Malaysia Ambil Tindakan Hukum WTO Terhadap UE atas Pembatasan Bahan Bakar Sawit

Malaysia mengambil tindakan hukum di badan pengawas perdagangan global terhadap Uni Eropa dan negara-negara anggota Perancis dan Lithuania karena membatasi biofuel berbasis minyak sawit, kata pemerintah. Produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, yang menyebut arahan energi terbarukan UE sebagai “tindakan diskriminatif,” sedang mencari konsultasi di bawah Mekanisme Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia, kata Kementerian Industri dan Komoditas Perkebunan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Menteri Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan UE melanjutkan dengan menerapkan arahan tersebut tanpa mempertimbangkan komitmen dan pandangan Malaysia, bahkan setelah Malaysia memberikan umpan balik dan mengirimkan misi ekonomi dan teknis ke Eropa. Arahan UE “akan berarti penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar nabati di UE tidak dapat diperhitungkan dalam penghitungan target energi terbarukan dan pada gilirannya menciptakan pembatasan perdagangan yang tidak semestinya untuk industri minyak sawit negara,” katanya dalam pernyataan tersebut.

Kementerian mengajukan permintaan WTO dengan kerja sama dari Kamar Jaksa Agung dan Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional, mengambil tindakan yang telah diperingatkan pada bulan Juli terhadap EU Renewable Energy Directive II. Malaysia akan bertindak sebagai pihak ketiga dalam kasus WTO terpisah yang diajukan oleh negara tetangga Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, sebagai tanda solidaritas dan dukungan, kata pernyataan kementerian itu.

Sumber : cnbc.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *