Saat Melakukan Serangan Lionel Messi Dikejar Suporter

Pada saat masih bersama dengan Barcelona, Lionel Messi sudah terbiasa berlaga dalam ajang El Classico. Kini saat dirinya membela PSG, Messi baru saja menjalani laga Le Classique, El Clasico-nya Liga Prancis.

 

Menariknya dalam laga perdana messi di Le Classique tersebut diwarnai dengan masuknya seorang suporter yang masuk lapangan, yang kemudian mengejar Messi.

Dalam pertandingan yang dimainkan di markas Marseille di Venue Orange Stade Vélodrome itu, Lionel Messi dimainkan sedari menit pertama dan pada prosesnya tampil penuh.

Di starting XI, Lionel Messi menjadi salah satu pemain di lini serang PSG bersama Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria. Tapi sepanjang 2×45 menit permainan, Messi cs tak kuasa mencetak gol seperti halnya tim tuan rumah. Laga berakhir 0-0, walaupun ada beberapa gol dianulir dan PSG main 10 orang sejak menit ke-57.

Aksi-aksi Messi di lapangan berhasil menjadi perhatian, begitu juga dengan insiden yang melibatkan seorang suporter menerobos masuk lapangan.

Ketika Messi sedang dalam situasi melakukan serangan. Ia tampak mengejar bola dan kemudian menguasainya, dengan seorang suporter terlihat berlari ke arah dirinya.

Tepat ketika Lionel Messi berusaha menggocek dua pemain Marseille dengan bola lekat di kakinya, si penerobos lapangan sudah berada tepat di belakang La Pulga yang sejenak kemudian menghentikan larinya.

Aparat keamanan tidak lama kemudian menangkan dan menggelandang suporter yang diduga fanzs Marseille tersebut keluar lapangan.

GiveMeSport menyebut bahwa Marseille menghadapi potensi hukuman atas tindakan suporternya saat menjamu PSG. Selain karena aksi seorang suporter yang menerobos lapangan mengejar Lionel Messi, fans lain terlihat melemparkan sejumlah benda ke arah pemain-pemain PSG yang hendak mengambil tendangan penjuru.

Bukan Solskjaer, Legenda MU Salahkan Mason Greenwood Usai Kalah Memalukan Dari Liverpool

Mason Greenwood

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyalahkan Mason Greenwood atas kekalahan memalukan Setan Merah atas Liverpool.

Sebelumnya, Manchester United kalah telak dari Liverpool dengan skor 5-0 pada laga pekan ke-9 Liga Inggris 2021/22, Minggu (24/10/2021) malam WIB.

Menurut Paul Scholes, Mason Greenwood gagal bermain di posisinya sebagai pemain depan yang seharusnya menutup aliran bola dari Virgil Van Dijk.

Akibatnya, lini pertahanan Manchester United kelabakan saat ada serangan balik cepat dari Liverpool.
“Secara taktik hari ini buruk, sangat buruk. Tetapi, di sisi lain para pemain harus memiliki semacam akal sehat juga,” kata Paul Scholes, Senin (25/10/2021).

“Anda berpikir tentang Mason (Greenwood) dalam contoh pertama yang akan menutupnya, itu hampir curang. Ia tahu ia tidak akan mendapatkan bola dan ia tahu sepertinya ia akan menutupnya (pergerakan Van Dijk) tetapi ia tahu ia hanya akan mengopernya dan ia tidak bisa melakukan apa-apa,” sambungnya.

“Ini hampir seperti cara curang untuk berlari kepadanya, mereka mengopernya dan kemudian ia berjalan sedikit ke belakang karena ia berpikir, ‘Saya sudah melakukan bagian saya’. Tapi, ia tidak melakukan bagiannya, ia menghancurkan seluruh tim, semua tim ditarik keluar dari posisinya, (Aaron) Wan-Bissaka harus keluar, (Victor) Lindelof berakhir di bek kanan, lalu ada semua ruang di tengah,” jelas Scholes.

“Tiba-tiba, dari Mason yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, tim menyerang, (Mohamed) Salah memainkan (Naby) Keita, ia bisa memainkan (Trent) Alexander-Arnold, ia bisa memainkan (Andy) Robertson. Sungguh konyol cara itu terjadi, kadang-kadang. pemain harus menggunakan akal sehat mereka,” tambahnya.

Meski demikian, terlepas dari kesalahan Mason Greenwood, sebenarnya dalam pertandingan kontra Liverpool ini banyak pemain MU yang tidak bermain dengan baik sehingga babak belur dihajar Liverpool.

Jadi Kandidat Pengganti Solskjaer, Zinedine Zidane Kemungkinan Tidak Akan Mau Latih MU

Kekalahan Manchester United dari Liverpool dengan skor 0-5,membuat isu pemecatan Ole Gunnar Solskjaer dari kursi manajer semakin kencang berhembus. Kini sudah ada beberapa nama kandidat pengganti Ole Gunnar Solskjaer, diantaranya adalah Zinedine Zidane yang saat ini sedang lowong.

 

Zidane di tahun 2018 lalu,dikaitkan dengan Setan Merah yang berpisah dengan Jose Mourinho, manajemen rival sekota Manchester City ini sudah mempertimbangkan nama eks pelatih Real Madrid itu.

Alain Migliaccio, agen Zidane pada Oktober 2018 lalu memberikan komentar bahwa sepertinya bisa kembali digunakan saat ini saat sang klien dikaitkan lagi gabung Manchester United.

Migliaccio tiga tahun lalu pernah mengatakan Zidane tidak tertarik melatih tim Premier League karena gaya kepelatihannya tidak cocok.

“Saya tidak berpikir ia akan menjadi pelatih di Inggris. Gaya kepelatihannya tidak cocok di sana. Saya sudah bicara dengannya. Itu benar-benar tidak cocok buatnya,” kata sang agen saat diwawancara Le Journal Du Dimanche.

Saat ini Setan Merah dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memecat Ole Gunnar Solskjaer.Berseumber dari Manchester Evening News melaporkan, hierarki klub serius pertimbangan serius untuk memecat Solskjaer sebelum pertandingan berikutnya melawan Tottenham Hotspur.

Usai kekalahan memalukan tersebut, para pemain Setan Merah ditahan di dalam Old Trafford selama dua jam

Arsene Wenger Beri Masukan Kepada Solskjaer Untuk Memperbaiki Situasinya Yang Saat Ini Terancam Di MU

Belakangan ini manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer ramai dibicarakan.Masa depannya Di MU terancam setelah Setan Merah dibantai Liverpool 0-5 pada lanjutan Liga Inggris 2021/2022, Minggu (24/10/2021).

 

Arsene Wenger,eks manajer Arsenal memberikan saran dan mendesak Solskjaer untuk segera melindungi Setan Merah dengan tidak membuat krisis saat ini menjadi lebih buruk lagi.

Wenger yang pada saat di Arsenal melindungi para pemainnya, ditanya apakah Solskjaer harus langsung menangani tim atau membiarkannya 24 jam.

“Anda bisa mengatakan beberapa kata-kata dan hal pertama adalah melindungi klub klub dan tim, sebisa Anda memanfaaatkan media,” kata Wenger, seperti dikutip Mirror, Senin (25/10/2021).

“Jangan mengeluarkan pernyataan dan menciptakan krisis yang lebih dalam. Anda tahu di posisi mana krisis yang dialami dan memahami punya pekerjaan berat untuk memperbaiki mental di dalam tim karena itu pukulan besar.”

“Kesimpulannya jangan berusaha membuat segalanya menjadi lebih buruk dibanding apa yang yang terjadi dan sampaikan pesan itu kepada pemain,” imbuh Wenger terkait sarannya untuk Ole Gunnar Solskjaer.

Dalam kesempatan yang sama Wenger juga menyatakan bahwa para fans akan selalu tenang jika merasa tim telah menjalankan kewajibannya dengan benar.

“Mereka selalu mencari orang yang bertanggung jawab dan tugas pertama kami adalah merespons,” ujar Wenger.

Usai kekalahan tersebut, Solskjaer tak bisa menutupi perasaan kecewanya dirinya berharap kekalahan telak tersebut tidak terjadi.

“Saya sedih, kecewa, marah tentu saja. Emosi saya tidak masalah terlepas dari apa yang kami lakukan untuk meningkatkan diri dan memastikan itu tidak terjadi,” kata Solskjaer kepada BBC.

“Ini bisa berjalan baik, kami bisa merajuk atau kami bisa bersatu,”ujarnya.

Agen Pogba Membuat Manchester United Jadi Kesal Karena Jual Mahal

Pogba

Pada Juni 2022 mendatang kontrak Paul Pogba di Manchester United akan habis, Manajemen Setan Merah pun mempersiapkan kontrak baru untuk sang pemain, untuk tetap tinggal di MU.Namun mereka kesal dengan ulah dari agen Pogba, Mino Raiola yang menjadi penghambat proses negosiasi perpanjangan kontrak sang gelandang.

 

Bersumber dari Express, Mino Raiola telah menunda pembicaraan dengan Manchester United tentang Paul Pogba hingga tahun depan. Dia disebut-sebut baru mau bernegosiasi pada April 2022.

Raiola dikabrkan juga sudah memberikan kode ke Real Madrid untuk peluang kepindahan Pogba ke Santiago Bernabeu.Penolakan Raiola untuk membahas masa depan Paul Pogba membuat Setan Merah pusing,karena Pogba bisa pergi akhir musim nanti dengan status bebas transfer.

Pogba berhasil menunjukan perfoma apiknya bersama Manchester United di musim ini.Pogba mulai membuktikan kemampuannya untuk menjadi bagian di utama asuhan Ole Gunnar Solksjaer.

Pogba telah mencatatkan tujuh assist, dua lebih banyak dibanding pemain lain di papan atas Inggris. Meski sayangnya ia mendapat kartu merah dalam duel sengit melawan Liverpool, Minggu (24/10/2021). MU menelan kekalahan telak 0-5 di laga itu.

Media Spanyol, AS, melaporkan Real Madrid menghidupkan kembali minatnya untuk Pogba.Mereka tertarik mengontrak Pogba dengan status bebas transfer dan dapat memulai negosiasi pada awal Januari. Meski jelas keinginan Real Madrid bakal langsung mendapat penolakan dari MU.

Sosok Mino Raiola dapat menjadi penentu jalan kepindahannya ke Ibukota Spanyol.Saat ini Paul Pogba bersama rekan-rekannya dalam tugas berat setelah kekalahan memalukan dari Liverpool. Atas kekalahan dari rival abadinya, MU terancam melorot ke papan tengah dan kini tertinggal enam poin di bawah pemuncak klasemen Chelsea.

“Tentu saja saya percaya diri, kalau tidak saya tidak akan berada di skuad dan di tim ini. Ini adalah klub besar, jika Anda tidak percaya diri, Anda tidak ada hubungannya di sini,” tegas Paul Pogba.

Penampakan Wajah Cemberut Sir Alex Ferguson Usai MU Dipermalukan Liverpool 0-5

Wajah cemberut pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, tertangkap kamera saat melihat mantan klubnya dipermalukan Liverpool di Old Trafford.

Sebelumnya, Manchester United dibantai Liverpool dengan skor 0-5 pada laga pekan ke-9 Liga Inggris 2021/22, Minggu (24/10/2021) malam WIB.

Bermain di Old Trafford, Liverpool sudah unggul 4 gol atas tuan rumah di babak pertama melalui Naby Keita (5’), Diogo Jota (13’), dan Mohamed Salah (38’ dan 45+5’).

Di babak kedua, Mohamed Salah mencetak hattrick-nya bagi Liverpool di menit ke-50 dan memastikan Liverpool menang di Old Trafford dengan skor 5-0.

Sir Alex Ferguson yang ikut menonton langsung di Old Trafford ini terlihat baik-baik saja sebelum laga, namun wajahnya berubah 180 derajat usai melihat MU menjadi bulan-bulanan Liverpool pada laga tersebut.

Kamera menangkap ekspresi kecewa Sir Alex Ferguson. Mantan pelatih yang kini berusia 79 tahun itu terlihat terlihat menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala.

Sementara itu pemandangan yang kontras justru diperlihatkan oleh mantan pemain dan pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, yang terlihat senang melihat kemenangan telak Livverpool.

Dengan kekalahan ini, posisi pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, semakin banyak mendapatkan tekanan. Dari lima laga terakhirnya, Setan Merah hanya mencatatkan 1 kali menang, 1 kali seri, dan 3 kali kalah.

Nama mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte, kemudian belakangan ini makin santer disebut-sebut akan menggantikan posisi Solskjaer sebagai pelatih MU yang baru.

Meski MU Dibantai Liverpool di Old Trafford, Ole Gunnar Solskjaer Belum Berniat Mundur

Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengaku belum berniat akan mundur dan masih optimis Setan Merah akan bangkit kembali meski sudah dipermalukan Liverpool di kandang sendiri.

Sebelumnya, Manchester United dibantai Liverpool dengan skor 0-5 pada laga pekan ke-9 Liga Inggris 2021/22, Minggu (24/10/2021) malam WIB.

Bermain di Old Trafford, Liverpool sudah unggul 4 gol atas tuan rumah di babak pertama melalui Naby Keita (5’), Diogo Jota (13’), dan Mohamed Salah (38’ dan 45+5’).

Di babak kedua, Mohamed Salah mencetak hattrick-nya bagi Liverpool di menit ke-50 dan memastikan Liverpool menang di Old Trafford dengan skor 5-0.

Dengan kekalahan ini, posisi pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, semakin banyak mendapatkan tekanan. Dari lima laga terakhirnya, Setan Merah hanya mencatatkan 1 kali menang, 1 kali seri, dan 3 kali kalah.

Nama mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte, kemudian belakangan ini makin santer disebut-sebut akan menggantikan posisi Solskjaer sebagai pelatih MU yang baru.

Meski demikian, Solskjaer yang masih memiliki masa kontrak 3 tahun lagi bersama MU ini justru menolak untuk menyerah.

“Saya sudah melangkah terlalu jauh, kami telah melangkah terlalu jauh sebagai sebuah kelompok. Kami terlalu dekat untuk menyerah sekarang,” kata Ole Gunnar Solskjaer.

“Ini memang akan sulit. Para pemain akan terpuruk tapi ada banyak karakter di sana. Kami tahu kami sedang dalam titik terendah, kami tidak bisa merasakan yang lebih buruk lagi daripada ini,” ujarnya.

“Ini adalah perasaan yang terburuk. Kemenangan tidak kunjung datang, penampilan bagus tidak kunjung tampak, kami kebobolan terlalu banyak gol, terlalu banyak gol mudah dan itu adalah sebuah kekhawatiran,” sambungnya.

“Well, saya tidak mendengar hal lain (pada masa depan saya) dan saya masih memikirkan tentang pekerjaan besok. Tentu saja kami semua terpuruk, saya tidak bisa mengatakannya sekarang bahwa saya pernah mengalami hal buruk lebih dari ini, ini adalah yang terburuk, yang terendah yang pernah saya alami. Tapi saya menerima tanggung jawabnya dan itu tanggung jawab itu adalah milik saya pada hari ini dan milik saya ke depannya,” tutup Solskjaer.

Beri Semangat Skuad MU Saat Kontra Atalanta, Ronaldo : Apa Kalian Tidak Malu?

Manchester United berhasil menang dramatis dengan skor 3-2 saat menjamu Atalanta di Old Trafford pada matchday ke-3 Grup F Liga Champions 2021/22, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB.

Tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama lewat gol Mario Pasalic (15’) dan Merih Demiral (28’).

Namun Setan Merah berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui gol Marcus Rashford (53’), Harry Maguire (75’), dan gol penentu Cristiano Ronaldo di menit ke-81.

Lantas apa yang terjadi di ruang ganti MU pada jeda babak pertama sehingga para pemain Setan Merah seolah mendapatkan tambahan tenaga untuk mengejar ketertinggalan, dan bahkan membalikkan keadaan?

Menurut seorang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada SunSport, Cristiano Ronaldo memberikan teguran keras kepada rekan-rekannya sekaligus memberikan semangat bahwa Manchester United harus menang dihadapan suporternya.

“Cristiano berbicara kepada seluruh tim dan memberitahu bahwa performa mereka tidak bisa diterima,” ungkap sumber itu.

“Dia bertanya apakah mereka tidak malu dan berkata bahwa ini bukan cara Manchester United tampil di depan pendukungnya,” lanjutnya.

“Dia memberitahu bahwa mereka harus menang dan jika tidak, mereka mungkin takkan loos ke babak berikutnya di Liga Champions,” tutupnya.

Pada Liga Champions musim lalu, Manchester United tersingkir di babak penyisihan grup setelah hanya menempati posisi ke-3 di klasemen akhir grup meski Setan Merah berhasil meraih 3 kali kemenangan.

Tentu saja Manchester United tidak ingin mengulang kejadian serupa pada Liga Champions musim ini.

El Clasico Menjadi Milik Real Madrid, Barcelona Menyerah Dengan Skor Tipis 1-2

Pertandingan seru antara rival abadi Barcelona dan Real Madrid betakhir dengan kemenangan tim tamu.Laga El Clasico jilid pertama musim 2021/22 dimenangkan Real Madrid yang  sukses membekuk Barcelona di Camp Nou dengan skor tipis 2-1.

 

Kemenangan Real Madrid berkat gol David Alba dan Lucas Vazquez. Sementara Barcelona berhasil memperkecil kedudukan berkat gol Sergio Aguero.

Babak Pertama Yang Seru

Duel El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid ini berlangsung ketat sejak awal laga. Kedua tim sama-sama ingin mencuri poin penuh di laga ini.

Peluang emas pertama terjadi di menit 25, Vinicius mendapatkan peluang usai dirinya sukses memperdaya Ter Stegen di kotak penalti, namun sayang tembakannya berhasil diblok oleh barisan pertahanan Barcelona.

Tidak lama kemudian Barcelona yang mendapatkan peluang emas. Melalui skema serangan balik, Sergino Dest berhasil lolos dari jebakan offside, namun menghadapi gawang kosong tembakannya malah mengudara.

Madrid akhirnya memecah kebuntuan di menit 32. Berawal dari skema serangan balik, Rodrygo mengirimkan bola ke David Alaba yang tidak terkawal. Sang bek membawa bola ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Ter Segen sehingga Madrid unggul 1-0 atas tuan rumah.

Gerard Pique nyaris menyamakan kedudukan dua menit berselang, andai sundulannya tidak melebar dari gawang Madrid.

Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Jalannya Babak Kedua

Barcelona meningkatkan tempo serangan mereka untuk mengejar ketinggalan, Ronald Koeman membuat satu pergantian pemain di babak kedua. Oscar Mingueza ditarik dan digantikan oleh Philippe Coutinho.

Sempat terjadi insiden di kotak penalti Madrid setelah tembakan Depay mengenai lengan Kroos di menit ke 58. Pemain Barcelona meminta penalti, namun wasit tidak menggubris permintaan itu.

Real Madrid melalui Karim Benzema melepaskan tembakan keras di menit ke 62, namun berhasil dihalau oleh Ter Stegen.

Ancelotti menarik keluar Rodrygo pada pertengahan babak kedua untuk digantikan Fede Valverde. Koeman juga menarik Ansu Fati dan Frenkie De Jong dan digantikan Sergio Aguero dan Sergi Roberto.

Madrid berhasil menggandakan keunggulan. Berawal dari skema serangan balik, Marco Asensio melepaskan tembakan yang berhasil dipatahkan Ter Stegen. Namun sayang bola yang tidak ditepis dengan sempurna sukses disambar Lucas Vazquez sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Barcelona tidak menyerah, menjelang akhir babak kedua, Sergio Aguero berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 berkat sontekannya. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Kemenangan tersebut berhasil membuat Real Madrid naik ke puncak klasemen La Liga dengan raihan 20 poin. Sementara Barcelona tertahan di peringkat delapan klasemen sementara La Liga.

Susunan Pemain Kedua Tim

Barcelona (4-3-3): ter Stegen; Alba, Pique, Garcia, Mingueza (Coutinho 46′); De Jong (roberto 77′), Busquets, Gavira (De Jong 85′); Fati (Aguero 74′), Depay, Dest

Real Madrid (4-3-3): Courtois; Mendy, Alaba, Eder, Vazquez; Kroos, Casemiro, Modric; Vinicius (Asensio 87′) Benzema, Rodrygo (Valverde 72′).

Marseille Dan PSG Sama -Sama Tidak Bisa Menghasilkan Gol, Laga Berakhir Imbang 0-0

Dalam partai Ligue 1 2021/22 pekan ke-11, PSG dan musuhnya Marseille sama-sama tidak bisa menghasilkan gol dalam laga yang berlangsung di Stade Orange Velodrome, Senin (25/10/2021) dini hari WIB.Kedua tim kharus berbagi skor akhir 0-0.

 

Skuat PSG mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Marseille. PSG sendiri harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-57 akibat Achraf Hakimi yang diganjar kartu merah.

Namun meski begitu PSG masih bertengger kokoh di puncak klasemen dengan poin 28, sedangkan Marseille menduduki peringkat keempat dengan poin 18.

Tuan Rumah Langsung Menyerang
Marseille tampil agresif sejak awal laga, Arkadiusz Milik yang mendapatkan peluang masih belum mampu mencetak gol pada menit ke 4.Menit ke-14, PSG sempat mencetak gol ketika Luan Peres menendang bola ke gawang timnya sendiri saat berusaha menghalau si kulit bundar. Namun, gol ini dianulir VAR karena Neymar ternyata sudah lebih dulu offside.

Tidak lama kemudian VAR kembali menganulir gol Marseille . Pol Lirola yang memberi assist untuk Milik rupanya berdiri pada posisi offside ketika menerima umpan Boubacar Kamara.

Baik Marseille maupun PSG sama-sama memperoleh peluang untuk memecah kebuntuan, tetapi kedua tim sama-sama belum bisa mencetak gol dibabak pertama. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 0-0.

Babak  Kedua Diwarnai Kartu Merah
Tidak jauh berbeda dari babak pertama, Marseille dan PSG masih kesulitan untuk mengonversi peluang yang tercipta untuk menjadi gol.

Pada menit ke-57, PSG harus kehilangan Achraf Hakimi karena mendapat kartu merah akibat melanggar Cengiz Under. Keputusan untuk mengusir Hakimi dari lapangan ini ditentukan oleh VAR.

Marseille memanfaatkan momen tersebut untuk menciptakan gol, namun peluang emas yang didapat Konrad de la Fuente masih gagal menghasilkan gol. Akhirnya laga tersebut berakhir tanpa ada gol yang tercipta dari kedua tim, skor akhir 0-0 menjadi penutup laga tersebut.

Susunan Pemain
Marseille: Pau Lopez; Valentin Rongier (Konrad de la Fuente 71′), William Saliba, Duje Caleta-Car, Luan Peres; Matteo Guendouzi, Boubacar Kamara (Pape Gueye 71′); Cengiz Under (Gerson 78′), Dimitri Payet, Pol Lirola; Arkadiusz Milik (Ahmadou Bamba Dieng 78′).

PSG: Keylor Navas; Achraf Hakimi, Marquinhos, Presnel Kimpembe, Nuno Mendes; Marco Verratti (Idrissa Gana Gueye 45′), Danilo Pereira; Angel Di Maria (Thilo Kehrer 61′), Lionel Messi, Neymar (Georginio Wijnaldum 83′); Kylian Mbappe.