Arsenal Punya Modal Kuat Jelang Hadapi Liverpool

Arsenal

Arsenal mengumumkan kabar baik jelang bertemu Liverpool di pentas Premier League hari Minggu (21/11/2021). Klub berjuluk the Gunners tersebut menyatakan siap bertandang ke Anfield dengan kekuatan penuhnya.

Sebelum ini, ruang rawat Arsenal diisi oleh sejumlah pemain yang mengalami cedera. Selain Sead Kolasinac dan Granit Xhaka, Thomas Partey juga harus mendekam di sana selama beberapa hari.

Partey mengalami masalah pada pangkal paha yang membuat dirinya absen kala Arsenal bertemu Watford pada awal bulan November lalu. Masalah itu juga yang membuat dirinya gagal memperkuat Timnas Ghana di pekan internasional.

Dua pekan terakhir dihabiskan olehnya untuk memperbaiki kebugaran di tempat latihan Arsenal, London Colney. Kerja keras itu membuahkan hasil, karena Partey telah dinyatakan bugar untuk menghadapi Liverpool.

Xhaka dan Partey adalah pilar di lini tengah Arsenal. Namun karena keduanya cedera, Mikel Arteta selaku pelatih tidak punya pilihan selain menduetkan dua gelandang muda, Albert Sambi Lokonga dan Ainsley Maitland-Niles.

Keduanya tampil apik dan berhasil membantu the Gunners mengalahkan Watford sebelum pekan internasional. Namun melawan Liverpool, Arsenal butuh pemain dengan kualitas yang lebih menjanjikan.

Untungnya, Partey telah kembali. Arsenal tidak menyatakan secara eksplisit kalau Partey sudah tersedia buat laga kontra Liverpool. Namun, mereka memastikan kalau ruang rawatnya saat ini cuma diisi oleh Xhaka dan Kolasinac.

“Semua pemain lain di skuat tim utama saat ini dalam keadaan bugar dan tersedia untuk pemilihan,” demikian pernyataan klub dalam situs resminya.

Steve McManaman Tak Setuju Rumor Liverpool Gaet Jarrod Bowen

Bowen

Liverpool dirumorkan mau merekrut pemain West Ham Jarrod Bowen. Namun, Steve McManaman selaku mantan pemain The Reds justru tidak setuju terhadap rencana tersebut.

Liverpool dilaporkan ingin mendatangkan penyerang baru. Pasalnya, The Reds nantinya akan kehilangan Sadio Mane dan Mohamed Salah karena mengikuti turnamen Piala Afrika 2021.

Ada beberapa pemain yang dilaporkan masuk dalam radar Liverpool pada bursa transfer Januari nanti. Salah satunya adalah pemain West Ham Jarrod Bowen.

Bowen tampil cukup bagus bersama West Ham musim ini. Pemain berusia 24 tahun tersebut sudah mencetak tiga gol dan lima assist dari 17 penampilan.

McManaman menilai Bowen pemain yang bagus. Namun, sang pemain tidak akan menemukan tempat di skuat Liverpool apabila memutuskan pindah ke Anfield.

“Dia (Bowen) pemain yang bagus. Dia bermain sangat bagus saat ini,” ujar McManaman

“Tetapi, jika bergabung dengan Liverpool, dia tidak akan bermain.”

Meski Bowen tengah menunjukkan performa bagus bersama West Ham, McManaman menilai kualitas sang pemain masih di bawah rata-rata penyerang yang dimiliki Liverpool saat ini. Karena itu, The Reds tidak perlu merekrut Bowen.

“Bermain untuk Liverpool bisa menjadi langkah besar bagi Bowen, tetapi dia tidak akan mengungguli Mohamed Salah, Sadio Mane atau Diogo Jota,” lanjutnya.

“Selalu menyenangkan memiliki banyak pemain dan saya yakin manajer lebih suka memiliki 25 pemain internasional yang mapan, tetapi itu bukan sepakbola.

“Bowen bermain sangat baik saat ini untuk klub yang berada di posisi Liga Champions. Liverpool saat ini tidak membutuhkan Jarrod Bowen.” pungkasnya.

Petinggi Liverpool Isyaratkan Bakal Boyong Conor Gallagher

Gala

Direktur Chelsea Petr Cech mengaku sangat senang melihat perkembangan Conor Gallagher di Crystal Palace. Dia mengisyaratkan sang pemain bisa masuk skuat asuhan Thomas Tuchel pada musim depan.

Gallagher saat ini lagi dipinjamkan ke Crystal Palace. Di bawah polesan manajer Patrick Vieira, Callagher menunjukkan performa yang cukup apik.

Gallager tampil reguler di lini tengah Palace. Pemain berusia 21 tahun tersebut sudah bikin empat gol dan dua assist dari sebelas pertandingan.

Penampilan apiknya itu membuat Gallagher masuk skuat tim nasional Inggris untuk pertama kalinya. Dia pun membuat debutnya dalam pertandingan melawan San Marino.

Gallagher sempat mengikuti sesi pramusim Chelsea di bawah asuhan manajer Thomas Tuchel. Namun, The Blues memutuskan meminjamkan sang pemain agar mendapat kesempatan bermain secara reguler.

“Conor hampir masuk tim di sini di musim panas dan kami sangat senang dengannya, tetapi itu sama seperti dengan Billy Gilmour dan kami merasa pada tahap karier mereka, mereka harus pergi dan bermain sebanyak mungkin,” tulis Petr Cech dalam kolom di situs resmi klub.

“Mereka berdua berada pada tahap di mana kami benar-benar ingin mereka menjadi pemain inti untuk Chelsea jadi lebih baik bagi mereka untuk pergi dan bermain.”

Gallager bermain selama 44 menit saat timnas Inggris menang 10-0 atas San Marino. Cech menegaskan Gallager bisa masuk skuat The Three Lions karena menjalani masa peminjamannya di Crystal Palace.

“Bagi Conor untuk mendapatkan panggilan Inggris benar-benar luar biasa dan melakukan debutnya jelas lebih menakjubkan. Jika dia tidak pergi ke Crystal Palace dan bermain tetapi lebih memilih tinggal di sini dan mungkin tidak memainkan setiap pertandingan maka itu tidak akan pernah terjadi,” lanjutnya.

“Setelah Anda mulai bermain secara reguler di Premier League dan menunjukkan apa yang dapat Anda lakukan, itu memberi Anda semua peluang untuk dipilih. Jika Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya saat dipinjamkan, Anda bisa kembali ke Chelsea dalam posisi yang jauh lebih baik dan lebih kuat.”

Cech sangat senang dengan perkembangan yang ditunjukkan Gallager. Dia mengisyaratkan sang pemain muda bisa masuk dalam skuat Chelsea pada musim depan.

“Conor akan kembali kepada kami dalam situasi yang sama sekali berbeda dari enam bulan lalu dan itulah keindahannya,” sambungnya.

“Jika semuanya berjalan dengan sempurna, ini adalah ide di baliknya dan jelas sangat bagus untuk melihat bahwa itu berhasil dengan sempurna bagi Conor sejauh ini.” pungkasnya.

Silvestre Bisa Pahami Keputusan Solskjaer Ubah Skema Bek MU

Ole

Mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre angkat bicara terkait keputusan Ole Gunnar Solskjaer mengubah formasi MU menggunakan skema tiga bek. Silvestre menyebut bahwa perubahan skema itu bisa dipahami jika melihat situasi Setan Merah saat ini.

Seperti yang sudah diketahui, musim ini Manchester United sangat rapuh dalam bertahan. Sepanjang musim ini mereka hanya mencatatkan dua clean sheet saja.

Alhasil Ole Gunnar Solskjaer baru-baru ini mengubah skema permainan mereka menjadi tiga bek. Namun skema ini bisa dikatakan masih belum stabil dan optimal.

Silvestre menilai bahwa perubahan skema ini bisa dimaklumi. “Saya rasa mereka [Man United] mulai cemas dengan jumlah kebobolan mereka,” buka Silvestre kepada Manchester Evening News.

Silvestre menilai bahwa skema tiga bek Solskjaer ini merupakan opsi darurat. Karena sang manajer menilai Setan Merah butuh perubahan cara bertahan agar mereka tidak mudah kebobolan.

“Musim lalu situasi mereka cukup berbeda. Mereka sangat kokoh dengan skema empat bek ditambah De Gea, pertahanan mereka sangat kuat,”

“Perubahan ini merupakan reaksi darurat dan saya bisa memahami itu. Mereka butuh memulihkan kepercayaan diri mereka karena mereka sudah kebobolan terlalu banyak gol,”

Lebih lanjut, Silvestre menilai skema tiga bek merupakan sesuatu yang jarang digunakan di Manchester United. Namun ia menilai perubahan ini harus dilakukan untuk memperbaiki performa mereka.

“Mereka tidak bisa bermain terlalu menyerang jika mereka kebobolan banyak gol. Memang bermain tiga bek bukan tradisi United, karena klub ini selalu bermain dengan empat bek sehingga kami bisa punya lebih banyak opsi untuk menyerang,”

“Namun untuk formasi ini, United harus memiliki wingback yang berkarakter menyerang sehingga mereka menggantikan peran winger,” ujarnya.

Manchester United akan kembali beraksi di Premier League di akhir pekan ini. Setelah mereka libur satu setengah minggu akibat jeda internasional.

Setan Merah akan bertandang ke Vicarage Road. Mereka akan menantang Watford di pertandingan pekan ke-12 EPL.

Barcelona Bersedia Lepas Frenkie De Jong Demi Bisa Beli Sterling

Sterling

Rumor ketertarikan Barcelona terhadap Raheem Sterling ternyata bukan sekedar rumor semata. Ini dikarenakan Barcelona siap menumbalkan salah satu pemain mereka agar Sterling bisa merapat ke Camp Nou.

Sterling saat ini berada di ambang pintu keluar Etihad Stadium. Ia ingin cabut dari Manchester City setelah Pep Guardiola mulai jarang memainkannya.

Beredar kabar bahwa Sterling berpotensi cabut ke Spanyol. Klub La Liga, Barcelona dilaporkan sangat tertarik menggunakan jasanya.

Dilansir The Sun, Barcelona benar-benar serius ingin mendatangkan Sterling. Mereka berencana untuk menumbalkan salah satu pemain mereka agar transfer ini bisa terwujud.

Menurut laporan tersebut, Barcelona sangat tertarik mendatangkan Sterling. Namun mereka terkendala dengan dana.

Ini dikarenakan Sterling memiliki gaji yang sangat besar. Ia memiliki gaji sebesar 300 ribu pounds per pekan di Man City.

Sementara Barcelona saat ini memiliki masalah keuangan yang cukup pelik. Sisa slot gaji mereka saat ini bahkan tidak mampu membayar setengah gaji Sterling. Sehingga mereka harus mencari akal untuk mengatasi situasi ini.

Satu-satunya solusi yang bisa digunakan Barcelona saat ini adalah menjual beberapa pemain mereka. Salah satunya adalah Frenkie De Jong.

Gelandang Timnas Belanda itu dikabarkan bakal dijual Barcelona. Karena performanya sejauh ini jauh dari kata memuaskan semenjak datang dari Ajax Amsterdam.

Kepergian De Jong sendiri bisa menambah dana transfer El Blaugrana. Termasuk melowongkan slot gaji El Blaugrana.

Barcelona sendiri tidak cemas ditinggal De Jong. Karena mereka sudah memiliki pengganti di tim mereka.

Barcelona dilaporkan akan fokus mengembangkan dua gelandang muda mereka, Pedri dan Gavi. Keduanya diyakini bisa jadi pilar lini tengah Barcelona di masa depan.

Arsenal Batal Lego Lacazette ?

Arsenal

Sebuah spekulasi baru beredar mengenai masa depan Alexandre Lacazette. Penyerang asal Prancis itu dilaporkan akan diberi kontrak baru oleh manajemen Arsenal dalam waktu dekat ini.

Striker berusia 30 tahun itu memang kerap digosipkan akan cabut di tahun 2022 ini. Pasalnya semenjak ia pindah dari Lyon, sang striker tidak bisa tampil optimal di lini serang The Gunners.

Manajemen Arsenal sendiri dilaporkan tidak akan menghalangi kepergian Lacazette. Mereka awalnya mempersilakan sang striker untuk cabut dari Emirates Stadium di tahun 2022 nanti.

The Athletic mengklaim bahwa manajemen Arsenal kini berubah pikiran. Mereka berencana untuk mempertahankan Lacazette di tahun 2022.

Menurut laporan tersebut, ada beberapa alasan mengapa Arsenal ingin mempertahankan Lacazette. Yang pertama karena masalah performa sang striker.

Ini dikarenakan performa sang striker sudah jauh membaik. Belakangan ini ia mulai produktif membuat gol dan assist di skuat The Gunners.

Itulah mengapa Mikel Arteta menlihat Lacazette masih berguna di timnya. Sehingga mereka berencana untuk memperpanjang kontraknya.

Menurut laporan tersebut, manajemen Arsenal sudah bersiap untuk memberikan kontrak baru untuk Lacazette. Namun mereka hanya menawarkan kontrak jangka pendek untuk sang striker.

Ini disebabkan karena performa Lacazette masih angin-anginan. Sehingga mereka menilai kontrak jangka panjang terlalu beresiko untuk sang striker.

Belum lagi karena usia Lacazette sudah menyentuh kepala tiga. Jadi kans performanya menurun sangat besar, sehingga mereka menilai kontrak jangka pendek cocok untuk sang striker.

Lacazette sendiri dilaporkan menyambut baik tawaran memperpanjang kontrak di Arsenal. Namun ia tidak sepakat dengan kontrak jangka pendek yang ditawarkan manajemen Arsenal.

Sang striker ingin mendapatkan kontrak berdurasi panjang. Jika ia tidak mendapatkan itu, ia lebih memilih cabut di musim panas nanti.

Real Madrid Akan Pertahankan Luka Modric Dengan Kontrak Jangka Pendek

Luka Modric nampaknya akan lebih lama lagi membela Real Madrid,manajemen El Real dilaporkan akan memberikan kontrak baru untuk sang pemain.

 

Saat ini Modric merupakan salah satu pemain senior di Madrid, dirinya membela Los Blancos pertama kali pada tahun 2012 silam saat direkrut dari Tottenham.

Modric kontraknya akan berakhir di tahun 2022 nanti, menurut kabar yang beredar manajemen Madrid tidak akan memperpanjang kontraknya.

Bersumber dari Marca manajemen Madrid dilaporkan sedang menggodok rencana untuk memperpanjang kontrak sang gelandang. Madrid ingin mempertahankan Modric karena mereka menilai sang gelandang masih bisa berkontribusi.

Pada musim ini Modric tampil apik di lini tengah Real Madrid dan masih bisa menjadi pengatur serangan El Real.Performa Modric yang masih belum menurun tersebut membuat pihak Madrid memperpanjang kontrak sang gelandang.

Menurut laporan tersebut, manajemen Real Madrid mulai bergerak untuk mengamankan jasa Modric. Mereka mulai berdiskusi untuk memberikannya kontrak baru selama satu tahun karena usia Modric sudah menua.

Saat ini kabarnya Madrid masih menjalani proses negosiasi, manajemen Madrid berharap agar Modric mau bertahan di Real Madrid.

Bayern Munchen Tidak Akan Pernah Memilih Jose Mourinho Sebagai Pelatih, Karena Ini

Mantan Direktur Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, mengungkapkan bahwa Die Roten tidak akan pernah memilih Jose Mourinho sebagai pelatih meski beberapa kali memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Menurut penjelasan Rummenigge, pihaknya mengerti benar bagaimana karakter Jose Mourinho yang ingin agar klub membelikannya pemain-pemain bintang yang harganya bisa menguras keuangan klub.

Kini, Jose Mourinho tengah menangani AS Roma, setelah dipecat oleh manajemen Tottenham Hotspur di akhir musim lalu.

“Beberapa tahun lalu, Mourinho ingin datang ke Jerman untuk bekerja di Bayern. Namun, kami merasa dia bukanlah sosok yang tepat untuk klub ini,” tegas Karl-Heinz Rummenigge.

“Secara pribadi, dia selalu membuat kesan yang sangat bagus pada saya. Saya harap, dia bisa menemukan kesuksesan di Roma. Sebab, dia perlu menang secara reguler,” lanjutnya.

Rummenigge menambahkan, sosok seperti Jose Mourinho tidak akan pernah bisa cocok dengan filosofi klub Bayern Munchen.

“Filosofi Bayern Munchen selalu sama: meraih kesuksesan, namun dengan buku yang seimbang. Itu adalah bagian dari budaya sepakbola Jerman,” jelas Rummenigge.

Lebih jauh Rummenigge menjelaskan, Bayern Munchen tidak membutuhkan belanja pemain besar-besaran yang bisa jadi menyebabkan keuangan klub akan terganggu di kemudian hari.

Bayern Munchen pun sudah membuktikan bahwa dengan tanpa skuad mahal mereka bisa meraih titel, termasuk juara Liga Champons.

“Kami tidak akan membuat gebrakan besar di bursa transfer, namun kami bisa menjuarai Liga Champions sekalipun tanpa mengeluarkan uang dalam skala besar. Kami sudah membuktikannya,” tandasnya.

Meski Harus Play-off, Roberto Mancini Yakin Italia Akan Lolos dan Jadi Juara Piala Dunia 2022

Pelatih Italia, Roberto Mancini, mengaku menyesal karena timnya harus melalui babak play-off terlebih dahulu untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2022.

Hal ini terjadi karena pada laga terakhirnya, Italia gagal menjadi juara Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah hanya bermain imbang tanpa gol pada matchday ke-8 di markas Irlandia Utara, di Windsor Park, Selasa (16/11/2021) dini hari WIB.

Sementara itu pada laga lainnya, Swiss yang menjamu Bulgaria di Swissporarena, menang telak dengan skor 4-0. Dengan kemenangan tersebut, Swiss mengambil alih posisi Italia sebagai pemuncak klasemen Grup C.

Dengan finish di posisi kedua, Italia harus melewati babak play-off terlebih dahulu untuk mengamankan tiket putaran final Piala Dunia 2022.

Babak play-off akan digelar pada bulan Maret 2022 mendatang.

Menurut Roberto Mancini, Italia sebenarnya memiliki dua peluang untuk mengunci posisi puncak klasemen Grup C. Sebelumnya pada matchday ke-7, 13 November lalu, Italia juga hanya bermain imbang dengan skor 1-1 saat menjamu Swiss di Stadio Olimpico.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, kami memiliki pertandingan ini (play-off) di bulan Maret dan akan mencoba untuk memberikan yang terbaik,” kata Roberto Mancini.

“Saat ini, kami kesulitan untuk mencetak gol, meskipun mendominasi penguasaan bola dan inisiatif. Irlandia Utara menempatkan semua pemain di pertahanan dan kami kesulitan menghadapi tim seperti itu,” lanjutnya.

“Sayang sekali, karena kami harusnya bisa menyegel puncak grup jauh sebelum sampai situasinya seperti ini. Kami hanya perlu menemukan kembali apa yang menjadi ciri khas kami hingga saat ini. Kami punya dua penalti yang gagal di pertandingan yang menentukan, sehingga membuktikan bahwa sebenarnya kami punya kans untuk menang,” ujar Mancini.

Meski demikian, Roberto Mancini optimis Italia akan bisa melalui babak play-of dengan baik dan meraih prestasi di Piala Dunia 2022.

“Pertandingan lawan Bulgaria adalah yang pertama pada bulan September setelah Serie A baru bergulir dua pekan, jadi pertandingan itu selalu jadi yang terberat, karena kami belum dalam kondisi terbaik. Kami sebenarnya juga punya kans memenangkan dua pertandingan lawan Swiss,” ucap Mancini.

“Sekarang kami bersiap untuk Maret dan kami memasuki babak play-off dengan percaya diri. Kami akan menyegel tempat kami di Piala Dunia pada Maret dan mudah-mudahan memenangkan turnamen itu juga,” tutupnya.

Italia Harus Melewati Babak Play-off, Roberto Mancini Berharap Tidak Bertemu Portugal

Pelatih Italia, Roberto Mancini berharap timnya tidak bertemu Portugal pada babak play-off Piala Dunia 2022.

Seperti diketahui, Italia gagal menjadi juara Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah hanya bermain imbang tanpa gol pada matchday ke-8 di markas Irlandia Utara, di Windsor Park, Selasa (16/11/2021) dini hari WIB.

Sementara itu pada laga lainnya, Swiss yang menjamu Bulgaria di Swissporarena, menang telak dengan skor 4-0. Dengan kemenangan tersebut, Swiss mengambil alih posisi Italia sebagai pemuncak klasemen Grup C.

Dengan finish di posisi kedua, Italia harus melewati babak play-off terlebih dahulu untuk mengamankan tiket putaran final Piala Dunia 2022.

Babak play-off Piala Dunia 2022 sendiri akan dilakukan dengan format baru. 12 tim yang harus melewati babak play-off akan dibagi menjadi tiga jalur, yang masing-masing diisi empat tim. Tiap jalur play-off akan menggelar dua laga semifinal yang dimainkan satu leg dan satu laga final. Pemenang dari masing-masing jalur play-off akan lolos ke Piala Dunia 2022.

“Kami kira kami sudah lolos, tapi harus belajar menerima hasil di lapangan meski jelek,” kata Roberto Mancini.

“Kami masih punya peluang bagus untuk lolos. Kami cuma kalah satu kali dalam 40 laga terakhir, jadi penting untuk selalu berpikir positif. Jika kami harus mengalami penurunan, saya lebih memilih itu terjadi sekarang ketimbang di bulan Maret atau ketika Piala Dunia tiba,” lanjutnya.

“Saya tahu akan sulit ketika kami imbang lawan Swiss tapi saya tidak mengira kami akan melewati play-off. Kami sempat dapat dua penalti melawan Swiss dan menyulitkan diri kami sendiri,” ujar Mancini.

Sementara itu, kalau boleh memilih, Roberto Mancini tidak ingin Italia bertemu dengan Portugal yang juga harus melewati babak pla-off setelah finish sebagai runner-up Grup A, setelah kalah dari Serbia di laga terakhir.

“Kalau saya harus memilih satu, saya pilih Portugal,” kata Roberto Mancini.