terbaik fase grup Euro 2020 versi Whoscored. Pemain Timnas Belanda tersebut mendapat nilai 7,9 dari Whoscored untuk penampilannya sepanjang fase grup.

De Jong sempat mendapat kesempatan tampil selama 259 menit sepanjang fase grup. Pemain berusia 24 tahun ini mencatatkan enam tackle, tujuh intersep, dan empat umpan kunci.

Gelandang Kiri: Emil Forsberg

Emil Forsberg terpilih mengisi posisi gelandang kiri tim terbaik fase grup Euro 2020 versi Whoscored. Pemain Timnas Swedia ini mendapat poin 7,5 untuk penampilan apiknya sepanjang fase grup.

Pada fase grup, Forsberg sendiri sempat bermain sebanyak 251 menit. Pemain berusia 29 tahun tersebut mencetak tiga gol, tiga umpan kunci, dua tackle, tiga intersep, tiga sapuan, dan empat blok.

Striker: Memphis Depay

Sebagai salah satu ujung tombak tim terbaik fase grup Euro 2020 versi mereka, Whoscored memilih Memphis Depay. Penggawa Timnas Belanda tersebut mendapat nilai 7,8 dari Whoscored untuk penampilannya di fase grup.

Depay, sepanjang fase grup, sempat bermain 238 menit. Dari 238 menit bermain, pria berusia 27 tahun tersebut sempat mencetak dua gol, dua assist, dan lima umpan kunci.

Striker: Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo menjadi partner Depay di lini depan tim terbaik fase grup Euro 2020 versi Whoscored. Penggawa Timnas Portugal ini mendapat ponten 8,1 dari Whoscored untuk permainan apiknya selama fase grup.

Pada fase grup, Ronaldo sendiri sempat tampil sebanyak 270 menit. Pemain berusia 36 tahun ini mencetak lima gol, satu assist, empat dribble sukses, dan dua umpan kunci.

Prediksi Makedonia Utara vs Belanda, Euro 2020, 21 Juni 2021

Makedonia Utara vs Belanda

Pertandingan matchday 3 Grup C Euro 2020 pada hari Senin (21/6/2021) akan mempertemukan Timnas Makedonia Utara dengan Timnas Belanda di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.

Makedonia Utara yang belum mengumpulkan poin atau poin 0 sudah pasti akan tereliminasi, sedangkan lawannya Belanda yang memiliki 6 poin sudah pasti lolos sebagai juara grup. Sedangkan untuk posisi peringkat ke 2 masih akan diperebutkan oleh Ukraina dan Austria yang sama-sama mengumpulkan 3 poin.

Pada matchday 1, Makedonia Utara kalah 1-3 dari Austria. Satu-satunya gol, juga gol perdana Makedonia Utara di putaran final Euro, dicetak oleh sang kapten Goran Pandev. Pada matchday 2, Makedonia Utara dikalahkan Ukraina 1-2. Satu gol mereka dicetak oleh Ezgjan Alioski.

Sedangkan Belanda pada matchday 1, berhasil mengalahkan Ukraina 3-2. Gol-gol Belanda dicetak oleh Georginio Wijnaldum, Wout Weghorst, dan Denzel Dumfries. Pada matchday 2, Belanda mengalahkan Austria 2-0. Belanda menang lewat penalti Memphis Depay dan gol Denzel Dumfries. Semua pertandingan Belanda di grup ini dimainkan di Johan Cruyff Arena.

Pada laga terakhir ini,diperkirakan kedua pelatih akan merotasi pasukannya. Igor Angelovski bisa memberi beberapa pemainnya kesempatan untuk tampil di panggung besar, sedangkan Frank de Boer perlu menjaga match fitness para pemainnya sekaligus menghindari risiko cedera.

Sebelumnya Belanda belum pernah kalah saat berhadapan dengan Makedonia Utara, diperkirakan dalam laga nanti Belanda akan tetap mempertahan catatan positif tersebut.

Head-to-Head

Pertemuan: 4
Makedonia Utara menang: 0
Gol Makedonia Utara: 3
Imbang: 2
Belanda menang: 2
Gol Belanda: 8.

4 Pertemuan Sebelumnya

02-04-2009 Belanda 4-0 Makedonia (Kualifikasi Piala Dunia)
11-09-2008 Makedonia 1-2 Belanda (Kualifikasi Piala Dunia)
13-10-2005 Belanda 0-0 Makedonia (Kualifikasi Piala Dunia)
10-10-2004 Makedonia 2-2 Belanda (Kualifikasi Piala Dunia).

5 Pertandingan Terakhir Makedonia Utara (M-S-M-K-K)

01-04-21 Jerman 1-2 Makedonia (Kualifikasi Piala Dunia)
01-06-21 Makedonia 1-1 Slovenia (Friendly)
04-06-21 Makedonia 4-0 Kazakhstan (Friendly)
13-06-21 Austria 3-1 Makedonia (Euro)
17-06-21 Ukraina 2-1 Makedonia (Euro).

5 Pertandingan Terakhir Belanda (M-S-M-M-M)

31-03-21 Gibraltar 0-7 Belanda (Kualifikasi Piala Dunia)
03-06-21 Belanda 2-2 Skotlandia (Friendly)
06-06-21 Belanda 3-0 Georgia (Friendly)
14-06-21 Belanda 3-2 Ukraina (Euro)
18-06-21 Belanda 2-0 Austria (Euro).

Statistik

Makedonia Utara cuma kalah 4 kali dalam 16 laga terakhirnya (M8 S4 K4).

Makedonia Utara selalu bisa mencetak gol dalam 7 laga terakhirnya.

Belanda memenangi 7 dari 9 laga terakhirnya (M7 S1 K1), mencetak total 26 gol.

Belanda selalu mencetak minimal 2 gol di tiap laga dalam 9 laga terakhirnya.

Belanda tak terkalahkan dalam 4 pertemuan dengan Makedonia Utara itu, menang 2 kali (M2 S2 K0), mencetak 8 gol dan kebobolan 3 gol.

Prediksi skor akhir:
Makedonia Utara 1-2 Belanda.

Busquets Kembali ke Timnas Spanyol Setelah Negatif Covid-19

Sebuah kabar baik datang bagi Timnas Spanyol. Sergio Busquets, pemain andalan mereka, sudah kembali ke skuat setelah dinyatakan negatif COVID-19. Sebelum Euro 2020 dimulai, Timnas Spanyol mendapatkan pukulan keras. Sergio Busquets dinyatakan positif COVID-19 sehingga tidak bisa membela La Furia Roja.

Alhasil pemain Barcelona itu absen di pertandingan perdana Spanyol di Euro 2020. Pada saat itu Spanyol ditahan imbang Swedia dengan skor 0-0. Tapi kabar gembiranya, Busquets sekarang sudah siap membela Timnas Spanyol.

“Kapten dari Tim Nasional, Sergio Busquets akan kembali ke tim pada hari Jumat ini,” tulis pernyataan resmi RFEF.

Pernyataan resmi itu mengklaim kalau Busquets sudah dinyatakan negatif COVID-19 sehingga ia bisa kembali membela La Furia Roja.

“Pemain asal Catalan itu sudah dinyakan negatif COVID-19 dalam test PCR terakhirnya,”

“Mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, ia sekarang bisa kembali ke tim nasional dalam hitungan jam,”

RFEF juga mengonfirmasi kalau Busquets akan ikut rombongan Timnas Spanyol untuk pertandingan mathcday dua Euro 2020.

“Sergio Busquets akan bertemu dengan rekan-rekan setimnya beberapa jam sebelum tim bertolak ke Seville,”

“Ia ikut dalam skuat Spanyol pada pertandingan kedua Euro 2020 di mana kami akan berhadapan dengan Polandia,” tulis pernyataan resmi itu.

Mereka wajib memenangkan pertandingan ini demi lolos ke fase gugur Euro 2020 nanti.

Mirip Eriksen, 4 Pemain Ini Pernah Pingsan di Lapangan

Momen mengkhawatirkan terjadi pada pertandingan pertama Grup B Euro 2020 antara Denmark versus Finlandia di Parksen Stadium, Sabtu (12/6/2021) malam WIB. Pemain Denmark, Christian Eriksen, tiba-tiba kolaps di tengah pertandingan. Eriksen jatuh pingsan dengan posisi tertelungkup di pinggir sisi kiri lapangan saat pertandingan sudah berjalan 43 menit dan skor masih sama 0-0.

Melihat kondisi Eriksen yang semaput, pemain Denmark langsung menghampiri dan memberikan pertolongan pertama. Kapten Timnas Denmark, Simon Kjaer, menjadi orang yang paling intens memberikan bantuan. Kjaer membuka mulut Christian Eriksen agar tidak tertelan lidahnya sendiri serta melakukan CPR (resusitasi jantung dan paru). Kjaer juga meminta rekan setimnya untuk membentuk pagar, demi menutup Eriksen dari sorot kamera, karena sedang mendapat perawatan medis.

Setelah cukup lama mendapat penanganan medis di lapangan, Christian Eriksen akhirnya sadarkan diri. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu pun kemudian di bawa ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif. Sekarang, kondisi Christian Eriksen dikabarkan semakin membaik. Dia pun sudah melakukan komunikasi dengan rekan setimnya di Timnas Denmark.

Akibat insiden itu, pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit. Saat kembali dilanjutkan, Timnas Denmark takluk 0-1 dari Finlandia. Gol tunggal kemenangan Finlandia dicetak Joel Pohjanpalo pada menit ke-60. Selain Christian Eriksen, sejumlah pesepak bola juga pernah pingsan saat sedang bertanding.

Siapa saja mereka?

Diego Lopez

Mantan kiper Real Madrid itu pingsan saat masih berseragam Espanyol. Saat itu, Espanyol menghadapi Levante dalam lanjutan La Liga pada 4 Maret 2018. Diego Lopez tidak sadarkan diri setelah berbenturan dengan striker Levante, Armando Sadiku pada menit ke-39.

Sempat mendapatkan perawatan medis selama lima menit, Lopez akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Beruntung, kondisi Diego Lopez semakin membaik dan bisa kembali bertanding beberapa pekan kemudian.

Hilton Moreira

Pemain asal Brasil itu pernah nyaris meregang nyawa saat masih berseragam Persipura Jayapura. Kejadian itu terjadi saat Persipura bersua PSM Makassar di Stadion Mandala, Jayapura pada 4 Juni 2018. Saat itu, Hilton Moreira mengalami benturan dengan kiper PSM, Rivky Mokodompit pada menit-menit akhir babak pertama. Duel itu membuat Hilton tidak sadarkan diri karena mengalami lidah tertelan (tongue swallowing).

Melihat kejadian itu, Rivky Mokodompit langsung berteriak meminta pertolongan. Bek PSM, Abdul Rahman Sulaeman, berada di dekat lokasi dan mengambil inisiatif untuk membuka mulut Hilton dan menarik lidahnya keluar. Nyawa Hilton berhasil diselamatkan dan sang pemain pun masih bisa melanjutkan pertandingan.

Daley Blid

Mantan pemain Manchester United, Daley Blind, kolaps saat bertanding pada pertandingan pramusim antara Ajax Amsterdam vs Herta Berlin di Stadion Johan Cruijff Arena, 26 Agustus 2020. Daley Blind dimainkan sejak menit awal oleh pelatih Ajax, Erik ten Hag. Setelah tampil cukup intens, Blind tumbang pada menit ke-79.

Dia kolaps di atas lapangan dan kondisi itu sempat membuat rekan-tekannya khawatir. Ten Haag kemudian menarik keluar sang pemain. Belakangan diketahui kalau Daley Blind mengalami masalah pada jantungnya.

“Dia langsung digantikan dan sekarang kondisinya baik-baik saja, dia merasa cukup baik. Kami akan melakukan pemantauan lebih lanjut,” kata Ten Hag saat itu.

Cheick Tiote

Cheick Tiote, Pemain asal Pantai Gading, mengembuskan napas terakhir pada sesi latihan klubnya, Beijing Enterprises pada 5 Juni 2017. Tiote menutup usia pada umur 30 tahun. Tiote mendadak kolaps di lapangan saat berlatih dengan rekan-rekan setimnya pada Senin (5/6/2016) sore waktu setempat. Walau sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa mantan pemain Newcastle United itu akhirnya tidak tertolong.

“Dalam sesi latihan rutin pada pukul enam sore, pemain Pantai Gading, Cheick Tiote, tiba-tiba pingsan dan klub langsung membawanya ke rumah sakit,” tulis pernyataan resmi Beijing Enterprises.

“Sayangnya, usaha untuk menyelamatkan dia gagal. Kami sudah menginformasikan keluarganya. Beijing Enterprises mengekspresikan kesedihan dan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya Tiote yang begitu cepat,” lanjut pernyataan itu.

Pelajaran Empati Dari Laga Denmark vs Finlandia

Wasit Anthony Taylor bereaksi dengan begitu cepat. Disaat belum sempat semua orang sadar atas apa yang terjadi, wasit asal Inggris tersebut langsung membunyikan peluit dan memanggil tenaga medis ke lapangan.

Sang wasit melihat gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps di atas lapangan dan memutuskan menghentikan permainan secepatnya.

Bersamaan dengan itu, kapten Denmark, Simon Kjaer berlari cepat, mendekat dan melakukan pertolongan pertama pada Christian Eriksen yang tiba-tiba kolaps. Kjaer memposisikan tubuh Eriksen dengan tepat dan memastikan sang gelandang tidak melipat lidahnya.

Tak berselang lama, tim medis pun tiba. Dengan sigap dan tepat, tim medis melakukan pertolongan yang dibutuhkan. Semua yang terbaik dilakukan untuk memastikan Eriksen tetap sadar.

Itulah sedikit gambaran ketegangan yang terjadi ketika pertandingan Denmark vs Finlandia memasuki menit ke-43. Ketegangan dan ketakutan tampak dari seluruh pemain dan juga suporter yang ada di Parken Stadium, Kopenhagen.

Di tengah ketegangan itu, para pemain Denmark dan Finlandia memberikan pelajaran yang sangat berharga. Berempati.

Ketika tim medis sibuk melakukan pertolongan pertama pada Eriksen, para pemain Denmark langsung berkumpul di sekitar tim medis. Mereka berbaris untuk menutupi aktivitas tim medis. Ada yang menatap ke dalam, ada yang memilih tak melihatnya namun tetap berdoa. Terlihat dari wajah mereka.

Sebuah contoh bagus dari para pemain Denmark. Seakan meminta fans dan semua yang melihat insiden itu untuk berempati dan saling menguatkan. Ikut merasakan apa sedang mereka rasakan, apa yang keluarga pemain rasakan.

Tak hanya pemain Denmark saja. Pemain Finlandia pun terlihat begitu terkejut dengan insiden tersebut. Begitu tim medis datang dan memberikan perawatan, para pemain Finlandia langsung menuju ke sekitar bangku cadangan tim mereka. Pandangan mereka tampak tertuju di kejauhan. Tempat Eriksen mendapatkan perawatan. Beragam reaksi ditunjukkan. Tapi doa terbaik tentu mereka panjatkan.

Ketika para pemain Finlandia berada di pinggir lapangan memberikan doa terbaik untuk Eriksen, dan pemain Denmark berkumpul untuk terus memberikan energi dan kekuatan pada Eriksen. Di kejauhan tampak kapten Denmark, Simon Kjaer dan kiper Kasper Schmeichel menenangkan seorang wanita yang diperkirakan adalah istri Eriksen. Siapa yang kuasa melihat pemandangan itu. Tapi sebagai kapten tim, Kjaer menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Foto Piala Eropa: Momen Mengharukan Simon Kjaer Menenangkan Istri Christian  Eriksen Setelah Suaminya Sempat Kolaps di Laga Euro 2020 - Piala Eropa  Bola.com

Ketika semua yang ada di lapangan bersatu, memanjatkan doa terbaik untuk Eriksen, dan tim medis melakukan tugasnya. Suporter yang ada di tribune melakukan tugas mereka. Memberikan dukungan. Wajah-wajah sedih banyak terlihat di wajah suporter. Namun setelah itu, ketika Eriksen sudah dibawa masuk ke ruang ganti pemain, kedua suporter bersatu dan meneriakkan nama Christian Eriksen bersautan.

Siapa yang tak merinding mendengar itu. Suporter Finlandia meneriakkan “Christian” dan disahut suporter Denmark dengan “Eriksen” berulang kali.

Betapa sepak bola bisa begitu indah dengan pelajaran akan kehidupan. Bukan hanya soal rivalitas, tapi sisi manusiawinya juga tiada batas. Bagaimana cara pemain memberi respon ketika tim medis melakukan tugasnya, fans memberikan doa dan dukungan, serta broadcaster (pemegang hak siar) melakukan covering ketika insiden terjadi dan tak mencari celah untuk menyiarkan insiden itu berlebih, patut menjadi pelajaran bagi kita.

Prediksi Turki vs Italia, Euro 2020 12 Juni 2021

Euro 2020 yang telah dinantikan akhirnya tiba dengan laga pembuka pertandingan dari Grup A, Sabtu (12/6/2021). Pertandingan Timnas Turki kontra Timnas Italia di Stadio Olimpico, Roma, akan dijadikan penanda dimulainya kompetisi Piala Eropa. Berikut prediksi pertandingannya.

Timnas Turki masih belum terkalahkan dalam enam laga terakhirnya. Berupa menang empat kali dan dua kali imbang. Di uji coba terakhir sebelum Euro ini, pasukan Senol Gunes mengalahkan Moldova 2-0 lewat gol-gol Cengiz Undez dan kapten Burak Yilmaz.

Namun, tetap saja Italia masih jauh lebih meyakinkan. Pasukan Roberto Mancini telah menjalani dua uji coba sebelum Euro, dan selalu menang besar. Gli Azzurri membantai San Marino 7-0 dan menghajar Republik Ceko empat gol tanpa balas.

Di skuad timnas Turki memiliki beberapa pemain top, termasuk Merih Demiral dan Hakan Calhanoglu yang bermain di Italia untuk Juventus dan AC Milan.

Mereka tentu sudah tidak asing jika berhadapan dengan Gianluigi Donnarumma, Giorgio Chiellini, Nicolo Barella, Lorenzo Insigne, hingga Ciro Immobile dari kubu Italia.

Turki adalah tim yang kuat, tapi mereka inferior di hadapan Azzurri. Itu harus diakui.

Selain telah melalui 27 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan, Italia juga belum pernah kalah melawan Turki. Di atas kertas, Italia layak difavoritkan untuk meraih kemenangan di laga pembuka ini.

Perkiraan Susunan Pemain

Turki (4-5-1): Cakir; Meras, Soyuncu, Demiral, Celik; Karaman, Calhanoglu, Yokuslu, Tufan, Yazici; Yilmaz.

Pelatih: Senol Gunes.

Info skuad: Tidak ada pemain absen.

Italia (4-3-3): Donnarumma; Spinazzola, Chiellini, Bonucci, Florenzi; Barella, Jorginho, Locatelli; Insigne, Immobile, Berardi.

Pelatih: Roberto Mancini.

Info skuad: Verratti (meragukan).

Head-to-Head dan Performa

Head-to-Head

  • Pertemuan: 10
  • Turki menang: 0
  • Gol Turki: 5
  • Imbang: 3
  • Italia menang: 7
  • Gol Italia: 18.

5 Pertemuan Terakhir

  • 16-11-2006 Italia 1-1 Turki (Friendly)
  • 21-11-2002 Italia 1-1 Turki (Friendly)
  • 11-06-2000 Turki 1-2 Italia (Euro)
  • 21-12-1994 Italia 3-1 Turki (Friendly)
  • 03-03-2984 Turki 1-2 Italia (Friendly).

5 Pertandingan Terakhir Turki (M-S-M-S-M)

  • 28-03-21 Norwegia 0-3 Turki (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 31-03-21 Turki 3-3 Latvia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 28-05-21 Turki 2-1 Azerbaijan (Friendly)
  • 01-06-21 Turki 0-0 Guinea (Friendly)
  • 04-06-21 Turki 2-0 Moldova (Friendly).

5 Pertandingan Terakhir Italia (M-M-M-M-M)

  • 26-03-21 Italia 2-0 Irlandia Utara (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 29-03-21 Bulgaria 0-2 Italia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 01-04-21 Lithuania 0-2 Italia (Kualifikasi Piala Dunia)
  • 29-05-21 Italia 7-0 San Marino (Friendly)
  • 05-06-21 Italia 4-0 Republik Ceko (Friendly).

Statistik dan Prediksi Skor

Turki tak terkalahkan dalam 6 laga terakhirnya (M4 S2 K0).

Turki cuma kalah 1 kali dalam 13 laga terakhirnya (M5 S7 K1).

Italia tak terkalahkan dalam 27 laga terakhirnya (M22 S5 K0).

Italia selalu menang dengan margin minimal 2 gol dalam 8 laga terakhirnya.

Italia selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam 8 laga terakhirnya.

Italia selalu kebobolan 1 gol di tiap laga dalam 5 laga terakhirnya melawan Turki.

Italia belum pernah kalah melawan Turki, menang 7 kali dalam 10 pertemuan sejauh ini (M7 S3 K0).

Prediksi skor akhir:

Turki  1 – 2  Italia.

Super Computer Prediksi Euro 2020, Prancis vs Jerman di Final

Prediksi Euro 2020 versi Super Computer. Langkah timnas Portugal di Euro 2020 diprediksi akan terhenti di babak 16 Besar. Sedangkan, dua tim yang melaju ke final adalah Jerman melawan Prancis.

Euro 2020 akan dimulai akhir pekan ini, tepatnya hari Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB. Duel Italia melawan Turki bakal jadi pembuka turnamen antarnegara paling akbar di Eropa ini.

Portugal, dengan status juara bertahan dan punya Cristiano Ronaldo, menjadi unggulan di Euro 2020. Namun, Super Computer memprediksi langkah tim racikan Fernando Santos akan gugur di babak 16 Besar.

Sementara itu, Belgia -yang kini berada di puncak ranking FIFA- diprediksi hanya bisa melangkah hingga semifinal saja. Hal yang sama juga terjadi pada timnas Inggris yang diprediksi bakal kembali gagal juara.

Grup A

Italia akan lolos dari fase grup dengan status juara grup. Sementara, posisi kedua akan ditempati Turki dan Swiss akan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup A

  1. Italia (lolos)
  2. Turki (lolos)
  3. Swiss (lolos)
  4. Wales

Grup B

Belgia diprediksi bisa lolos dengan mudah di fase grup. Belgia akan ditemani oleh Denmark sebagai runner-up dan Rusia yang menjadi peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup B

  1. Belgia (lolos)
  2. Denmark (lolos)
  3. Rusia (lolos)
  4. Finlandia

Grup C

Tidak ada kejutan di Grup C. Belanda akan melaju dengan status juara grup. Lalu, ada Ukraina dan Austria yang juga lolos sebagai runner-up dan peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup C

  1. Belanda (lolos)
  2. Ukraina (lolos)
  3. Austria (lolos)
  4. Makedonia Utara

Grup D

Skotlandia diprediksi tidak akan lolos dari fase grup. Dua tim yang akan menjadi wakil Grup D pada babak 16 Besar adalah Inggris dan Kroasia.

Prediksi Klasemen Grup D

  1. Inggris (lolos)
  2. Kroasia (lolos)
  3. Republik Ceko
  4. Skotlandia

Grup E

Spanyol dan Polandia diprediksi akan lolos ke babak 16 Besar dari Grup E. Sementara, Swedia, walau berada di posisi ketiga, akan gagal menjadi peringkat ketiga terbaik.

Prediksi Klasemen Grup E

  1. Spanyol (lolos)
  2. Polandia (lolos)
  3. Swedia
  4. Slovakia

Grup F

Baik Prancis, Portugal, maupun Jerman diprediksi akan tetap lolos dari fase grup Euro 2020. Sedangkan, Hungaria akan jadi ‘pupuk bawang’ di Grup F.

Prediksi Klasemen Grup F

  1. Prancis (lolos)
  2. Portugal (lolos)
  3. Jerman (lolos)
  4. Hungaria

Babak 16 Besar

Tim-tim besar diprediksi masih akan melaju mulus pada babak 16 Besar. Satu-satunya tim besar yang diprediksi gugur adalah Belanda. Pasukan Frank de Boer diprediksi kalah adu penalti dari Jerman. Portugal juga diprediksi akan kalah dari Inggris.

Prediksi hasil perempat final Euro 2020:

  • Belgia 2-0 Swiss
  • Italia 2-1 Ukraina
  • Prancis 3-0 Austria
  • Kroasia 2-1 Polandia [extra time]
  • Spanyol 3-1 Rusia
  • Inggris 2-1 Portugal (extra time)
  • Belanda 1-1 Jerman (adu penalti)
  • Turki 2-1 Denmark

Perempat Final

Pada fase ini, persaingan akan sangat sengit. Dua laga diprediksi berlangsung hingga babak tambahan waktu yakni Belgia vs Italia dan Jerman vs Turki. Sementara, Inggris akan lolos ke semifinal dengan mengalahkan Spanyol.

Berikut prediksi hasil perempat final Euro 2020:

  • Belgia 2-1 Italia (extra time)
  • Prancis 3-1 Kroasia
  • Spanyol 1-2 Inggris
  • Jerman 3-1 Turki (extra time)

Semifinal

Belgia akan berjumpa Prancis di semifinal. Prancis diprediksi akan menang dengan skor tipis, 2-1. Sementara, laga Jerman melawan Inggris akan berakhir dengan babak adu penalti. Jerman akan melaju ke final.

Berikut prediksi hasil babak semifinal Euro 2020:

  • Belgia 1-2 Prancis
  • Jerman 2-2 Inggris (adu penalti)

Final Euro 2020

Dua negara yang diprediksi akan melaju ke final Euro 2020 adalah Jerman dan Prancis. Laga diprediksi berjalan sangat sengit hingga babak tambahan waktu. Prancis diprediksi akan menang dengan skor ketat, 3-2.

Berikut prediksi hasil final Euro 2020

  • Prancis 3-2 Jerman (extra time)

Ini hanyalah prediksi. Bisa dijadikan acuan, tapi belum tentu akurat 100 persen!